jurnalistik.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan capaian program Kartu Lansia Jakarta (KLJ) dalam rangka peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/7/2026).
Menurut Pramono, sebanyak 168.497 warga lanjut usia di DKI Jakarta telah terdaftar sebagai penerima KLJ.
Dalam kesempatan itu, Pramono menjelaskan bahwa KLJ dirancang agar lansia bisa mengakses layanan dasar yang lebih mudah, mulai dari transportasi umum hingga fasilitas kesehatan.
“Saya mendapatkan laporan per terakhir ini, lansia di DKI Jakarta telah memanfaatkan Kartu Lansia kurang lebih 168.497 lansia,” kata Pramono, Selasa.
Pramono menyebut salah satu manfaat utama KLJ adalah keringanan untuk mobilitas harian para lansia. Dengan memasuki usia lansia, penerima dapat menggunakan layanan transportasi umum tanpa biaya, sesuai skema yang berlaku pada program tersebut.
“Yang pertama berkaitan dengan transportasi. Begitu mereka memasuki usia lansia, maka semua transportasi apakah itu MRT, LRT, kemudian TransJakarta, kemudian juga JakLingko, dan semuanya mereka mendapatkan gratis atau Rp1 lah maksimum,” ujar Pramono.
Ia menegaskan cakupan transportasi yang dimaksud meliputi MRT, LRT, Transjakarta, hingga JakLingko. Penetapan biaya yang sangat rendah atau pembebasan, menurut Pramono, diharapkan membantu lansia menjalani aktivitas tanpa terbebani tarif.
Selain transportasi, Pramono juga menyoroti kemudahan akses terhadap layanan kesehatan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Dan juga di kesehatan, mereka bisa menggunakan, memanfaatkan fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta, ada 31 rumah sakit, 44 puskesmas, 292 puskesmas pembantu,” ucap dia.
Berita Terkait
Rangkaian fasilitas tersebut, yakni rumah sakit, puskesmas, serta puskesmas pembantu, disebut menjadi bagian dari dukungan layanan KLJ agar lansia bisa memperoleh pemeriksaan dan penanganan kesehatan melalui unit-unit yang tersedia di berbagai wilayah.
Pramono berharap program-program yang disiapkan Pemprov DKI dapat membantu lansia tetap dalam kondisi sehat dan produktif. Ia menempatkan KLJ sebagai salah satu instrumen yang mendukung kualitas hidup lansia dari sisi layanan harian.
Di luar KLJ, Pemprov DKI juga memiliki 78 Sekolah Lansia yang saat ini diikuti sekitar 2.278 peserta. Pramono menyampaikan sekolah lansia tersebut sebagai ruang pembinaan dan upaya menjaga semangat para lansia agar tetap aktif.
“Sehingga dengan demikian, Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian, sekali lagi, menjelang Jakarta berulang tahun 5 abad tahun depan, mudah-mudahan para lansia di Jakarta tetap produktif dan semangat untuk itu,” tutur Pramono.
Dalam pengumuman yang sama, Pramono memastikan bahwa pendaftaran Kartu Lansia Jakarta masih dibuka. Dengan demikian, masyarakat yang memenuhi ketentuan dapat mengajukan agar dapat masuk dalam daftar penerima program.
Ia juga menegaskan bahwa bantuan tetap diprioritaskan bagi lansia yang membutuhkan. Pramono menyampaikan adanya prasyarat yang harus dipenuhi, sehingga tidak semua permohonan bisa langsung diproses tanpa melihat kebutuhan dan kondisi keluarga.
“Memang ada prasyarat yang harus dipenuhi. Beberapa lansia yang mohon maaf yang mampu, keluarganya mampu, ditanggung keluarganya tentunya mohon maaf belum bisa mendapatkan Kartu Lansia, tetapi yang membutuhkan akan kami prioritaskan,” ujar Pramono.
Pramono menambahkan bahwa sekitar 10 persen dari total penduduk Jakarta merupakan kelompok lansia. Dari total sekitar 11 juta penduduk, jumlah lansia disebut mencapai kurang lebih 1,1 juta orang, sehingga KLJ diposisikan sebagai program dukungan yang menyesuaikan kebutuhan kelompok usia tersebut.
Melalui penguatan akses transportasi dan layanan kesehatan, KLJ diharapkan menjadi jembatan agar lansia dapat tetap bergerak dan mendapatkan perhatian kesehatan sesuai fasilitas yang dimiliki Pemprov DKI. Dengan pembukaan pendaftaran yang terus berjalan dan prioritas bagi lansia yang membutuhkan, Pemprov DKI menargetkan pemerataan manfaat program agar manfaatnya terasa lebih nyata di kehidupan sehari-hari.












