Otomotif

Esa Motor Ciganjur Terima Perawatan BMW Lama hingga Model Terkini, Termasuk Restorasi Usai Banjir

×

Esa Motor Ciganjur Terima Perawatan BMW Lama hingga Model Terkini, Termasuk Restorasi Usai Banjir

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bengkel Spesialis BMW Ini Terima Seri Lawas hingga Anyar

jurnalistik.co.id – Esa Motor di Ciganjur, Jakarta Selatan, menjadi salah satu rujukan bagi pemilik BMW yang ingin kendaraannya ditangani secara menyeluruh—mulai dari seri lawas hingga generasi terbaru.

Di bengkel spesialis ini, fokus utamanya bukan sekadar perawatan berkala, melainkan juga kesiapan untuk menangani kebutuhan restorasi besar. Fleksibilitas layanan itulah yang membuat Esa Motor kerap dipilih pemilik “Bimmer”, baik yang sekadar ingin servis rutin maupun yang menghadapi kerusakan serius.

Menurut Asep Kurnia, pemilik Esa Motor, bengkel yang ia kelola menerima semua jenis BMW—tanpa membatasi usia mobil. Asep menegaskan bengkelnya terbuka untuk BMW tahun tua maupun tahun muda.

Asep menambahkan bahwa tidak semua konsumen yang datang adalah pemilik yang masa garansinya sudah habis. Ia mengungkapkan beberapa unit BMW yang masih masuk program garansi dari Astra juga sempat mengantre di bengkelnya.

“Ada beberapa pelanggan yang mobilnya sebenarnya masih mendapatkan garansi dari Astra, tapi mereka masuk ke kita. Contohnya, karena mereka suka lalu lalang di depan bengkel kami, akhirnya mampir,” ujar Asep, kepada Kompas.com, belum lama ini.

Ia menjelaskan konteks tersebut untuk mobil produksi tahun 2020 ke atas. “Artinya, mobil di atas tahun 2021 sudah ada yang masuk ke bengkelnya. Sedangkan kalau 2021 ke belakang, sampai tak terhingga,” tambah Asep.

Kemampuan bengkel dalam menjembatani kebutuhan teknis di berbagai era BMW menjadi poin penting yang ia tonjolkan. Bagi BMW lawas, pendekatannya menuntut pemahaman mekanis secara mendalam. Sementara untuk BMW modern, proses penanganan ikut berhubungan dengan sistem berbasis komputer di kendaraan.

Hal itu tampak dari pengalaman bengkel dalam menangani rentang produksi yang panjang. Asep menyebut contoh unit yang pernah mereka kerjakan.

“Terakhir kami memegang E28 tahun 1984. Jadi, mobil tahun 1984 pun masih kami kerjakan. Lalu, ada BMW M40 E30 tahun ’88, ’89, dan ’90, itu juga masih kami pegang. Rentang waktunya panjang sekali dan kami bisa mengerjakannya. Yang tahun tua pasti bisa, dan yang muda sampai di atas tahun 2021 pun kami masih kerjakan,” kata Asep.

Menurut Asep, jejak pengerjaan lintas generasi tersebut turut membantu reputasi Esa Motor meluas di luar area Jabodetabek. Ia mengatakan bengkel juga mengerjakan mobil BMW dari berbagai daerah, bahkan tidak jarang ia sendiri harus ke luar kota untuk mendekati konsumen ketika mobil yang bermasalah tidak bisa segera ditangani di Jakarta.

Di antara pekerjaan berat yang pernah ditangani, bengkel memperoleh kasus yang datang menggunakan proses pengiriman khusus. Salah satu contohnya melibatkan unit dari Pulau Sumatra yang dikirim menggunakan truk gendong (towing) sebelum menjalani restorasi.

“Contohnya, mobil BMW X1, ini tahun 2021. Kasusnya kena banjir di Medan, lalu di-towing dibawa ke Jakarta untuk restorasi menyeluruh. Direstorasi total, mulai dari mesin, kelistrikan, bodi, sampai interior karena mobilnya sempat tenggelam,” ujar Asep.

Pendekatan restorasi menyeluruh itu menunjukkan bahwa kasus pascabanjir tidak hanya menyentuh komponen terlihat di permukaan. Pada situasi seperti ini, bengkel perlu memastikan bagian mesin, kelistrikan, bodi, hingga interior benar-benar ditangani agar kondisi kendaraan kembali layak digunakan.

Layanan satu atap untuk interior dan eksterior

Untuk memudahkan konsumen, Esa Motor menerapkan konsep one-stop service. Asep menegaskan bahwa layanan yang diberikan mencakup bagian mesin, sekaligus interior dan eksterior, sehingga pemilik kendaraan tidak perlu mengurus banyak pihak berbeda sejak awal.

Meski demikian, Asep menjelaskan bahwa tidak semua pekerjaan dikerjakan sendirian oleh timnya. Untuk beberapa sektor, bengkel memilih melibatkan rekanan agar hasil akhir tetap terjaga kualitasnya.

“Kami main interior juga. Tapi pengertiannya begini, kalau perbaikan jok atau plafon, nah itu saya tidak kerjakan sendiri. Bagian itu kami alihkan ke rekanan,” kata Asep.

Menurut Asep, kolaborasi dengan workshop pihak ketiga dilakukan terutama untuk bidang yang membutuhkan keahlian dan peralatan khusus di luar urusan mekanikal serta kelistrikan mesin. Dengan cara itu, proses pengerjaan tetap berjalan dalam satu alur, namun tetap menempatkan tiap jenis pekerjaan pada pihak yang paling sesuai.

“Iya, semuanya dikerjakan. Semua masalah dan keluhan sebisa mungkin kami tangani, tapi memang pengerjaannya beda-beda. Seperti yang saya bilang tadi, ada beberapa pekerjaan yang dioper ke rekanan. Yang dilempar ke rekanan itu biasanya urusan bodi, ketok atau cat, dan interior seperti press plafon atau ganti kulit jok,” kata Asep.

Penjelasan tersebut memperlihatkan bagaimana bengkel menjaga keseimbangan antara layanan terpadu dan spesialisasi. Konsumen tetap mendapatkan penanganan dari satu tempat, sementara pengerjaan teknis tertentu ditangani oleh pihak yang memiliki fasilitas serta kompetensi yang dibutuhkan.

Biaya disesuaikan tingkat kerusakan

Menutup perbincangan, Asep menyampaikan bahwa biaya pengerjaan tidak bersifat tunggal. Besarannya akan mengikuti seberapa besar kerusakan pada mobil.

Selain itu, untuk layanan panggilan atau kebutuhan penanganan ke luar kota, Asep menegaskan bahwa biaya juga akan menyesuaikan dengan kebutuhan perjalanan dan proses pengiriman atau pendampingan yang diperlukan.

Dengan karakter layanan lintas generasi, kapasitas penanganan dari perawatan hingga restorasi total, serta pengaturan pekerjaan interior-eksterior melalui skema satu atap, Esa Motor menempatkan diri sebagai bengkel spesialis BMW yang berorientasi pada hasil akhir—termasuk saat kendaraan menghadapi kondisi ekstrem seperti banjir.