jurnalistik.co.id – Game berbayar di perangkat seluler ternyata tak cuma soal aksi dan teka-teki. No 10: Full Confidence baru-baru ini menembus tangga teratas game berbayar di App Store Inggris, mengungguli Minecraft, dengan tema yang justru mengangkat dinamika politik Inggris.
Game tersebut dibuat oleh Benjamin Brewis, pengembang dari Manchester. Keberhasilannya terasa makin menarik karena ruang bermainnya adalah âkursiâ Perdana Menteri, sebuah posisi yang penuh risiko dan menuntut pengelolaan keputusan yang konsisten.
Dalam No 10: Full Confidence, pemain mengambil peran sebagai perdana menteri dan berusaha bertahan selama mungkin. Permainan ini mengharuskan keputusan diambil lewat serangkaian skenario politik yang disusun untuk meniru ketegangan di ruang pengambilan keputusan Westminsterâdengan batas waktu dan konsekuensi yang terasa personal.
Permainan menempatkan pemain untuk menyeimbangkan suasana hati empat kelompok berbeda: kabinet, anggota backbench, media, serta publik. Setiap tindakan yang dipilih dapat membuat kelompok tertentu semakin mendukung atau justru berbalik menentang, dan jika âgaris kepercayaanâ benar-benar runtuh, karier politik pemain dinyatakan berakhir dalam permainan.
Menurut Brewis, keputusan dijalankan melalui lebih dari 300 skenario fiksi politik. Seluruh skenario tersebut ditulis langsung oleh Brewis, dan setiap peristiwa menawarkan pilihan yang harus diambil dari tiga opsi di layar. Model permainan ini membuat pemain berulang kali kembali pada pertanyaan yang sama: bagaimana menghadapi tekanan tanpa kehilangan kendali.
Beberapa skenarionya terdengar biasa, misalnya mengurus antrean waktu tunggu janji layanan medis umum (GP). Namun, permainan juga memasukkan situasi yang absurd, dengan alur yang bisa melebar ketika satu keputusan memicu rangkaian masalah baru.
Brewis menjelaskan bahwa ia menyiapkan sejumlah rangkaian cerita dalam beberapa bagian, termasuk contoh ketika seekor anjing dilepas ke House of Lords oleh seorang pelobi saat ada pembahasan rancangan undang-undang dokter hewan. Dari situ, cerita mengalir dan semakin sulit diprediksi.
Ia juga menuturkan bahwa ia menarik inspirasi dari contoh nyata yang pernah ia lihat di dunia politik. âSaya ingat anggota parlemen yang mengancam rekan-rekannya dengan seekor laba-laba,â ujarnya, serta contoh lain ketika Boris Johnson sampai âmasuk ke dalam lemari es.â
Untuk konteks permainan, pilihan tindakan tidak hanya soal âbenar atau salahâ, tetapi bagaimana keputusan itu dibaca oleh berbagai pihak yang berbeda-beda kepentingannya. Karena setiap skenario meminta pemain menjawab sekaligus menempatkan diri di tengah konflik, satu respons yang keliru dapat menggeser keseimbangan dan meruntuhkan posisi.
Upaya bertahan: dari krisis nilai hingga hilangnya kepercayaan pers
Dalam percobaan pertama, reporter BBC memegang kandidat bernama Verity Grimshaw. Ia memulai permainan dengan cukup baik, bahkan mampu bertahan saat terjadi krisis yang melibatkan ribuan siswa A-level menerima nilai yang keliru.
Namun, meski sempat menstabilkan situasi, Verity hanya mampu bertahan selama satu tahun sembilan bulan. Pemain kemudian âdipecatâ dari jabatanâdalam cara yang terasa getir sekaligus ironisâkarena masalah kepercayaan yang datang dari pers.
Kejatuhan bermula ketika seorang menteri kabinet mengundurkan diri dan mempublikasikan surat berukuran tiga halaman yang memuat frasa âthe PM was warnedâ sebanyak empat kali. Surat itu kemudian dibacakan lengkap di BBC Radio 4, dan menurut alur permainan, itu menjadi titik balik yang sulit dihindari.
Berita Terkait
Dalam momen penentu, pilihan akhir sang pemain adalah strategi untuk menanggapi langsung, menjawab setiap poin, dan tidak membiarkan pertanyaan mengambang. Brewis menilai beberapa pengguna justru bisa mendapatkan hasil yang jauh lebih panjang, menunjukkan bahwa permainan ini memberi ruang pada gaya kepemimpinan yang berbeda.
Bahkan, Brewis menyebut ada pemain yang bertahan hingga 1.885 bulan atau sekitar 157 tahun. Ia kemudian menyindir, âSaya tidak yakin itu demokrasi lagi.â
Latar ciptaan dan kaitannya dengan perubahan pemimpin
Brewis mengatakan ia tergerak untuk mulai mengembangkan aplikasi sekitar Desember 2025, ketika situasi politik sedang âmemanasâ dan percakapan mengenai tantangan kepemimpinannya mulai meluas. Dalam penuturannya, ia juga mengingat masa ketika Sir Keir Starmerâyang sebelumnya menjabat sebagai perdana menteriâmenjadi pusat pembahasan, seiring munculnya spekulasi mengenai peluang dan kesulitan yang bakal datang.
Ia menyebut ada dorongan untuk membuat versi yang lebih âmengolok-olokâ dinamika tersebut. Menurutnya, âkita sudah punya begitu banyak perdana menteriâjadi sekarang ini lucu.â
Data yang disinggung dalam artikel juga menekankan betapa cepat pergantian posisi itu terjadi. Lima orang berbeda telah menempati No 10 sejak 2016. Tiga di antaranya bahkan terjadi dalam rentang hanya sedikit lebih dari tiga tahun, sementara satu figur lain bertahan dalam jabatan kurang dari dua bulan, tepatnya 49 hari.
Dr Russell Foster, dosen pengajar di bidang British and International Politics di Kingâs College London, mengaitkan fenomena ini dengan âchurn of prime ministersâ sekaligus meningkatnya peran politik di media sosial. Ia menilai dinamika tersebut dapat menjelaskan mengapa Westminster tiba-tiba terasa hadir di perangkat-perangkat kita.
Parlemen fantasi dan simulator politik lain yang mengikuti tren
No 10: Full Confidence bukan satu-satunya permainan yang memanfaatkan ketertarikan publik pada strategi politik. Ada Fantasy Parliament, permainan berbasis peramban yang dirancang oleh pengembang asal Inggris lainnya, Evan Roberts, yang memungkinkan pemain membangun liga fantasi berbasis anggota parlemen dunia nyata.
Dalam Fantasy Parliament, poin diberikan berdasarkan liputan media real para anggota parlemen tersebut. Permainan ini juga menyediakan Policy Tester, di mana pemain dapat mengetik usulan kebijakan ke model AI bergaya ChatGPT dan kemudian menerima respons dengan gaya yang menggambarkan bagaimana kelompok pemilih tertentuâseperti âCoastal Keithâ atau âGraduate Gemmaââmungkin bereaksi.
Selain itu, UK Politics Simulator disebut menggunakan data Inggris yang rinci hingga level ward, dan rencananya dirilis akhir tahun ini untuk PC. Permainan tersebut dikembangkan oleh perusahaan berbasis Scarborough, Black Cannon Games.
Meski No 10: Full Confidence sudah menanjak di tangga game berbayar Apple Inggris dan disebut berada di peringkat ke-5, Brewis mengatakan ia tidak tahu apakah politisi benar-benar memainkan gamenya. Namun, ia menerima umpan balik dari teman-teman yang bekerja di layanan sipil.
âMereka bilang, âIni persis seperti ini,â tapi lebih buruk,â kata Brewis. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meski gimnya menawarkan bentuk hiburan, kemiripannya dengan kehidupan politik yang nyata justru menjadi bagian dari daya tariknya.












