jurnalistik.co.id – Marie-France van Heel, yang akrab disapa Frankie, dikenal sebagai pasangan Andy Burnham dan telah berhubungan sejak masa kuliah di Cambridge. Lebih dari tiga dekade kemudian, ia berpeluang menjadi sosok yang hadir di tengah peran “pasangan perdana menteri” di pemerintahan, setelah Burnham dipandang sebagai kandidat kuat pengganti Sir Keir Starmer di No 10.
Van Heel bertemu Burnham saat ia mulai belajar di Fitzwilliam College, Universitas Cambridge, pada 1989. Burnham saat itu berada di tahun kedua program Sastra Inggris, dan kisah awal mereka kemudian menjadi bagian dari catatan berbagai pemberitaan politik dan kampus.
Dalam tulisan John Mullan, mantan dosen Burnham, yang dimuat di The Times, ada anggapan bahwa Burnham “sudah menjuarai pertandingan” saat mulai berkencan. Van Heel, yang berasal dari Belanda, kemudian dikenal luas dengan panggilan Frankie.
Van Heel lahir pada Januari 1970, bulan yang sama dengan Burnham. Ia menghabiskan masa tumbuh di Belanda dan Belgia sebelum akhirnya pindah ke Inggris. Meski hubungan mereka berawal di lingkungan akademik, sejumlah detail sejak masa awal justru datang dari keputusan yang tidak biasa.
Salah satu momen yang menonjol terjadi pada awal hubungan mereka. Van Heel pernah mengajukan permintaan mengejutkan: ia bertanya kepada Burnham apakah ia boleh ikut acara kencan TV Cilla Black, Blind Date. Burnham menyetujuinya, dan pada 1992 Van Heel tampil dalam program televisi tersebut.
Saat itu, Van Heel mengenakan flares, jaket berwarna hijau botol, serta headband kuning di atas rambut pirang bob pendek. Ia memilih Will dari Surrey sebagai pasangan kencannya, namun keduanya tidak “berjodoh” menurut kelanjutan cerita di media.
Belasan tahun kemudian, hubungan Burnham dan Van Heel kembali muncul dalam sebuah kejadian yang terkait dunia komunikasi politik. Diberitakan bahwa sekitar 12 tahun setelah itu, Burnham dan van Heel pernah berada di sebuah bar di area Parlemen ketika Will masuk—sosok itu kini telah bekerja sebagai direktur komunikasi Partai Konservatif.
Van Heel telah menjadi ibu dari anak pertama mereka, Jimmy. Dalam konteks hidup mereka, kelahiran Jimmy pada bulan Maret 2000 disebut sebagai pemicu Burnham untuk mendorong mereka menikah setelah bertahun-tahun hidup bersama.
Burnham pernah menyampaikan pandangannya dalam sebuah wawancara pada 2007 kepada Daily Telegraph. Ia mengatakan, “I think marriage is better for kids,” dan menambahkan, “I’m a bit old fashioned on these matters – although I have to admit that Jimmy, my eldest son, was at our wedding so I’m only old fashioned up to a point.”
Berita Terkait
Ia juga mengungkap reaksi ketika mengetahui kehamilan pertama van Heel, dengan kalimat: “When my wife got pregnant for the first time it was a complete shock. My first thought was, ‘Oh my God, we’ll have to get married’.”
Tak lama setelah itu, anak perempuan mereka, Rosie dan Annie, lahir beberapa tahun kemudian. Pasangan ini pada masa tersebut tinggal di Manchester, seiring perjalanan politik Burnham yang makin mendapat perhatian nasional.
Di sisi lain, van Heel membangun karier yang kuat di bidang pemasaran dan strategi. Ia disebut pernah bekerja untuk Sky dan juga terlibat dalam desain logo untuk BBC serta England Rugby, sebuah pengalaman profesional yang kemudian disebut-sebut memberi kontribusi pada sejumlah elemen visual dalam kampanye Burnham.
Pengalaman tersebut dikaitkan oleh sebagian pihak dengan kemampuan membantu merancang logo kampanye Burnham yang dianggap mencolok. Logo-lalu-lintas kampanye itu menampilkan kartun sosok pria asal wilayah utara Inggris dengan kaus hitam khas dan kacamata bergaya NHS.
Namun, peran van Heel belakangan ini juga memunculkan persoalan kecil yang diberitakan terkait posisinya saat ini. Ia disebut menjabat chief marketing officer (CMO) di Iduna, perusahaan yang memiliki bagian besar jaringan pengisian kendaraan listrik di Manchester.
Menjelang periode Burnham sebagai Wali Kota Greater Manchester, Burnham disebut telah menyatakan pekerjaan istrinya dan mengambil langkah untuk menjauh dari semua keputusan yang terkait Iduna maupun infrastruktur yang terhubung. Tujuannya untuk menghindari persepsi adanya konflik kepentingan.
Pihak Konservatif kemudian mengeluhkan bahwa Burnham tidak menyatakan kepemilikan saham istrinya sebesar 0,2% perusahaan. The Times melaporkan keluhan tersebut, sementara Greater Manchester Combined Authority (GMCA) menyatakan Burnham telah memperoleh nasihat hukum bahwa deklarasi tambahan tidak lagi diperlukan, karena ia sebelumnya sudah mendeklarasikan van Heel sebagai karyawan.
Dalam pernyataan yang dikutip, juru bicara GMCA mengatakan, “We are satisfied that the mayor has met his legal obligations to register disclosable pecuniary interests.” Dengan demikian, keberatan politik tersebut dibalas melalui penjelasan kepatuhan prosedural.
Untuk gambaran lebih luas, artikel juga menempatkan Andy Burnham sebagai figur politik yang tengah mengincar posisi perdana menteri. Dalam penilaian BBC, kisah pribadi van Heel—dari pertemuan mereka di Cambridge hingga perjalanan karier dan peran publiknya—turut membentuk konteks bagaimana pasangan ini dikenal publik.












