Entertainment

Glen Hansard, penulis lagu Dublin peraih Oscar, meninggal dalam kecelakaan motor di Dublin pada Rabu

×

Glen Hansard, penulis lagu Dublin peraih Oscar, meninggal dalam kecelakaan motor di Dublin pada Rabu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Glen Hansard: Meeting heroes and the tape that changed his life

jurnalistik.co.id – Kabar meninggalnya Glen Hansard dalam kecelakaan motor di Dublin pada Rabu mengguncang banyak pihak. Musik dan film menuliskan jejaknya sejak lama, dan duka pun datang dari berbagai penjuru.

Hansard, yang berusia 56 tahun, dikenal luas setelah berperan dalam film komedi musikal “The Commitments” pada 1991. Ia juga lama menjadi vokalis utama grup rock The Frames, sebelum kemudian mendapatkan pengakuan internasional melalui karya-karya yang menonjol.

Rasa kehilangan itu dibarengi cerita tentang perjalanan yang membentuknya sebagai musisi. Mulai dari awal yang tumbuh di lingkungan Ballymun, Dublin, hingga momen-momen yang mengarah pada ketenaran, Hansard terus dikenang lewat kontribusinya bagi dunia musik maupun layar lebar.

Perubahan besar yang bermula dari pita Bob Dylan

Dalam sebuah wawancara di RTÉ pada Februari, Hansard menceritakan bahwa hidupnya berbelok lewat sebuah alat musik dan rekaman. Ia menyebut gitar yang ditinggalkan seorang paman setelah menjalani masa penahanan, lalu sebuah kaset Bob Dylan yang membuat arah hidupnya berubah.

Hansard menggambarkan masa ketika dirinya mulai terseret kebiasaan yang merusak secara perlahan. Ia mengatakan, “I was on a kind of a trajectory of getting into the drugs – only gently – getting heavy into drinking, very young, beginning to kind of break into things, just getting into that slightly dodgy spot,”.

Lalu ia menerima kaset Bob Dylan dari saudara laki-laki pacar. Ia menyebut, “I listened to Bob Dylan and everything, like my whole world just went into the opposite – flipped,” dan setelah itu ia memilih untuk tenggelam dalam lagu-lagu Dylan setiap hari.

Ia berkata, “I stayed in the bedroom, I played Bob Dylan songs every day, I learned my craft, I decided music was all I cared about.” Menurutnya, perubahan itu menjadi “a real turnaround for me, it was a life changer and I suddenly had my path.”

Hansard juga menyebut dukungan dari kepala sekolahnya. Ia mengingat kepala sekolah mengatakan, “I can’t guarantee you’ll be famous, but if you start now, then you’ll always be able to live from your guitar.” Ia kemudian membentuk The Frames dan menandatangani kontrak rekaman pertamanya pada 1990—tahun yang sama ketika ia bergabung dalam pemeran “The Commitments”.

“The Commitments” dan kelahiran bintang film yang tidak direncanakan

Meskipun Hansard adalah musisi sepenuh hati, jalan takdir membawanya muncul dalam dua film besar Irlandia. Salah satunya adalah “The Commitments”, karya Alan Parker tahun 1991, yang mengisahkan naik-turunnya sebuah band soul yang berisi anak-anak muda kelas pekerja dari Dublin.

Hansard memainkan peran gitaris Outspan Foster, meski awalnya tidak mengikuti audisi. Ia pernah menceritakan bahwa ia tiba bersama temannya dan keadaan berubah ketika tawaran membaca peran muncul. Ia mengatakan, “I just showed up with my friend, we had been up all night,” lalu ia menambahkan, “He went for the audition and I sat outside waiting for him.”

Ia menyebut, saat mereka hendak pergi, tim produksi menanyakan apakah ia mau membaca untuk sebuah peran. “They said you’ve got red hair, you play guitar, you fit the bill for this character that we’re casting.” Dari sana, ia masuk membaca beberapa baris dan menunggu keputusan berikutnya.

Hansard menjelaskan bahwa ia merasa cocok dengan karakter itu karena latar dan penampilan. Ia menuturkan, “I read a few lines and I’d no problem with the accent because I’m from the north side of Dublin – so I’m a northsider, I play guitar and I’ve got red hair, so I kind of fit the bill.” Ia menerima panggilan lanjutan dan akhirnya mendapatkan peran, “So they gave me a callback and much to my surprise I got the part.”

Ia menggambarkan pengalaman syuting sebagai sesuatu yang tidak ia duga akan sekuat itu. Ia menyebut, “incredible, it was a beautiful experience,” dan menanggapi anggapan orang lain bahwa ia tidak menikmati prosesnya. Ia berkata, “It’s sad for me that people have said to me ‘I’ve heard you didn’t enjoy the experience with The Commitments’ – I loved it, I had an absolute ball.”

Hansard juga menyampaikan bahwa pengalaman itu tidak mendefinisikannya. Ia menjelaskan, “I just sort of felt it didn’t define me and that was my little bit of resistance.” Film itu kemudian menjadi hit tak terduga dan mencapai status kultus.

Oscar untuk “Falling Slowly” dari “Once”

Setelah “The Commitments”, Hansard kembali masuk dalam film Irlandia penting lainnya. Ia memenangkan Oscar untuk lagu “Falling Slowly” dari film tahun 2007 “Once”, di mana ia juga berperan bersama Markéta Irglova.

Kesempatan itu pun datang melalui pilihan peran yang tidak sepenuhnya sesuai rencana awal. Sutradara John Carney pada awalnya menyiapkan Cillian Murphy untuk peran tersebut, sebagaimana Carney menjelaskan dalam wawancara. Ia mengatakan, “He’s quite a good singer. I thought I’d do the usual thing where you get a good actor who can half sing and train that voice, but then it became clear to everybody on the film that we should do it the other way around,”.

Carney melanjutkan, “We should get somebody who could really sing and half act and I’ll trust that I would be able to do something magical with that.” Ia kemudian menggandeng Hansard, yang turut menulis musik bersama untuk film itu.

Jejak bertemu para idola musik

Selain Bob Dylan, Hansard menuturkan bahwa Van Morrison menjadi salah satu figur musikal yang memengaruhi hidupnya. Ia menceritakan pertemuan pertamanya saat berusia 19 atau 20 tahun, di sebuah pesta ulang tahun di kediaman keluarga Guinness.

Menurut Hansard, ketika Morrison sedang menjam bersama di dapur, permintaan untuk mendengarkan salah satu lagu disambut dingin. Ia menggambarkan bahwa “his request for one of his songs was met with a gruff response from Morrison.” Setelah itu, Morrison memberikan gitarnya, lalu meninggalkan ruangan.

Hansard menilai momen itu canggung, terutama karena orang yang ingin ia dengarkan justru telah pergi. Ia mengucapkan, “I’m thinking ‘the only guy I want to actually sing to is gone’.” Kemudian, Morrison kembali saat lagu kedua, meminta Hansard memainkan lagu yang pernah dimintanya, sebelum ikut bernyanyi bersama.

Ia menuturkan mereka lalu naik ke lantai atas dan bergantian membawakan lagu satu sama lain. Ia berkata, “I’m getting to sit and observe a master at work up close,” dan menjelaskan, “We passed the guitar back and forth and I ran out of songs after an hour and a half and Van kept going and going.” Saat sesi berakhir, Morrison meninggalkan kesan yang ia ingat jelas: “Nice voice, nice songs, blah, blah, blah.”

Dalam kesempatan lain, Hansard berbicara kepada BBC Radio Ulster pada 2023 mengenai perjumpaan dengan tokoh-tokoh legendaris. Ia menyampaikan, “Up in the high sweet air of that universe, it’s very small and there’s very few people and they’re all making contact with each other,” lalu ia menyebut contoh pertemuan di Los Angeles bersama Eddie [Vedder], Ringo [Starr], dan Stevie Wonder.

Ia juga menyebut bahwa Morrissey pernah mampir, begitu pula Iggy Pop. Ia merangkum suasananya dengan kalimat, “There’s just this kind of place where there’s never a question of how can I get that guy’s phone number – everybody up at that level seems to have each other’s contacts.”

Ibunya hampir bertemu The Beatles

Di wawancara yang sama, Hansard menyebut ibunya sebagai penggemar besar The Beatles. Ia mengaku, ibunya “came very close to meeting her heroes” pada awal 1960-an, ketika ia bersama dua temannya menyaksikan The Beatles di bioskop Adelphi Cinema.

Hansard menceritakan, “My mother climbed into the back of the Adelphi Cinema in Dublin – her and two of her mates – to see the Beatles,” lalu ia menyebut bahwa mereka akhirnya bisa masuk ke ruang ganti The Beatles. Ia mengatakan, “They managed to get into the Beatles dressing room, they didn’t know they were getting into the dressing room.”

Ia menambahkan bahwa rombongan itu kemudian berjalan melewati koridor dan John Lennon berkata sesuatu, “Hey mate, there’s three more over here” sebelum para gadis diusir keluar. Hansard juga menyinggung bahwa ibunya selalu mengulang kisah itu dan menyebut Paul McCartney sebagai “Paul McCarty”, meski pada intinya ia tetap sangat mengagumi The Beatles.

Tradisi amal dan peran di pemakaman Shane MacGowan

Selama 15 tahun terakhir, Hansard mengorganisasi konser jalan musik pada malam Natal untuk mengumpulkan dana bagi mereka yang mengalami gelandangan. Ia mengajak banyak bintang Irlandia, termasuk Sinead O’Connor dan anggota U2, untuk ikut membawakan lagu di pusat kota Dublin.

Pat Green dari Simon Community menyebut aksi itu menjadi “a tradition on the calendar” di kota. Ia menjelaskan Hansard tergerak oleh “a sense of guilt and shame” setelah pengalaman saat berbelanja pada Desember 2009, ketika ia melewati kelompok penyanyi lagu natal yang menggalang dukungan bagi yang membutuhkan.

Green menceritakan, “He was walking down Grafton Street himself with bags of presents and he passed a group of carol singers singing for the homeless and the Simon Community and they asked him to join in,” lalu ia mengatakan Hansard merespons, “No, I can’t.” Green menambahkan bahwa setelah kembali, Hansard menyadari bahwa nilai hadiah Natal yang dibeli tidak sebesar manfaat yang bisa diberikan di jalan. Ia mengutip penjelasan itu: “that the greater value was out on the street, bringing joy and happiness to people over Christmas.”

Hansard kemudian kembali dan memulai aksi mengamen, bahkan dengan perlengkapan yang sangat sederhana. Ia menyebut, “So, he went back out and started to busk with literally the cap on the ground.” Green juga menyatakan bahwa Hansard bersama bintang-bintang lain telah mengumpulkan “well over €2m (ÂŁ1.7m) for homeless services that we provide here in Dublin’s Simon.”

Selain kerja amal, Hansard juga dekat dengan Shane MacGowan, vokalis The Pogues yang wafat pada 2023. Setelah kematian MacGowan, sang janda, Victoria Mary Clarke, menitipkan Hansard sebagai “musical director” pada pemakaman MacGowan.

Clarke mengingat perbincangannya dengan Hansard. Ia berkata, “I said: ‘Glen, would you be able to do something at the funeral?’” lalu Hansard menjawab, “Look, if you don’t mind, I’ll do everything. I’ll organise, I’ll get all the music together, you don’t have to worry.’”

Clarke juga menyebut pemakaman itu menampilkan Nick Cave, di samping deretan tokoh dari blantika musik Irlandia seperti Imelda May, Declan O’Rourke, dan Mundy, serta Hothouse Flowers yang menampilkan Liam Ă“ MaonlaĂ­. Ia menambahkan bahwa U2 (Bono), Boomtown Rats (Bob Geldoff), dan aktor Aidan Gillen juga ikut memberi bacaan.

Ia menutup kisah itu dengan penilaian yang menekankan kecepatan dan kualitas kerja Hansard. Clarke mengatakan, “As people who watched it will testify, he did an incredible job, absolutely incredible, and in a short space – 24 hours – he pulled that together,”.

Dengan berbagai peran itu—dari musisi hingga pembuat momen-momen penting—Hansard meninggalkan warisan yang dirasakan luas. Di Dublin, duka atas kepergiannya pada Rabu menjadi penanda bahwa pengaruhnya melampaui panggung dan studio.