jurnalistik.co.id – Kylian Mbappe membuat pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 makin menegangkan setelah mencetak gol pada menit ke-66. Gol itu mengubah keadaan menjadi 3-4 bagi Perancis atas Inggris pada laga Minggu (29/7/2026) pagi WIB.
Yang membuat momen tersebut terasa istimewa, Mbappe juga menorehkan catatan bersejarah untuk dirinya sendiri. Ia resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan torehan 22 gol, melampaui Lionel Messi yang mengemas 21 gol.
Jalannya pertandingan pada akhirnya berakhir dengan skor 3-4. Inggris membukukan empat gol lewat Declan Rice pada menit ke-3, Ezri Konsa menit ke-19, serta Bukayo Saka pada menit ke-38 dan menit 45+1. Perancis sendiri mengoleksi tiga gol melalui Kylian Mbappe pada menit ke-48 dan menit ke-66, ditambah gol Bradley Barcola pada menit ke-54.
Gol menit ke-66 yang membawa Perancis makin dekat
Gol Mbappe pada menit ke-66 lahir dari rangkaian kerja sama di depan kotak penalti. Umpan yang dirangkai Mbappe bersama Michael Olise membuat pertahanan Inggris kesulitan mengantisipasi pergerakan di ruang sempit, ketika keduanya melakukan kombinasi umpan satu-dua.
Setelah mendapatkan ruang, Mbappe kemudian melepaskan tembakan dengan kaki kiri. Bola meluncur ke pojok bawah gawang dan tak mampu dihentikan Dean Henderson, sehingga Perancis hanya tertinggal satu gol dari Inggris.
Sebelumnya, Perancis sempat mengalami kesulitan besar pada babak pertama. Tim asuhan Les Bleus tertinggal jauh dengan skor 0-4, namun kondisi itu berbalik seiring gol-gol yang terus mereka ciptakan di paruh kedua.
Mbappe sempat pula hampir menambah gol ketiga beberapa saat setelahnya. Ia berlari mengejar bola panjang dari lini belakang, lalu melepaskan tembakan yang masih melebar tipis setelah melewati Henderson.
Berita Terkait
- Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Partai Final Piala Dunia 2026, Tim Mana yang Lebih Unggulan?
- Mbappe Sebut Rekor Golnya Bisa Terancam, Messi Diprediksi Cetak Gol di Final Piala Dunia 2026
- Didier Deschamps Akui Kesalahan Usai Prancis Takluk 4-6 dari Inggris dan Gagal Menang di Perebutan Peringkat Ketiga
Perancis berusaha menekan, Inggris menjaga jarak
Setelah babak pertama dimenangkan Inggris, The Three Lions harus menghadapi tekanan berkelanjutan dari Perancis. Perancis terlihat terus membangun serangan yang dipimpin oleh Mbappe, sementara Inggris berusaha bertahan untuk mempertahankan keunggulan.
Dengan skor yang terus berubah, pertandingan berada dalam fase yang sarat ketegangan hingga berakhir 3-4. Gol-gol Perancisāyang dimulai pada menit ke-48 oleh Mbappe, dilanjutkan Bradley Barcola pada menit ke-54, dan ditegaskan lagi Mbappe pada menit ke-66āmembuat jarak gol Inggris makin rapat.
Meski demikian, Inggris tetap mampu menyelesaikan laga dengan keunggulan satu gol. Kylian Mbappe menutup malam itu dengan dua gol di pertandingan, sekaligus mengunci pencapaiannya sebagai top skorer Piala Dunia dengan 22 gol, melewati rekor Lionel Messi yang berhenti di angka 21 gol.
Kebangkitan Perancis di babak kedua tidak terjadi dalam sekali waktu, melainkan berawal dari perubahan ritme setelah tertinggal besar. Setelah babak pertama berakhir dengan selisih yang lebar, tim asuhan Les Bleus perlahan menekan dan mengalihkan pertandingan menuju permainan yang lebih agresif, sampai jarak gol akhirnya menyempit kembali.
Pada fase penentu, kontribusi Mbappe terasa konsisten: ia menjadi ujung serangan yang membuat Inggris harus bekerja ekstra di area pertahanan. Salah satu momen pentingnya berawal dari kombinasi yang memberi ruang untuk tembakan, sementara upaya Perancis berikutnya membangun tekanan berlapis hingga akhirnya gol kedua Mbappe membuat permainan makin ketat karena skor berubah menjadi 3-4.
Gol Mbappe juga menegaskan bagaimana pertandingan tetap berjalan di bawah bayang-bayang momen sejarah. Dua gol yang ia cetak di laga itu membuat torehan pribadinya melewati catatan Lionel Messi, sekaligus mengunci posisi sebagai top skorer Piala Dunia. Di saat yang sama, Inggris tidak sepenuhnya kehilangan kendaliāmereka tetap mampu meredam peluang lanjutan dan menjaga keunggulan satu gol hingga peluit akhir.
Menjelang akhir laga, situasinya tetap dinamis karena Perancis terus mencari celah, terutama melalui penguasaan bola dan serangan yang dipusatkan ke Mbappe. Namun, setiap kali Perancis makin dekat menyamakan skor, Inggris kembali menata jarak dan menahan laju. Hasil 3-4 pun menjadi penutup yang menegangkan, sekaligus menunjukkan bahwa duel perebutan peringkat ketiga berjalan dengan tensi tinggi sepanjang waktu.












