Entertainment

Tur Eternal Sunshine berakhir, Ariana Grande mundur dari sorotan publik

×

Tur Eternal Sunshine berakhir, Ariana Grande mundur dari sorotan publik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ariana Grande ends tour and steps back from public life

jurnalistik.co.id – Ariana Grande menutup rangkaian konsernya pada Selasa malam dan bersiap mengambil jarak dari kehidupan publik. Dalam penampilannya, ia menyampaikan bahwa dirinya mungkin tidak akan kembali berkeliling untuk waktu yang sangat lama.

Grande menyebut penutupan tur Eternal Sunshine sebagai momen perpisahan yang emosional. Ia juga mengisyaratkan pada penggemar bahwa ia bisa jadi tak akan melakukan tur lagi untuk “long, long” time.

Di atas panggung, pelantun musik pop itu sempat terlihat mendekati air mata, terutama saat membawakan “One Last Time”. Ia bahkan berlutut agar lebih dekat dengan penonton sambil berkata, “London, I’m going to need you to help me on this one,” selama lagu tersebut berlangsung.

Langkah mundur dari sorotan telah diumumkan pada bulan sebelumnya, menyusul berbulan-bulan spekulasi yang berkaitan dengan kesehatan dan penampilannya. Keputusan untuk memberi jeda itu, menurut laporan, mencakup penarikan diri dari penampilan tahun depan dalam produksi Stephen Sondheim berjudul Sunday in the Park with George di Barbican, London.

Dalam agenda produksi itu, Grande dijadwalkan tampil bersama Jonathan Bailey. Namun, Bailey juga menarik diri pada hari yang sama dengan penutupan tur.

Meskipun sempat ada keluhan terkait kondisi fisik, Grande tidak menunjukkan tanda rapuh atau masalah kesehatan yang jelas selama tampil di London. Ia mengalami cedera pada kaki yang membuatnya harus mengganti stilettos andalannya dengan serangkaian sepatu platform setinggi mata kaki.

Di tengah keterbatasan tinggi sepatu tersebut, ia tetap bergerak lincah dan berusaha menyesuaikan langkah, sering kali dengan bertumpu pada ujung kaki untuk mengompensasi ketinggian. Namun, pengendalian dirinya sempat bergeser ketika membawakan “Nowhere, Nobody”, saat ia menyanyikan, “Hard to believe in a perfect ending.”

Ucapan terima kasih di akhir pertunjukan Menjelang penutupan acara, Grande menyampaikan apresiasi yang panjang kepada penggemar. Ia mengatakan, “This has been one of the most beautiful extraordinary experiences of my life and I just wanted to express my gratitude without sobbing completely,” sebelum menambahkan bahwa ia akan selalu mengenang momen tersebut.

Grande juga menegaskan, “I’ll cherish this experience always. I have the best fans in the entire world and I always have. Thank you for all of your effort and continuing to make this so special.” Ia kemudian menutup pesan dengan kalimat, “I have loved every minute of this with you all and I just wanted to make sure I express how grateful I am.”

Jeda yang diumumkan bulan lalu muncul tidak lama setelah rilis video musik untuk singel terbarunya, Petal. Sejumlah penggemar sempat mengekspresikan kekhawatiran di media sosial mengenai berat badan Grande, termasuk unggahan di X yang menyebut ia “become so thin that people are genuinely concerned”.

Melalui juru bicara, Grande kemudian diumumkan akan mengambil langkah mundur dari perhatian publik. Dalam keterangan tersebut, disebut “step back from visibility” karena “endless, ongoing public scrutiny”.

Sumber yang dekat dengan penyanyi itu juga menyampaikan bahwa Grande tetap menjalani pertunjukan yang bersifat fisik. Disebutkan bahwa ia “performs a very physical show… healthily and successfully at a very high level night after night”.

Selanjutnya, Grande memberi penjelasan langsung kepada penggemar malam berikutnya. Ia menyatakan keputusannya berasal dari “thoughtful, empowered place” dan direncanakan “a long time ago”. Ia juga mengatakan, “I heard my fans were worried negativity was ruining things for me but… that could not be more than the opposite,” serta menekankan, “Boundaries need to be set, human beings do need a break sometimes.”

Tur sebagai “last hurrah” Sebelum pengumuman jeda itu, Grande telah menggambarkan tur Eternal Sunshine sebagai “one last hurrah”. Tur tersebut dimulai di Amerika Serikat pada Juni dan ia menyatakan ingin mengambil lebih banyak peran akting setelah penampilannya yang diakui Oscar melalui Wicked.

Residensi sepuluh pertunjukan di London berstatus penting bagi banyak penggemar karena dipandang sebagai kesempatan terakhir menonton konsernya. Dilaporkan, pada tanggal di O2 Arena, sekitar 200,000 penonton datang hanya untuk rangkaian konser London, termasuk dari China, Australia, dan berbagai kota di Eropa.

Pada malam kedua, Grande juga memberi kejutan dengan menghadirkan Cynthia Erivo, yang merupakan rekan satu proyek di Wicked. Keduanya tampil bersama membawakan duet dari film mereka, “For Good”.

Sejumlah ulasan juga menilai penampilan Grande mendapat respons positif. Rolling Stone menulis bahwa ia merupakan “one of the best singers of her generation” dan menyebut tidak ada tanda ia “struggling or not wanting to be there”. The Telegraph menyebut konser “flawless” serta memuji tata panggung yang membawa nuansa sinematik dan “genuine affection for Britain”.

Dari sisi BBC, ulasan menyoroti lagu-lagu yang lebih tenang seperti “Imperfect For You”, yang disebut “delicate and gorgeous and strangely intimate in a room of 20,000 people”. Namun, tulisan Kate Solomon dari The Guardian memunculkan nada lain dengan menyatakan Grande tetap “gripped by genuine concern,” bahkan saat ia menikmati pertunjukan, dan mengungkap harapan agar tur ini tidak “go down in history for the wrong reasons”.

Gaya penampilan fisik Grande juga dipuji oleh media lain. Nick Levine dari NME menulis bahwa sepanjang konser, Grande “skips across the stage in skyscraper heels that most drag performers would baulk at.” Akan tetapi, pada malam terakhir, ada perubahan karena “deep cut” pada kakinya.

Melalui unggahan Instagram, Grande meyakinkan cedera tersebut tidak serius. Ia mengatakan ia “on the mend” dan akan tetap menyelesaikan pertunjukan terakhir “even if I am a few inches shorter than usual,” sambil menunjukkan senyum lebar dan tetap menyalurkan energi pada momen-momen besar seperti “Dangerous Woman” dan saat berlari saat “Break Free”.

Penutupan acara berlangsung seperti kebiasaannya: Grande diangkat dengan harness, naik ke bagian rafters O2, lalu menghilang dari pandangan. Setelah itu, penggemar dibiarkan bertanya-tanya kapan—atau apakah—ia akan kembali tampil di panggung lagi.