jurnalistik.co.id – Matt Fitzpatrick berbagi pimpinan pada Genesis Scottish Open setelah ronde ketiga diwarnai kabut tebal yang membuat jadwal permainan berulang kali tertunda. Sementara itu, Rory McIlroy terhambat pada ronde tiga yang bahkan belum selesai, setelah jarak pandang turun drastis di lapangan Renaissance Club, East Lothian.
Kabut mengguncang jadwal sejak Sabtu
Pertandingan sempat dihentikan pada 10:45 BST pada Sabtu, dan baru kembali berjalan hampir dua setengah jam kemudian. Rangkaian grup teratas baru benar-benar mulai setelah lewat 18:00, namun situasi tidak benar-benar membaik.
Setelah haar kembali melanda area bermain, aksi kembali dihentikan untuk kedua kalinya pada 19:55. Saat penangguhan kedua terjadi, masih ada 22 pemain yang belum menyelesaikan petak permainan mereka.
Di tengah ketidakpastian itu, Fitzpatrick dan McIlroy tergabung dalam pasangan yang sama untuk grup penultimate. Keduanya menghadapi kondisi yang setara, tetapi hasil yang mereka dapatkan justru sangat berbeda di momen-momen krusial saat kabut mengganggu ritme.
Fitzpatrick menjaga momentum dan mengunci angka
Fitzpatrick memulai bagian ronde dengan sangat meyakinkan, mengumpulkan empat birdie dalam tujuh lubang. Hasil tersebut membawa dia menembus 12 under par, menempatkannya sejajar dengan posisi terdepan.
Namun, rentetan positif itu tidak berlangsung tanpa kendala. Setelah birdie berturut-turut, ia mencatat bogey pada lubang kedelapan, dan pukulannya di lubang itu menjadi penanda akhir putaran baginya untuk hari tersebut.
Dengan sisa permainan yang belum ia tuntaskan, Fitzpatrick berakhir terikat dengan Michael Thorbjornsen. Dengan rencana permainan dijadwalkan kembali pada pukul 07:00 BST pada Minggu, target ruang klub kemudian ditetapkan lebih dulu oleh pemain Amerika.
Johnny Keefer, yang mencatat skor 64 pada ronde ketiga, membuat clubhouse target di 10 under. Dengan angka itu, ia menjadi acuan penting bagi para pesaing yang masih harus menyelesaikan bagian ronde mereka.
Berita Terkait
Chris Gotterup selaku juara bertahan, Wyndham Clark yang merebut kemenangan di US Open, serta Jordan Smith dari Inggris termasuk di antara pemain yang masih belum menyelesaikan 54 hole. Mereka berada pada 10 under par, sementara Bob MacIntyre dari Skotlandia berada satu pukul lebih rendah di bawah angka tersebut.
McIlroy tertinggal setelah serangkaian kesalahan
Harapan McIlroy mendapat pukulan sejak dini. Meski ia berbagi posisi puncak setelah dua ronde pertama, performanya pada Sabtu berubah arah setelah ia memulai dari jeda panjang.
Setelah menyelesaikan delapan hole, ia mencatat tiga bogey yang membuatnya turun ke 6 under par. Dengan konfigurasi angka itu, McIlroy tertinggal lima pukul dari Fitzpatrick sebelum ronde kembali dilanjutkan.
Kesulitan McIlroy berawal dari bogey tiga putt pada hole ketiga. Setelah itu, ia juga kehilangan momentum ketika iron yang dipukul dari tee pada par-three hole kelima terlalu jauh melenceng dan berhenti jauh di luar sasaran green.
Di par-five hole ketujuh, masalah berlanjut. Ia sempat mencetak birdie pada dua hari pembukaan, tetapi pada kesempatan ini ia gagal mempertahankan ritme dan berakhir dengan bogey setelah bola jatuh di luar jangkauan dari jarak yang seharusnya masih bisa dijinakkan.
Keefer pilih strategi fleksibilitas
Di sisi lain, Johnny Keefer tampak nyaman dengan situasi yang terus berubah akibat cuaca dan kabut. Ia menyatakan, “Just the theme of links golf is being creative and being flexible, and understanding that things that are usually going to happen sometimes don’t,”.
Pemain berusia 25 tahun itu menambahkan, “And whether that’s a good shot or whether that’s just the weather, I think I had the mindset this week that anything can change.”
Dengan permainan yang sempat dihentikan dua kali dan batas pandang yang tidak konsisten, kata-kata Keefer seolah menjadi ringkasan tentang apa yang dibutuhkan pada turnamen ini: kemampuan beradaptasi, sekaligus menjaga eksekusi di setiap kesempatan yang tersisa.










