jurnalistik.co.id – Babak pertama Wimbledon 2026 menghadirkan satu kejutan yang jarang terjadi. Cameron Norrie harus angkat raket setelah kalah dalam drama lima set melawan kualifikasi Michael Zheng pada hari pembuka turnamen.
Kekalahan itu sekaligus menandai awal yang sulit bagi para pemain Inggris. Norrie menjadi satu-satunya petenis Inggris yang masih berstatus unggulan setelah Emma Raducanu mundur di malam menjelang Kejuaraan.
Meski demikian, momen penting bagi Norrie tak datang dengan mudah. Ia sempat memulihkan keadaan setelah tertinggal, tetapi pada akhirnya Zheng mampu memaksa pertarungan berakhir dramatis dengan skor akhir 6-7 (7-9) 6-2 6-7 (2-7) 6-3 7-6 (10-4) setelah empat jam permainan.
Lima set, satu tiket untuk Zheng
Bagi Norrie, kekalahan ini terasa spesial karena mengakhiri catatan yang sudah cukup lama bertahan. Itu menjadi kali pertama ia tumbang di babak pertama Wimbledon sejak 2018.
Di lapangan, Zheng—yang berperingkat 144—tidak hanya tampil berani, tetapi juga efektif dalam situasi-situasi penentu. Ia mengakhiri laga dengan 21 ace, sementara Norrie hanya mencatat empat ace selama pertandingan.
Perbedaan karakter servis terlihat pula dari kesalahan ganda. Zheng melakukan empat double fault, sedangkan Norrie membuat 10 kali.
Setelah kalah pada set pertama dengan tie-break 7-9, Norrie sempat merespons dengan mengambil set kedua 6-2. Namun, Zheng kembali menekan dan menyapu set ketiga lewat tie-break 7-2, sebelum permainan bergeser lagi saat Norrie mengambil set keempat 6-3.
Di set kelima, Zheng tampil lebih solid dan memastikan kemenangan pada tie-break 10-4. Kombinasi duel panjang dan stabilitas pada momen akhir membuat kemenangan Zheng tidak datang secara kebetulan.
Persiapan rumput Norrie sempat terganggu
Norrie datang dengan momentum yang tidak sepenuhnya ideal di musim rumput. Ia hanya memainkan satu pertandingan di atas rumput jelang Wimbledon tahun ini, setelah sebelumnya harus berhenti di babak pertama French Open akibat cedera tulang rusuk.
Situasi itu tampak memengaruhi ritme Norrie pada awal laga. Ia memang sempat merebut momentum, tetapi Zheng mampu mematahkan upaya itu pada beberapa fase ketika Norrie mencoba membangun keunggulan.
Di sisi lain, hari pembuka juga membawa kabar kurang menyenangkan bagi Inggris. Jack Draper mengumumkan pengunduran diri 24 jam sebelum pertandingan pertamanya karena cedera.
Hasil lain: Dart, Stojsavljevic, hingga Dudeney jatuh pada hari pertama
Selain Norrie, sejumlah nama Inggris juga gagal melaju dari babak pertama. Harriet Dart sempat mendekati kemenangan melalui rangkaian reli yang menguras energi, tetapi akhirnya kalah 6-3 3-6 6-4 dari petenis unggulan-pranala asal Prancis/Belanda? tidak; yang benar Jelena Ostapenko.
Pertandingan Dart dan Ostapenko semula dijadwalkan berlangsung di Court 17, namun mundurnya Raducanu membuat laga mereka dipindahkan ke Court One. Dalam pertandingan yang berlangsung sekitar dua setengah jam, Ostapenko berhasil mengamankan set penentu.
Langkah berikutnya untuk Ostapenko akan ditentukan oleh hasil antara Antonia Ruzic (Kroasia) atau Darja Semenistaja. Semenistaja berstatus lucky loser yang menggantikan Raducanu dalam undian.
Sementara itu, Mika Stojsavljevic juga tidak mampu menahan laju lawannya. Ia menyerah 6-2 6-1 kepada Belinda Bencic, yang datang dengan modal sebagai juara Olimpiade 2021 dan menempati unggulan ke-11.
Di laga lainnya, Felix Gill merasakan debutnya di undian utama Grand Slam tanpa hasil maksimal. Ia kalah dari unggulan ke-23 Rafael Jodar.
Max Basing mengalami nasib serupa pada debut undian utama Grand Slam. Ia takluk menghadapi kualifikasi Shintaro Mochizuki.
Alicia Dudeney juga harus mengakhiri perjalanan lebih cepat dari yang diharapkan. Dalam penampilan pertamanya di undian utama turnamen mayor, ia kalah 6-3 6-3 dari petenis Amerika Alycia Parks.
Harapan Inggris bergeser ke nama-nama muda
Dengan sejumlah pemain Inggris tersingkir pada hari pertama, harapan tuan rumah kini bertumpu pada generasi yang lebih muda. Pada sisa kompetisi awal, peluang Inggris akan ditopang oleh Hannah Klugman, Mimi Xu, Francesca Jones, Oliver Tarvet, dan Jack Pinnington Jones.
Secara keseluruhan, terdapat 19 pemain tuan rumah yang tampil di dua undian tunggal Wimbledon. Dari jumlah itu, 17 di antaranya akan menghadapi lawan yang menempati peringkat di dalam jajaran 55 besar dunia.
Bagi para pendukung Inggris, dinamika hari pembuka ini jelas menunjukkan bahwa Wimbledon 2026 tidak memberi ruang bagi satu pihak pun untuk bergerak santai. Setiap perubahan jadwal, kondisi fisik, hingga statistik penentu pada momen kritis bisa langsung mengubah arah kompetisi.












