jurnalistik.co.id – Kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan meluas di Kabupaten Bekasi sejak Juni 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi kemudian menggelar penyaluran bantuan air bersih untuk membantu kebutuhan dasar warga yang terdampak.
Penyaluran bantuan ini dilakukan melalui kerja sama sejumlah pihak, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemerintah kecamatan dan pemerintah desa. Program diarahkan untuk menjangkau desa-desa yang mengalami kesulitan air bersih di wilayah terdampak kekeringan.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi hingga Jumat (17/7/2026), terdapat 39 titik kekeringan yang tersebar di sembilan desa. Rincian tersebut menunjukkan bahwa dampak kekeringan tidak hanya bersifat terpusat, tetapi muncul di beberapa lokasi dalam satuan wilayah yang berbeda.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin menyampaikan bahwa dari total 23 kecamatan, terdapat empat kecamatan yang terdampak kekeringan. Menurutnya, dampak yang paling terasa berada di bagian selatan, yaitu Kecamatan Cibarusah, Bojongmangu, dan Serang Baru. Selain tiga kecamatan tersebut, masih ada satu kecamatan lain di wilayah utara yang juga masuk daftar terdampak.
Kekeringan di wilayah tersebut berdampak pada 4.929 kepala keluarga (KK), atau sekitar 13.985 jiwa. Angka ini mencerminkan skala gangguan terhadap pemenuhan air bersih, yang berpengaruh pada kegiatan sehari-hari warga.
Distribusi air bersih dan dukungan logistik
BPBD Kabupaten Bekasi mencatat bahwa sebanyak 904.000 liter air bersih telah didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan. Distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan yang berjalan seiring dengan kebutuhan di lapangan yang terus dipantau.
Selain pendistribusian yang sudah berjalan, Endin juga menyebut bahwa bantuan air bersih yang disalurkan meliputi 20.000 liter air bersih. Dukungan logistik lain yang disiapkan meliputi dua tandon air berkapasitas 5.000 liter, dua tandon air berkapasitas 2.000 liter, 200 jerigen, serta 100 ember.
Berita Terkait
Bentuk bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan penampungan dan distribusi di tingkat warga. Tandon dan wadah berukuran lebih kecil diperlukan agar air dapat dikelola langsung di lokasi yang membutuhkan, terutama pada titik-titik kekeringan yang tersebar.
Endin menilai bantuan yang saat ini diberikan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Ia menekankan bahwa penyaluran bantuan diarahkan agar warga tetap dapat memperoleh pasokan untuk kebutuhan sehari-hari selama masa kemarau.
Kolaborasi berkelanjutan dan antisipasi jangka panjang
Pemkab Bekasi juga berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan PMI, BPBD, pemerintah desa, serta dunia usaha. Tujuannya adalah agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkesinambungan, demi memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Di saat yang sama, Pemkab Bekasi menyiapkan langkah antisipasi untuk jangka panjang. Salah satu fokusnya adalah memperluas jaringan perpipaan Perumda Tirta Bhagasasi (PDAM) agar pelayanan air bersih dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Endin menyampaikan harapan agar kebutuhan air bersih dapat terpenuhi secara berkelanjutan melalui optimalisasi jaringan perpipaan. Dengan pendekatan tersebut, persoalan kekeringan diharapkan tidak lagi menjadi kendala setiap musim kemarau, karena akses air dapat diperkuat sebelum kondisi semakin sulit.
Upaya penanganan yang berjalan pada tahap respons dan tahap perbaikan sistem dipadukan agar dampak kekeringan dapat dikurangi. Penyaluran bantuan ke sembilan desa dengan 39 titik kekeringan menjadi langkah awal, sementara perluasan jaringan PDAM diharapkan menjadi fondasi bagi ketahanan pasokan air pada musim berikutnya.
Dengan adanya data keterdampakan yang jelas, mulai dari jumlah titik kekeringan hingga banyaknya KK dan jiwa terdampak, Pemkab Bekasi menempatkan bantuan air bersih sebagai bagian dari respons terukur. Program ini terus diarahkan untuk memastikan warga memperoleh pasokan yang cukup sambil menyiapkan penguatan layanan air bersih dalam jangka yang lebih panjang.












