jurnalistik.co.id – Kimi Antonelli sempat tampil seperti kandidat utama kemenangan ketika Grand Prix Inggris memasuki fase penentu. Namun, akhir balapan berubah drastis setelah serangkaian masalah yang memukul ritme persaingan di lap-lap akhir.
Charles Leclerc akhirnya keluar sebagai pemenang. Pembalap Ferrari itu menuntaskan balapan dengan finis di depan George Russell dan Lewis Hamilton, meski balapan harus berakhir dengan situasi yang membingungkan karena mobil pengaman.
Ini menjadi kemenangan kedua Leclerc dalam tiga balapan terakhir, sekaligus menjadi titel pertamanya dalam hampir dua tahun. Ia memimpin balapan dan menjaga posisi sampai urusan akhir balap terselesaikan lewat prosedur safety car setelah keputusan terlambat dari race control.
Di sepanjang jalannya lomba, Silverstone dikenal sering menyajikan balapan dramatis, dan edisi ini juga mengikuti pola tersebut. Pada penutupan, kekacauan terjadi dalam waktu yang relatif berdekatan sehingga susunan akhir klasemen terasa “tidak beres” sampai hasil resmi diumumkan.
Ketika pemimpin klasemen mencoba mendekat ke Ferrari, Antonelli justru mengalami kegagalan pada sistem suspensi. Pada saat yang sama ia sedang berada dalam momen penting—mampu menempel di belakang Charles Leclerc untuk merebut keunggulan—tetapi kemudian performanya menurun dan ia terjatuh jauh ke belakang.
Antonelli melewati serangkaian radio messages yang makin terdengar putus asa seiring masalah pada mobilnya terus mengganggu. Meski akhirnya ia mampu menyentuh garis finis di posisi kesembilan, hasil itu tidak bertahan karena ada konsekuensi yang kemudian dijatuhkan.
Max Verstappen mengalami nasib yang berbeda namun sama-sama menyakitkan. Saat berupaya mengejar Hamilton untuk memperebutkan tempat kedua, Verstappen mengalami kecelakaan di Stowe, memicu penggunaan safety car untuk insiden tersebut.
Berita Terkait
Masuknya safety car membuat Russell otomatis naik ke urutan kedua. Di saat mayoritas tim mengambil ban segar, Mercedes memilih untuk tidak melakukan pit terhadap pembalap asal Inggris itu, sehingga strategi akhirnya membawa efek besar pada urutan podium.
Di sisi lain, Antonelli tetap harus menanggung hukuman dari race stewards. Ia didemosi dari P9 menjadi P16 setelah menerima penalti lima detik karena melanggar track limits, yang menurut laporan terjadi saat ia sedang berupaya berhadapan dengan masalah pada mobilnya sendiri.
Hamilton sendiri memperoleh sorotan tambahan setelah balapan. Pembalap itu akan menjalani investigasi terkait pelanggaran terhadap yellow flag, sehingga jarak poinnya di klasemen sementara masih bisa berubah setelah hasil pemeriksaan keluar.
Terlepas dari beragam insiden itu, dampak terhadap persaingan gelar juga sudah terlihat jelas. Dengan hasil yang muncul, keunggulan Antonelli atas Russell menyempit menjadi 25 poin, sementara Hamilton tertinggal tujuh poin lagi—dengan catatan investigasi yang masih menunggu keputusan resmi.
Leclerc disebut tampil luar biasa dalam balapan yang sarat insiden. Selain soal ketahanan memimpin, ia juga memastikan kemenangan didapat “di ujung drama” yang dipenuhi perubahan keputusan di saat-saat akhir, tepat saat race control mengubah cara balapan diselesaikan.
Bagi Mercedes, balapan ini memperlihatkan kontras keberuntungan yang langsung berdampak pada pertempuran gelar. Russell memperoleh tempat yang lebih baik lewat kombinasi safety car dan pilihan ban, sementara dinamika lain di lintasan membuat ritme persaingan di papan atas bergeser cepat.
Verstappen, di sisi lain, mencatat kesalahan yang tergolong jarang. Ia mencari peluang untuk merebut posisi kedua yang pada awalnya tidak mudah dikejar, tetapi upayanya berakhir di Stowe saat balapan sedang berada dalam situasi yang sangat menentukan.
Setelah GP Inggris, jadwal memberikan jeda selama dua pekan sebelum balapan berikutnya. Itu adalah Belgian Grand Prix di Spa-Francorchamps, berlangsung pada 17–19 Juli mendatang.












