jurnalistik.co.id – George Russell merebut pole position GP Austria dari Charles Leclerc melalui putaran terakhir kualifikasi yang diwarnai momen dramatis setelah crash Max Verstappen.
Perubahan posisi itu terjadi di akhir sesi, ketika Russell menyelesaikan lap terakhirnya dan mengungguli Leclerc serta Lewis Hamilton.
Daya tarik kualifikasi ini justru muncul dari kontroversi bendera kuning yang berkaitan dengan insiden Verstappen di bagian akhir lintasan.
Russell menuntaskan putaran dengan kondisi yang ia nilai sudah mendapat pengaturan yang cukup untuk insiden Verstappen pada tahap penultimate corner.
Ia mengaku melambat secara memadai. Menurut Russell, ia masuk tikungan dengan keunggulan waktu sekitar 0,5 detik dan keluar dengan keunggulan sekitar 0,25 detik.
Russell juga berbicara soal komunikasi tim setelah sesi. Ia menyebut Toto Wolff mengatakan semuanya berjalan baik terkait bendera kuning, termasuk “big 100m lift” sebelum memasuki tikungan.
Di sisi lain, Kimi Antonelli—yang saat insiden itu berada tepat di depan Russell di lintasan—mengatakan ia melihat situasinya sebagai double yellow.
Antonelli menyatakan ia membatalkan putaran sepenuhnya, sehingga gagal masuk barisan start terdepan. Ia mengakui itu sebagai kesalahan sendiri, seraya mengatakan peluangnya akan sangat dekat dengan Russell, meski ia memprediksi George tetap berada sedikit di depan.
FIA menjelaskan bahwa pada awalnya hanya ada satu bendera kuning yang ditampilkan, lalu ditingkatkan menjadi double yellows. Perubahan tersebut terjadi sebelum keduanya melewati area tersebut, ketika Russell dan Antonelli sudah melanjutkan laju.
Di catatan balapan, lembar pesan race control menunjukkan adanya double waved yellow pada pendekatan ke Turn Nine. Namun Russell menegaskan bahwa yang ia lihat hanyalah satu bendera kuning.
Insiden Verstappen menjadi pemicu rangkaian kejadian tersebut. Verstappen kehilangan kendali saat masuk ke tikungan kanan menurun berkecepatan tinggi, lalu berputar melintasi kerikil sebelum menghantam pembatas.
Ferrari dan McLaren mampu menyelesaikan putaran lebih cepat dan kembali ke pit lebih dulu, sehingga mereka sempat menuntaskan lap sebelum Verstappen mengalami crash.
Namun para pembalap Mercedes berada di belakang Verstappen di lintasan pada momen itu, dan hasil akhirnya berubah drastis ketika Russell melakukan peningkatan tak terduga.
Dengan lonjakan itu, pole yang sebelumnya tampak mengarah ke barisan depan Ferrari mulai bergeser menjelang akhir sesi. Leclerc yang sebelumnya belum terlihat sebagai kandidat pole sampai momen-momen terakhir justru tersalip oleh putaran Russell.
Hasil kualifikasi memperlihatkan ketatnya persaingan di antara tim teratas. Leclerc mencatat selisih 0,059 detik lebih cepat dibanding Hamilton, yang sempat melakukan kesalahan pada putaran pertama di Q3.
Hamilton mengunci rem di Turn Three saat menjalani putaran pertamanya di Q3, kemudian harus membatalkan lap. Kesalahan itu membuat keseimbangan risiko dan imbal hasil di lap terakhirnya berbeda, dan pada akhirnya ia tidak cukup untuk mengungguli Leclerc maupun Russell.
Antonelli pada akhirnya tidak mendapatkan peningkatan pada lap terakhirnya dan memilih memperlambat total saat mendekati Turn Nine, sehingga ia harus puas di posisi keempat.
Verstappen sendiri tetap berada di urutan kelima meski crash. Putaran pertamanya—yang hanya berada di belakang Antonelli dan Russell—cukup untuk mempertahankan posisi tersebut di grid.
McLaren juga meningkatkan performa di percobaan terakhir. Lando Norris finis di belakang Verstappen dengan selisih 0,027 detik, sedangkan Oscar Piastri berada 0,009 detik lebih jauh.
Di barisan sepuluh besar, Red Bull menempatkan Isack Hadjar, sementara Racing Bulls diisi oleh Liam Lawson dan Arvid Lindblad.









