Olahraga

Kejuaraan Atletik Eropa 2026: Keely Hodgkinson lolos final 800 m putri setelah Audrey Werro terjatuh dan banding dikabulkan

×

Kejuaraan Atletik Eropa 2026: Keely Hodgkinson lolos final 800 m putri setelah Audrey Werro terjatuh dan banding dikabulkan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: European Athletics Championships 2026: Keely Hodgkinson into 800m final, rival Audrey Werro falls but through after appeal

jurnalistik.co.id – Keely Hodgkinson memastikan tempat di final nomor 800 meter putri setelah kompetisi semifinal yang berlangsung penuh dinamika. Tiket final itu dipastikan menyusul insiden yang membuat posisi Audrey Werro sempat dipertanyakan.

Pada semifinal pertama, Werro tampil memimpin sejak awal. Namun, pada tikungan terakhir ia terjatuh hingga tersungkur di lintasan.

Werro sempat terlihat kesulitan, tetapi ia berhasil kembali berdiri sesaat setelah insiden. Ia kemudian menyelesaikan lomba di posisi terakhir, dengan ekspresi menahan rasa sakit sambil menggenggam area dadanya.

Walau begitu, Werro tetap akan berlaga di final setelah banding yang diajukan dikabulkan. Keputusan itu diambil meski rekaman memperlihatkan Werro sempat “menggunting” kaki miliknya sendiri sebelum terjatuh.

Meski insiden terjadi, Jemma Reekie menjadi pihak yang langsung menuai keuntungan di nomor tersebut. Ia menjuarai semifinal pertama dengan memanfaatkan momen ketika Werro jatuh, sekaligus membuka peluang yang lebih lebar untuk peserta lain.

Semifinal kedua berjalan dengan tempo yang lebih rapi tanpa drama besar. Hodgkinson melintasi garis finis lebih dulu dalam waktu 1 menit 57,38 detik, sekaligus memastikan dirinya lolos ke final.

Sebagai juara Olimpiade, Hodgkinson memimpin sejak awal dan mampu mempertahankan posisinya hingga akhir. Ia menghadang laju Femke Broeders-Bol, pelari yang tahun ini memilih beralih nomor, setelah sebelumnya meraih gelar dua kali juara dunia di nomor 400 meter gawang.

Menjelang lombanya, Hodgkinson mengaku tidak melihat secara langsung momen jatuh Werro. “I heard an ‘ooh’ [from the crowd] which is never a good sign. I don’t know what it looked like.”

Ia juga menyampaikan harapannya agar Werro dalam kondisi baik dan bisa ikut tampil. “Obviously it’s a real shame and I hope she’s OK. “I hope she’s in the final tomorrow [Friday], that’d be a really exciting race.”

Perjalanan menuju final semakin menarik karena nomor 800 meter disebut sebagai laga yang paling dinanti di kejuaraan. Hodgkinson menilai persaingan itu akan mengeluarkan kemampuan terbaik dari dirinya, sekaligus menekankan pentingnya lomba yang bersih. “The excitement makes me excited. I can’t wait to step out there. It brings out the best in me,” katanya.

Pernyataan itu dilengkapi dengan tekad untuk menjaga ritme tanpa gangguan dari insiden. “I love a good challenge. Hopefully it’ll be a good race, a clean race, nobody falling over.”

Final pada Jumat nanti diikuti 10 atlet, bukan sembilan seperti biasanya. Audrey Werro dan Gabija Galvydyte dari Lithuania ikut memastikan diri menyusul banding dan dampak insiden, termasuk fakta bahwa Galvydyte juga sempat tersenggol saat Werro terjatuh.

Dengan demikian, Hodgkinson akan menantang Werro dalam final yang dipandang sangat bergengsi. Werro sendiri datang dengan catatan bahwa ia pernah mencatat waktu tercepat untuk pertama kalinya dalam 43 tahun pada musim ini, sehingga persaingan melawan Hodgkinson dan para pesaing lainnya dipastikan berlangsung ketat.

Hodgkinson menuturkan ia tidak melihat langsung kejadian tersebut, namun isyarat dari sorakan penonton membuatnya paham bahwa sesuatu yang tidak baik sedang terjadi. Ia kemudian menunggu hasil tanpa tahu detail situasinya, sembari berharap insiden itu tidak berdampak serius.

Bagi persaingan di nomor 800 meter, kelanjutan setelah insiden menjadi penentu suasana lomba. Saat Werro terjatuh, perhatian langsung terpecah, tetapi Hodgkinson tetap memegang kendali dengan memastikan ritme larinya berjalan stabil hingga finis, sementara peluang beralih ke pelari lain.

Final yang akan dihelat Jumat juga menghadirkan perubahan komposisi peserta. Karena banding dikabulkan, jumlah atlet yang berlaga menjadi 10, sehingga persaingan tidak hanya lebih padat, tetapi juga menuntut konsentrasi penuh dari setiap pelari sejak awal. Hodgkinson mengaku menantikan adu yang bersih, tanpa gangguan yang memunculkan insiden serupa.