jurnalistik.co.id – Ferrari NV akhirnya menerima pesanan perdana untuk model mobil listrik pertamanya, menurut CEO Benedetto Vigna. Mobil yang akan dijual seharga €550.000 atau sekitar $638.660 itu mulai dipesan oleh pelanggan lama maupun pelanggan baru, meski peluncuran tampilan awalnya justru memicu gelombang kritik.
Vigna menyampaikan hal itu pada Kamis dalam sebuah acara di Modena, Italia. Dalam kesempatan tersebut, ia berusaha meredam sorotan negatif terhadap Ferrari Luce, nama mobil listrik pertama yang diperlihatkan penuh oleh pabrikan mobil super asal Maranello itu pada pekan ini.
Pemaparan penuh Ferrari Luce menandai momen penting bagi Ferrari, yang selama ini identik dengan mesin pembakaran internal, suara khas, dan desain yang selama puluhan tahun menjadi pembeda utama merek tersebut. Karena itu, setiap perubahan ke arah mobil listrik langsung mendapat perhatian besar dari publik maupun pasar.
Namun, desain kendaraan bertenaga baterai itu dinilai berbeda dari tampilan tradisional Ferrari. Perbedaan tersebut memunculkan perbandingan yang kurang menguntungkan dengan model listrik yang sudah lebih dulu dijual oleh pemain lain di industri otomotif. Respons itu ikut memberi tekanan pada saham perusahaan yang sempat anjlok setelah mobil tersebut dipamerkan.
Meski begitu, Vigna menegaskan bahwa Ferrari Luce bukan sekadar versi lain dari mobil listrik yang sudah ada di pasaran. Ia menekankan bahwa model itu memiliki karakter sendiri, baik dari sisi desain maupun pengalaman berkendaranya.
“Ferrari Luce tidak ada hubungannya dengan mobil listrik yang pernah Anda lihat dari pemain lain,” kata Vigna. Ia menambahkan, “Anda harus melihat dan mengendarainya untuk memahami bahwa itu tidak disalin — bukan interiornya, bukan eksteriornya, bukan performanya.”
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa Ferrari ingin menjaga identitasnya saat memasuki era elektrifikasi, tanpa kehilangan ciri yang selama ini melekat pada merek tersebut. Di tengah kritik atas tampilan awal mobil, perusahaan tampaknya ingin mengarahkan perhatian ke pengalaman nyata saat mobil itu dilihat dan dikendarai langsung.
Pesanan perdana dari pelanggan lama dan baru juga memberi sinyal bahwa minat terhadap model tersebut tetap ada, meskipun reaksi awal terhadap tampilannya tidak sepenuhnya positif. Bagi Ferrari, hal itu penting karena peluncuran mobil listrik pertama mereka bukan hanya soal teknologi baru, tetapi juga soal bagaimana merek ikonik tersebut diterima di pasar yang sangat sensitif terhadap identitas desain dan performa.
Dengan harga yang sangat tinggi dan ekspektasi yang besar, Ferrari Luce kini menjadi salah satu langkah paling diperhatikan dari produsen mobil super asal Italia itu. Perusahaan harus membuktikan bahwa kendaraan listrik pertamanya mampu berdiri sejajar dengan reputasi yang sudah dibangun selama puluhan tahun, sambil tetap meyakinkan pembeli bahwa karakter Ferrari tetap hadir di era baterai.
Situasi ini menunjukkan bahwa peluncuran sebuah model baru di Ferrari tidak cukup dinilai dari tampilan awal semata. Di merek dengan reputasi setebal Ferrari, ekspektasi publik cenderung jauh lebih tinggi, sehingga setiap detail desain, proporsi, dan kesan visual akan langsung menjadi bahan perdebatan. Pada saat yang sama, justru perdebatan itu memperlihatkan betapa besar perhatian yang mengiringi langkah Ferrari memasuki segmen yang selama ini menjadi wilayah baru bagi mereka.
Bagi Ferrari, tantangan utamanya sekarang bukan sekadar mempertahankan perhatian pasar, melainkan memastikan bahwa keraguan yang muncul di tahap awal bisa dijawab melalui pengalaman produk yang lebih utuh. Jika mobil ini benar-benar mampu menghadirkan identitas yang diinginkan perusahaan, maka respons yang semula terbelah bisa berubah seiring waktu. Di titik inilah Ferrari tampaknya ingin membuktikan bahwa transisi ke mobil listrik tetap bisa berjalan tanpa menghapus karakter yang selama ini menjadi alasan utama banyak orang menaruh ekspektasi besar pada setiap model keluarannya.












