Olahraga

Granit Xhaka Tetap di Sunderland meski Chelsea Mengincar

×

Granit Xhaka Tetap di Sunderland meski Chelsea Mengincar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Granit Xhaka: Sunderland captain set to stay at club despite interest from Chelsea

jurnalistik.co.id – Kapten Sunderland, Granit Xhaka, dipastikan bertahan di klubnya pada musim panas ini. Keputusan itu muncul meski Chelsea menunjukkan ketertarikan serius kepada gelandang asal Swiss tersebut.

Kontrak Xhaka dengan Sunderland akan berakhir pada 2028, dan kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa ia diyakini tidak akan dilepas. Pihak Sunderland menyampaikan kepada BBC Sport bahwa pemain berusia 33 tahun tersebut tidak untuk dijual.

Menurut informasi yang beredar, Chelsea sempat mengajukan tawaran sebesar £8 juta yang kemudian ditolak Sunderland pekan lalu. Meski sebelumnya The Blues diperkirakan mencoba kembali dengan penawaran yang lebih baik, pembahasan lanjutan di internal Sunderland justru mengarah pada konfirmasi bahwa Xhaka tetap menjadi bagian rencana tim.

Setelah melalui diskusi, Xhaka disebut telah menegaskan kembali komitmennya terhadap “Black Cats”. Dengan demikian, peluang Chelsea untuk membawa pemain tersebut ke Stamford Bridge masih bergantung pada langkah berikutnya, termasuk apakah klub akan kembali mengirim tawaran baru.

Di sisi lain, Chelsea belum sepenuhnya menyerah. Sumber-sumber di klub mempertahankan pandangan bahwa mantan gelandang Arsenal tersebut memiliki ketertarikan untuk melakukan kepindahan ke Stamford Bridge. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan apakah Chelsea akan benar-benar meluncurkan penawaran lanjutan atau memilih strategi berbeda.

Alasan ketertarikan Chelsea dan faktor Xabi Alonso

Ketertarikan Chelsea terhadap Xhaka tidak lepas dari kemungkinan reunian dengan manajer mereka, Xabi Alonso. Xhaka sebelumnya pernah bermain di bawah Alonso saat memperkuat Bayer Leverkusen, sehingga ia tertarik dengan prospek bekerja kembali dengan sosok yang sama.

Koneksi tersebut membuat minat Chelsea terlihat cukup terstruktur, terutama setelah tawaran awal dengan nilai £8 juta ditolak. Meski begitu, keputusan Sunderland untuk mempertahankan pemain inti menjadi penentu utama dalam situasi ini.

Kontribusi Xhaka untuk Sunderland

Xhaka membawa dampak besar bagi Sunderland dalam musim terakhirnya. Ia berperan dalam kualifikasi klub ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam 53 tahun, setelah ia bergabung dari Bayer Leverkusen.

Dalam kompetisi Liga Premier musim lalu, Xhaka mencatat 34 penampilan. Sunderland kemudian finis di posisi ketujuh, yang pada akhirnya mengamankan tempat mereka untuk berlaga di UEFA Conference League.

Perjalanan karier Xhaka juga menunjukkan pengalaman panjang di level elit. Ia menghabiskan tujuh tahun bersama Arsenal, dengan total 297 penampilan, sebelum kemudian bergabung dengan Leverkusen pada tahun 2023.

Di Leverkusen, Xhaka turut membantu klub meraih gelar Bundesliga pertama mereka pada era Alonso. Selain itu, statusnya sebagai kapten tim juga menegaskan perannya tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga pada agenda internasional.

Saat ini, Xhaka berada di Piala Dunia bersama Timnas Swiss di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Ia memainkan setiap pertandingan dalam perjalanan Swiss hingga mencapai babak 16 besar.

Dengan semua konteks tersebut, Sunderland kini memiliki kejelasan tambahan mengenai komposisi skuad musim depan. Sementara Chelsea masih membuka kemungkinan bergerak lagi, sinyal dari kubu Sunderland menunjukkan bahwa Xhaka akan tetap mengenakan seragam Black Cats pada musim panas ini.

Penolakan tawaran sebelumnya dan penegasan bahwa Xhaka bukan target yang dijual menunjukkan bahwa Sunderland ingin menjaga stabilitas menjelang musim baru. Dengan sisa kontrak hingga 2028, posisi klub menjadi lebih kuat dalam negosiasi, sehingga setiap langkah Chelsea akan sangat bergantung pada apakah mereka bersedia menyesuaikan skema tawaran atau justru mengalihkan fokus ke opsi lain.

Dari sisi performa, Sunderland menempatkan Xhaka sebagai salah satu pilar yang berdampak langsung pada pencapaian akhir musim, termasuk kepastian tiket kompetisi Eropa setelah penantian panjang. Jejak pengalamannya di level puncak juga menjadi nilai tambah bagi tim, terlebih ketika ia tampil sebagai kapten dan membawa konsistensi permainan dari fase klub hingga panggung internasional bersama Swiss. Situasi ini membuat peluang kepindahan tetap terbuka secara teori, tetapi sinyal yang diterima dari Sunderland tetap mengarah pada kemungkinan besar sang gelandang akan memulai kampanye berikutnya sebagai bagian dari Black Cats.