Entertainment

Pencipta Jive Bunny And The Mastermixers, John Pickles, meninggal di usia 84

×

Pencipta Jive Bunny And The Mastermixers, John Pickles, meninggal di usia 84

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jive Bunny And The Mastermixers creator John Pickles dies at 84

jurnalistik.co.id – John Pickles, sosok di balik proyek musik pop novelty Jive Bunny And The Mastermixers, telah meninggal dunia pada usia 84. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh perusahaan yang didirikannya.

Pickles membentuk Jive Bunny di Rotherham pada 1989. Setelah itu, grupnya berkembang dan meraih tiga posisi nomor satu di tangga lagu Inggris melalui “Swing The Mood”, “That’s What I Like”, dan “Let’s Party”.

Gaya produksi Jive Bunny dikenal memadukan musik pop kontemporer dengan materi hits dari dekade 1950-an, 1960-an, dan 1970-an. Pola tersebut umumnya menggunakan synthesizer serta sampling untuk membangun harmoni yang terasa baru, tetapi tetap membawa jejak dari lagu-lagu lama.

Dalam pernyataan dari Mastermix, Pickles disebut sebagai figur penting di industri musik. Pernyataan itu menggambarkannya sebagai “a true pioneer in the music industry”, sekaligus menambahkan bahwa ia “a leader, an entrepreneur, a businessman and an incredibly talented songwriter”.

Mastermix juga menyampaikan penghormatan yang lebih personal. “Pickles’ ‘creativity, vision and passion for music touched the lives and careers of so many people around the world, and for the most fortunate of us, he was dad,’” demikian bunyi kutipan dalam pernyataan tersebut.

Jejak karier yang membentuk identitas Jive Bunny

Kisah di balik Jive Bunny tidak hanya melibatkan Pickles. Nama grup itu juga beroperasi bersama keluarganya, sebab Jive Bunny And The Mastermixers terdiri dari Pickles, putranya Andrew, serta Doncaster DJ dan produser Les Hemstock.

Andrew disebut juga ikut berperan sebagai direktur di Mastermix. Sementara itu, Hemstock hadir sebagai figur kreatif dari sisi produksi dan pengembangan, memperkuat ekosistem yang membuat rilisan-rilisan Jive Bunny konsisten tampil menonjol di industri.

Di luar singel, grup ini tercatat memiliki album yang juga berhasil menembus pasar utama. Jive Bunny The Album berada di peringkat top 10 tangga album Inggris, dan keseluruhan pencapaian mereka mencakup lima lagu yang masuk jajaran top 10, termasuk ketiga nomor satu yang disebut sebelumnya.

Penampilan visual Jive Bunny pun ikut menjadi bagian dari daya tarik mereka. Sampul album dan video musik menampilkan seekor kelinci kartun, sementara aktor-aktor yang memakai kostum juga tampil sebagai karakter tersebut dalam sejumlah kemunculan promosi.

Suara penghormatan dari rekan yang mengenal Pickles

Steve White, seorang DJ yang mengaku mengenal Pickles secara pribadi, memberikan kesaksian tentang arti kesuksesan grup tersebut. Ia menyampaikan bahwa pencapaian chart Jive Bunny merupakan “a people’s success story”.

White juga menekankan sisi kedekatan yang dirasakan keluarga. “It was something that the family could enjoy,” kata White dalam wawancaranya yang disiarkan melalui BBC Radio Sheffield.

Kesuksesan yang tumbuh dari pendekatan kreatif itu—yakni menggabungkan irama era berbeda lewat teknologi produksi—membantu Jive Bunny memiliki tempat khusus di telinga publik. Dengan cara itu, karya-karya mereka mampu menjembatani selera lintas generasi tanpa kehilangan identitas pop novelty-nya.

Mastermix kemudian melanjutkan warisan Jive Bunny dalam rilis berikutnya pada akhir 2024. Pada Desember 2024, perusahaan tersebut merilis produksi Jive Bunny baru berjudul “3, 6, 9”.

Dalam keterangan resminya, Mastermix menyebut bahwa proyek tersebut adalah “celebrating the origins of Jive Bunny while adding a modern twist”. Ungkapan itu menegaskan upaya mempertahankan akar kreativitas Pickles sekaligus menyelaraskan nuansa agar relevan dengan selera masa kini.

Dengan berpulangnya Pickles, industri musik kehilangan seorang pencipta dan penulis lagu yang berperan besar dalam memperkenalkan konsep pop novelty yang berani dan terukur. Warisan Jive Bunny tetap hidup lewat catatan sejarah tangga lagu, ciri visual kelinci kartun, serta pendekatan produksi yang menjadikan sampling dan sintesis sebagai bahasa utama.