Otomotif

JPO Kapten Tendean No 85 Rusak Usai Ditabrak Truk Alat Berat, Ini Rute Pengalihan

×

JPO Kapten Tendean No 85 Rusak Usai Ditabrak Truk Alat Berat, Ini Rute Pengalihan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: JPO Kapten Tendean Rusak, Ini Jalur Alternatif Hindari Macet

jurnalistik.co.id – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean Nomor 85, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, mengalami kerusakan setelah ditabrak truk yang mengangkut alat berat pada Selasa dini hari, 14 Juli 2026.

JPO yang berada tepat di depan Hotel Terraz Tree itu rusaknya cukup parah. Proses evakuasi kendaraan maupun alat berat yang masih berlangsung membuat situasi di sekitar lokasi berpotensi memengaruhi kelancaran lalu lintas.

Dalam kondisi terkini, badan JPO terlihat bergeser hingga terpisah dari bagian tangga. Pecahan beton dari pondasi tiang jembatan juga terlihat berserakan di pinggir jalan, menandakan dampak benturan yang kuat.

Dinas Perhubungan Jakarta Selatan menyebut penanganan masih berjalan, sehingga arus lalu lintas di area tersebut mengalami perlambatan. Kondisi ini terutama berpengaruh pada jam sibuk pagi dan sore, saat volume kendaraan meningkat.

Bagi pengguna jalan yang melintas dari arah Mampang menuju Blok M maupun sebaliknya, pengendara diimbau untuk mengantisipasi waktu tempuh yang lebih lama dari biasanya. Penyesuaian rute menjadi langkah penting agar perjalanan tetap berjalan lebih lancar selama proses evakuasi berlangsung.

Rute alternatif untuk menghindari kepadatan

Untuk mengurangi dampak antrean di Jalan Kapten Tendean, pengguna jalan dapat memilih beberapa ruas alternatif di sekitar koridor yang terdampak.

Dari arah Kuningan menuju Blok M atau Kebayoran Baru, pengendara dapat menggunakan Jalan HR Rasuna Said. Setelah itu, perjalanan diteruskan melalui Jalan Gatot Subroto, masuk ke kawasan Semanggi, lalu menuju Jalan Sisingamangaraja atau Jalan Trunojoyo untuk mencapai Blok M.

Dari arah Mampang menuju Kemang dan Cipete, alternatif yang bisa digunakan adalah Jalan Kemang Raya. Jalan ini dapat menghubungkan pengendara menuju kawasan Kemang, Cipete, hingga Fatmawati tanpa harus melewati Jalan Kapten Tendean.

Sementara itu, bagi pengguna jalan dari arah TB Simatupang menuju Sudirman, rute melalui Jalan Pangeran Antasari menjadi pilihan. Dari Antasari, pengendara bisa melanjutkan perjalanan menuju Blok M, atau masuk ke Jalan Sisingamangaraja menuju kawasan Sudirman.

Jalan Kapten Tendean sendiri merupakan salah satu koridor utama yang menghubungkan Mampang, Kuningan, Blok M, hingga Kebayoran Baru. Karena itu, gangguan pada infrastruktur seperti JPO yang mengalami kerusakan berpotensi memicu antrean kendaraan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

Selama evakuasi JPO yang rusak masih berlangsung, kepadatan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan. Pengendara disarankan memantau informasi lalu lintas terkini dan mempertimbangkan jalur alternatif agar tetap mendapatkan rute yang lebih efektif.

Penyesuaian rute bukan hanya membantu pengendara menghindari titik kepadatan, tetapi juga berperan menjaga agar proses penanganan di lokasi berjalan lebih tertib. Dengan mengikuti arus yang disarankan dan menghindari area terdampak, perjalanan di sekitar Jakarta Selatan diharapkan tetap lebih terukur selama penanganan berlangsung.

Kerusakan JPO yang menyebabkan badan jembatan bergeser hingga terpisah dari tangga, disertai pecahan beton yang berserakan di pinggir jalan, membuat area sekitar lokasi semakin sulit dilalui dengan nyaman. Karena itu, pengendara perlu berkendara lebih hati-hati dan tetap menjaga kestabilan laju kendaraan selama proses evakuasi berlangsung.

Mengingat evakuasi kendaraan maupun alat berat masih berjalan, kondisi di lapangan dapat berubah dari waktu ke waktu. Pengendara disarankan tidak hanya menentukan rute sekali di awal, tetapi juga menyesuaikan perjalanan berdasarkan perkembangan situasi agar waktu tempuh tidak makin bertambah.

Gangguan di Jalan Kapten Tendean berpotensi terasa paling jelas pada jam sibuk pagi dan sore, saat volume kendaraan meningkat dan kendaraan cenderung bergerak lebih padat. Dengan melakukan antisipasi sejak keberangkatan, antrean dapat ditekan sekaligus membantu mengurangi tekanan pada titik yang sedang ditangani.

Untuk mengalihkan arus, pengendara dapat mempertimbangkan pilihan jalur yang sudah disebutkan, misalnya melalui HR Rasuna Said yang terhubung ke koridor Gatot Subroto di kawasan Semanggi, lalu melanjutkan menuju Jalan Sisingamangaraja atau Jalan Trunojoyo. Dari arah Mampang, perjalanan juga bisa dialihkan lewat Jalan Kemang Raya, sedangkan dari TB Simatupang menuju Sudirman dapat diarahkan melalui Jalan Pangeran Antasari sebelum melanjutkan ke tujuan.