Olahraga

GP Belgia: Max Verstappen Tercepat di Latihan Bebas 1, Isack Hadjar Terseret Penalti Turun 10 Posisi di Spa

×

GP Belgia: Max Verstappen Tercepat di Latihan Bebas 1, Isack Hadjar Terseret Penalti Turun 10 Posisi di Spa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Belgian Grand Prix: Max Verstappen tops first practice as Isack Hadjar takes 10-place grid penalty at Spa

jurnalistik.co.id – Max Verstappen mengawali GP Belgia dengan catatan waktu tercepat pada latihan bebas pertama. Pembalap Red Bull itu mencatat waktu 0,145 detik lebih cepat dibanding Lewis Hamilton.

Di belakang Verstappen, Lewis Hamilton tampil konsisten dan menempati posisi kedua. Charles Leclerc dari Ferrari berada tepat di bawahnya dengan raihan tercepat ketiga.

Isack Hadjar menjadi sorotan berikutnya karena sekaligus tampil cepat dan menghadapi konsekuensi regulasi. Ia finis keempat, tertinggal 0,252 detik dari Verstappen, namun diketahui akan menjalani penalti grid turun 10 posisi akibat melewati batas jumlah mesin yang diizinkan.

Penalti grid 10 tempat juga bukan hanya milik Hadjar. Lando Norris, yang berada di urutan ketujuh pada sesi latihan bebas pertama, akan turun 10 posisi karena memakai baterai lebih dari jatah yang diperbolehkan untuk akhir pekan ini.

Kompetitor lain di papan atas

Kimi Antonelli mencatat waktu keenam untuk Mercedes. Ia hanya berjarak satu peringkat dari Oscar Piastri di McLaren yang menempati posisi kelima.

Sementara itu, George Russell berada di urutan kedelapan. Russell terpaut 0,356 detik dari Antonelli pada catatan waktunya.

Antonelli memimpin klasemen kejuaraan dengan keunggulan 25 poin. Meski demikian, arah kompetisi musim ini menuju paruh pertama turut bergantung pada kemungkinan dua balapan di Timur Tengah yang masih dipengaruhi situasi konflik di kawasan.

Catatan sayap dan strategi Red Bull

Kecepatan Verstappen muncul meski Red Bull memilih kembali ke konfigurasi sayap belakang standar. Tim tengah mengembangkan desain “flip-flop” atau “somersault” yang sebelumnya memicu kecelakaan berkecepatan tinggi pada dua balapan terakhir Verstappen.

Sayap standar yang dipakai Red Bull saat ini merupakan rancangan yang mereka gunakan sejak awal musim. Flap pada sayap tersebut membuka untuk mode lurus dengan pendekatan seperti DRS musim lalu, bukan berputar pada poros yang mengarah lebih dari 180 derajat.

Dalam penilaian yang beredar, sayap versi lama disebut kehilangan sekitar 0,2 detik putaran di sirkuit Spa-Francorchamps dibanding desain yang lebih baru. Desain yang lebih mutakhir itu disebut berpeluang kembali pada balapan berikutnya di Hungaria akhir pekan mendatang.

Insiden dan gangguan menjelang akhir sesi

Sesi latihan relatif minim kejadian besar. Insiden terdekat datang dari Liam Lawson yang terlihat melebar sedikit setelah momen oversteer yang cukup besar di area Stavelot pada awal sesi.

Di bagian akhir, Piastri mengalami masalah tekanan hidrolik. Ia terpaksa melanjutkan dengan kondisi terbatas hingga akhir sesi, dengan tersisa sekitar satu menit.

Dengan hasil tersebut, latihan bebas pertama memberikan gambaran awal tentang kecepatan Verstappen, sekaligus menegaskan bahwa persaingan akhir pekan di Spa akan sangat dipengaruhi penalti grid bagi Hadjar dan Norris.

Selisih catatan waktu yang tampak di latihan bebas pertama relatif rapat, mulai dari keunggulan 0,145 detik Verstappen atas Hamilton hingga jarak 0,252 detik Hadjar dari Verstappen serta terpaut 0,356 detik dari Russell. Pola ini memberi sinyal bahwa performa tunggal pembalap sudah mampu bertarung, meski nasib akhir pekan akan banyak ditentukan oleh perubahan posisi start.

Hadjar dan Norris sama-sama membawa konsekuensi regulasi yang memengaruhi posisi balap meski keduanya sempat menunjukkan kemampuan pada sesi tersebut. Dengan grid turun yang sama-sama 10 tempat, besar peluang terjadi pergeseran peta persaingan di belakang barisan depan, sehingga tim yang berada di luar posisi penalti akan memantau ruang ekstra untuk menanjak sejak awal balapan.

Di sisi strategi, Red Bull tetap menjalankan paket sayap standar sambil terus mengejar pengembangan desain “flip-flop” yang pernah menimbulkan kecelakaan berkecepatan tinggi pada dua balapan terakhir. Penilaian yang beredar soal selisih performa sekitar 0,2 detik di SpaFranciacamps dan kemungkinan penerapan desain lebih mutakhir pada balapan berikutnya di Hungaria membuat aspek aerodinamika menjadi variabel penting untuk dipantau.