jurnalistik.co.id – Polda Gorontalo melaporkan kegiatan Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Gorontalo yang berfokus pada pengelolaan lahan tidak produktif. Upaya tersebut dilakukan dengan menjadikan lahan tidur sebagai area pertanian produktif untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Dalam pelaksanaan hari ini, personel yang bertugas di Pos Komando Taktis (Poskotis) Paguat terus menjalankan kegiatan perawatan tanaman. Langkah ini diarahkan agar tanaman yang telah dibudidayakan tetap terjaga dan tumbuh optimal menuju masa panen.
Perawatan rutin dilakukan melalui beberapa tahapan. Personel melakukan pembersihan gulma, penyiraman, pemupukan, serta pengecekan kondisi tanaman secara berkala.
Melalui rangkaian pekerjaan tersebut, kegiatan tidak berhenti pada proses tanam saja. Pemeriksaan kondisi tanaman menjadi bagian penting untuk memastikan tanaman dapat berkembang dengan baik sesuai kebutuhan budidaya.
Penggunaan lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif dinilai sebagai bentuk dukungan nyata dari Satuan Brimob Polda Gorontalo terhadap program pemerintah. Di sisi lain, upaya ini juga mendorong kemandirian pangan di wilayah setempat.
Komandan Satuan Brimob Polda Gorontalo, Kombes Pol. Danu Waspodo, S.I.K., menyampaikan penegasan mengenai keterlibatan seluruh jajaran Brimob. Menurutnya, peran tidak hanya dijalankan melalui tugas-tugas kepolisian, tetapi juga melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif merupakan wujud nyata kepedulian Brimob terhadap ketahanan pangan nasional. Kami akan terus melakukan perawatan secara berkelanjutan agar hasil yang diperoleh dapat maksimal dan memberikan kontribusi positif bagi program swasembada pangan pemerintah,” ujar Dansat Brimob.
Dengan adanya perawatan yang berkesinambungan, pihak pelaksana berharap hasil yang dicapai dapat lebih maksimal. Hal ini selaras dengan target program swasembada pangan pemerintah yang membutuhkan dukungan dari berbagai unsur.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi rujukan bahwa setiap lahan yang belum dimanfaatkan masih memiliki potensi untuk diolah. Personel menempatkan optimasi lahan sebagai bagian dari kontribusi sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan, semangat gotong royong menjadi nilai yang ditekankan dalam pelaksanaan kegiatan. Kerja keras personel diharapkan berkontribusi terhadap terciptanya ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.
Lebih jauh, rangkaian aktivitas ini turut sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri di sektor pangan. Melalui pemanfaatan lahan tidur dan perawatan tanaman secara rutin, diharapkan ketersediaan pangan dapat semakin ditopang secara konsisten dari tingkat daerah.
Melalui kegiatan yang terstruktur, personel juga menekankan konsistensi dalam memastikan setiap bagian lahan tetap siap untuk proses budidaya. Kegiatan diarahkan agar tanaman tidak hanya ditanam, tetapi juga mendapatkan perhatian sejak fase pemeliharaan hingga menjelang panen.
Pada tahap pengecekan berkala, kondisi tanaman diamati untuk melihat kebutuhan lanjutan dalam pemeliharaan. Dengan pemeriksaan rutin tersebut, pihak pelaksana dapat menyesuaikan langkah perawatan agar pertumbuhan tetap berada pada jalur yang diharapkan sesuai kebutuhan budidaya.
Langkah pengelolaan lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif dipandang sebagai upaya yang menyatukan pelaksanaan tugas dengan perhatian pada kebutuhan pangan masyarakat. Upaya ini memberi gambaran bahwa aset yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat dioptimalkan melalui kerja lapangan yang berkesinambungan.
Keberlanjutan program menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan. Diharapkan, seluruh tahapan perawatan yang dijalankan secara konsisten mampu menjaga kualitas tanaman, sehingga hasil yang dicapai dapat memberi dampak nyata bagi dukungan ketahanan pangan dan semangat swasembada pangan pemerintah.
Seluruh proses pemeliharaan dilakukan dengan pengamatan yang cermat agar tanaman tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sesuai tahap budidaya. Bila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan, personel menindaklanjuti melalui langkah perawatan lanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Dengan rutinitas perawatan seperti pembersihan gulma, penyiraman, serta pemberian pupuk secara terjadwal, kegiatan pengelolaan lahan tidur diharapkan menghasilkan tanaman yang lebih sehat. Harapannya, capaian yang diperoleh dapat mendukung upaya ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat semangat swasembada pangan pemerintah.












