jurnalistik.co.id – Meta menarik kembali fitur AI gambar Muse Image di Instagram setelah mendapatkan kritik yang berlangsung selama beberapa hari. Penarikan itu dilakukan tanpa tenggat panjang, dan perusahaan menyebut perubahan sebagai koreksi atas respons publik.
Fitur yang sebelumnya disediakan melalui Meta AI memungkinkan pengguna memakai konten dari akun Instagram yang bersifat publik untuk membuat gambar hasil kecerdasan buatan. Dengan alat tersebut, materi dari akun yang ditandai dapat digunakan untuk membuat gambar palsu maupun gambar yang telah dimodifikasi.
Meta mengaitkan langkahnya dengan masukan yang datang, sekaligus menyatakan tujuan awal fitur tersebut adalah memberi pengalaman kreatif dengan kontrol.
Muse Image dan kemampuan yang sempat tersedia
Meta meluncurkan Muse Image sebagai bagian dari rangkaian AI di Meta AI pada hari Selasa. Pada implementasi di Instagram, pengguna dapat menandai akun yang tampil ke publik.
Setelah akun publik itu diberi tag, pengguna bisa dengan cepat memakai konten pada akun tersebut untuk menghasilkan materi bergambar berbasis AI. Dampaknya, gambar yang muncul dapat berupa kreasi AI sepenuhnya, atau hasil perubahan dari konten yang sudah ada.
Dalam narasi peluncuran, fitur ini diposisikan bukan hanya sebagai generator gambar, tetapi juga sebagai integrasi yang langsung terhubung dengan cara orang berinteraksi di ekosistem Meta AI.
Kritik berhari-hari membuat fitur dicabut
Namun, fitur tersebut tidak bertahan lama setelah publik mengetahuinya. Penolakan yang muncul dinilai begitu kuat hingga Meta pada akhirnya mengumumkan fitur itu tidak lagi tersedia.
Meta secara terbuka mengakui, “missed the mark, so it’s no longer available”. Pernyataan itu menekankan bahwa perusahaan menganggap implementasinya tidak sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan.
Berita Terkait
Dalam penjelasan yang menyertai keputusan penarikan, perusahaan menyatakan bahwa niat mereka adalah memberi alat kreatif yang berguna serta menempatkan kendali pada pengguna. Meta menulis: “Our intent was to provide a useful creative tool and to give people control over whether their public content could be referenced in this way,”.
Meta juga menegaskan bahwa umpan balik yang diterima menjadi alasan perubahan kebijakan, sebagaimana kalimatnya, “We’ve heard the feedback.”
Batas Instagram, tetapi integrasi lain tetap direncanakan
Ketika fitur Muse Image diumumkan beberapa hari sebelumnya, Meta mengatakan akses awalnya terbatas pada Instagram. Meski demikian, perusahaan tidak menutup kemungkinan perluasan ke platform lain.
Meta menyebut ada rencana menghadirkan lebih banyak integrasi dan fitur AI serupa ke WhatsApp, Facebook, dan Messenger. Dalam komunikasi yang sama, perusahaan juga menyatakan ada alat AI video yang masih dalam pengembangan.
Dengan demikian, pencabutan Muse Image dari Instagram memperlihatkan bahwa Meta melakukan penataan ulang pada fitur yang sempat melibatkan rujukan konten publik dari akun pengguna, sementara agenda pengembangan AI lain tetap disebut dalam rencana.
Dampak langsung bagi pengguna Meta AI
Setelah Muse Image ditarik, pengguna Meta AI tidak lagi bisa menggunakan mekanisme penandaan akun Instagram publik untuk membuat gambar hasil AI dari konten yang terdapat pada akun tersebut melalui fitur itu.
Keputusan ini juga menggambarkan cara Meta menilai keseimbangan antara kreativitas pengguna dan batas penggunaan konten publik. Meta memosisikan kendali sebagai bagian dari maksud awal, tetapi tanggapan yang muncul mendorong perusahaan mengubah ketersediaan.
Pada akhirnya, penarikan fitur mengganti kondisi yang sebelumnya memungkinkan pembuatan gambar palsu atau gambar yang diubah dengan cepat menggunakan konten dari akun publik di Instagram.












