jurnalistik.co.id – Seorang gadis berusia 17 tahun meninggal dunia di festival Kendal Calling pada dini hari, menurut keterangan polisi Cumbria.
Petugas menyebut korban mengalami episode medis pada sekitar pukul 02:15 BST sebelum dinyatakan meninggal di lokasi.
Polisi mengatakan pihaknya kini menelusuri lebih lanjut keadaan yang menyertai kematian tersebut.
Mereka juga meminta bantuan informasi dari orang-orang yang berada di area festival pada waktu kejadian, khususnya di sekitar Calling Out tent dan Big Wheel.
Dalam keterangannya, Kepolisian Cumbria menyampaikan bahwa mereka sangat ingin berbicara dengan sekelompok perempuan yang terlebih dulu menghubungi penangan pertama setelah merasa khawatir terhadap kondisi gadis tersebut.
Jurubicara kepolisian mengatakan: “Officers are particularly keen to speak with a group of women who alerted first responders to the girl after becoming concerned for her welfare.”
Pihak kepolisian menambahkan bahwa keluarga korban telah diberi tahu dan sedang didukung oleh petugas khusus.
Dari pihak penyelenggara, juru bicara Kendal Calling menyatakan bahwa tim festival ikut membantu otoritas dalam proses penyelidikan.
Dalam pernyataan yang disampaikan, mereka menuturkan bahwa begitu individu terkait dinilai tidak sehat, penanganan segera dilakukan oleh keamanan dan tim medis yang berjaga di lokasi.
Juru bicara tersebut mengatakan: “As soon as the individual became unwell, they were immediately attended to by our on-site security and medical teams.”
Mereka menambahkan bahwa personel medis dan paramedis memberikan perawatan darurat di tempat kejadian serta berupaya semaksimal mungkin.
Berita Terkait
Bagian lain dari pernyataan juru bicara menyebut: “Paramedics and medical personnel provided emergency care at the scene and did everything they could to help.”
Penyelenggara juga menyatakan belasungkawa mendalam atas meninggalnya remaja tersebut.
Mereka menyampaikan: “deeply saddened” atas kematian sang remaja dan menyampaikan “deepest sympathy” kepada orang-orang terkasihnya.
Polisi menekankan bahwa mereka terus berupaya memahami kronologi insiden, termasuk apa yang terjadi di sekitar titik keramaian festival pada waktu yang disebutkan.
Permintaan informasi difokuskan pada saksi yang berada di area festival pada sekitar pukul 02:15 BST, terutama mereka yang berada dekat Calling Out tent maupun Big Wheel.
Dengan informasi yang dikumpulkan, polisi berharap dapat melengkapi pemahaman atas kondisi korban dan rangkaian kejadian sebelum akhirnya dinyatakan meninggal di lokasi.
Seiring penyelidikan berlangsung, keluarga korban tetap mendapatkan pendampingan dari petugas khusus, sementara otoritas dan pihak festival terus bekerja sama dalam upaya klarifikasi.
Sejumlah langkah penelusuran kini diarahkan untuk merangkai ulang rangkaian kejadian pada dini hari. Polisi menilai penting memahami apa yang dialami korban sebelum akhirnya dinyatakan meninggal di lokasi, termasuk situasi di sekitar area keramaian festival pada waktu yang disebutkan.
Dalam proses itu, Kepolisian Cumbria juga menaruh perhatian khusus pada informasi dari saksi yang melihat langsung atau bertindak cepat saat kondisi korban mulai memburuk. Mereka secara khusus ingin mendengar keterangan dari sekelompok perempuan yang sebelumnya menghubungi penangan pertama karena merasa khawatir terhadap keselamatan gadis tersebut.
Dari sisi penyelenggara, informasi yang disampaikan menyebut bahwa respons tidak menunggu lebih lama. Begitu individu terkait dinilai tidak sehat, personel keamanan di lokasi dan tim medis yang berjaga langsung memberikan penanganan, sementara tenaga medis melakukan layanan darurat di tempat dengan upaya semaksimal mungkin.
Polisi menambahkan bahwa keluarga korban telah diberi tahu dan tetap memperoleh pendampingan dari petugas khusus selama penyelidikan berlangsung. Kendal Calling pun menyampaikan belasungkawa yang mendalam serta menyatakan tim festival akan terus bekerja sama dengan otoritas untuk memastikan klarifikasi yang akurat, termasuk penjelasan terkait kronologi insiden.







