jurnalistik.co.id – Jika berbicara dengan warga Amerika, nama Erling Haaland seperti sudah otomatis masuk kategori pemenang. Bukan hanya karena kiprahnya di lapangan, melainkan juga karena sosoknya menjadi fenomena di media sosial.
Sepanjang Piala Dunia FIFA, striker Norwegia itu terlihat “ada di mana-mana”. Ia bersaing untuk menjadi pencetak gol terbanyak bersama Messi dan Mbappe, serta dikenal sebagai salah satu atlet dengan bayaran tertinggi di dunia. Musim sebelumnya, ia juga menjadi top scorer Premier League.
Tetapi bagi sebagian besar penggemar di Amerika, Haaland justru pertama kali dikenal lewat sesuatu yang jauh lebih viral. Ia mempopulerkan gaya komunikasi yang terasa spontan: cerita Snapchat yang kocak, wawancara tanpa filter, dan vlog yang memperlihatkan keseharian dengan nada santai.
Dalam unggahannya, Haaland pernah mengunggah selfie menggunakan filter Shrek dengan caption “selfie with my twin”. Ia juga membalas penggemar secara langsung memakai emoji tertawa sambil menangis. Di satu momen, ia sempat keliru mengeja Orlando menjadi “Ornaldo”, lalu meminta maaf kepada “all the perfect brothers and sisters out there” atas kesalahannya—sembari menatap kamera tanpa ekspresi.
Perbincangan tentang Haaland bahkan meluas dari sekadar meme olahraga. Sebelum turnamen, sebagian orang hanya mengenalnya sebagai mesin gol, atau dari meme “imagine this Viking running at you full speed”. Kini, pengikutnya tumbuh dengan basis penggemar baru yang datang dari cara ia tampil di internet.
Selama kompetisi berlangsung, jumlah pengikut Instagram Haaland naik dari 40 juta menjadi 60 juta. Di YouTube, vlog-vlognya—yang mendokumentasikan aktivitas dan petualangannya di Amerika—mendulang jutaan penonton.
Salah satu video memperlihatkannya berkunjung ke Wild Bill’s Western Store di Dallas, Texas. Ia datang untuk membeli topi koboi dan sepatu. “I’m looking forward to walking out on the street and doing this,” ujarnya sambil menundukkan kepala untuk menaikkan topinya.
Di sepanjang video, Haaland memakai kaus bertuliskan: “Y’all can kiss my Dallas.” Respon penggemarnya pun datang dari berbagai penjuru. “I think we should keep him!” komentar seorang warga Texas di Instagram. Komentar lain menyebut, “Texas looks good on you!”
Tak hanya penggemar biasa: Haaland dibawa ke suasana kampung sendiri
Marie, seorang perempuan Amerika yang menghadiri perayaan Norwegia di Miami, Florida, menyatakan ia dan banyak orang lain “We’re all rooting for Erling Haaland”. Ia bilang mereka “We’ve all fallen in love with him,” dan menilai Haaland “He’s goofy and he’s a beast.”
Berita Terkait
Robert, warga Miami lainnya, juga mengungkapkan kekagumannya. “I’m entranced by Mr Haaland,” katanya. “He’s a machine, that guy. Terminator, move over.” Dalam upaya mengekspresikan dukungan, ia mengatur sesi “row” ala Norwegia bersama 10 teman pickleball-nya di Miami Beach pada Jumat pagi, terinspirasi dari klip tim Norwegia yang sempat beredar di media sosial.
Bagi orang-orang Amerika yang tidak terlalu akrab dengan sepak bola, momen ini terasa seperti pintu masuk. “For us Americans who don’t know a lot about soccer… it’s wonderful, he’s amazing.” Meski berasal dari olahraga yang tidak selalu jadi perhatian utama, kedekatan Haaland dengan publik membuat banyak orang ikut menaruh minat.
Ia sendiri tampak menikmati waktunya di Amerika. Dalam salah satu vlog, Haaland berkata, “People are so nice here.” Ia melanjutkan, “They’re so positive. I don’t know what it is, they’re just enjoying life.” Ia juga menambahkan, “I’m definitely coming back here.”
Di konferensi pers baru-baru ini, Haaland ditanya soal penggemar barunya dari Amerika. Ia menyebut, “I like the Americans, I think they are kind of hilarious as well.” Ia juga mengatakan, “They are funny, I like the way they are.”
Interaksi langsung dengan penggemarnya menjadi bagian penting dari daya tarik itu. Salah satu pengguna Instagram memposting video tentang bawang daun (spring onion) dengan teks: “Am I losing it or does this green onion look like Haaland?” Komentar Haaland—berupa gif anjing di dalam mobil yang mengangkat alis saat jendela mobil naik—mendapatkan hampir 1.5 million likes.
Perbandingan bawang daun dengan Haaland ikut menyebar sampai ke ruang publik yang tidak terduga. Anna Paulina Luna, anggota parlemen dari Florida, pernah menanyakan di X apakah pengikutnya mendukung Norwegia atau Inggris pada perempat final Sabtu. Ia lalu mem-posting video spring onion itu dan menulis, “Just so everyone knows where I stand”, disertai emoji bendera Norwegia.
Perempat final di Miami jadi penentu lanjutan kisah ini
Apakah “bromance” Haaland dengan penggemar Amerika akan berlanjut, sangat bergantung pada hasil pertandingan Sabtu. Norwegia akan menghadapi Inggris pada perempat final, dan di laga itu Haaland berpotensi kembali bertemu sosok yang akrab baginya: Jude Bellingham.
Dua pemain ini pernah menjadi rekan setim selama dua musim di Borussia Dortmund, yakni pada 2020-22, dan mereka disebut cepat akrab. Dalam satu klip yang viral, Bellingham sempat menyela sebuah wawancara untuk mencium pipi Haaland yang tersenyum.
Kini, ketika keduanya dipertemukan lagi di Piala Dunia untuk pertama kalinya, cerita itu membawa harapan sekaligus tekanan. Tempat di semifinal dipertaruhkan, sementara penggemar menantikan kelanjutan kisah mereka di stadion—di tengah situasi di mana Haaland sudah lebih dulu menjadi bintang lintas budaya.
Terlepas dari hasil laga nanti, jika berbicara dengan warga Amerika, Haaland tetap dipandang sebagai sosok pemenang sejak sekarang. Bagi mereka, panggungnya bukan hanya di lapangan, melainkan juga di cara ia menyapa dunia lewat humor, kebiasaan kecil, dan interaksi yang terasa dekat—sesuatu yang membuat jutaan orang tetap mengikuti langkahnya, sampai ia menghadapi Inggris di Miami.












