Entertainment

Harry Styles Ukir Rekor Baru di Wembley, Melampaui Catatan Taylor Swift dan Coldplay

×

Harry Styles Ukir Rekor Baru di Wembley, Melampaui Catatan Taylor Swift dan Coldplay

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Harry Styles beats Taylor Swift's and Coldplay's Wembley records

jurnalistik.co.id – Harry Styles menutup rangkaian konser bersejarahnya di Stadion Wembley setelah menyelesaikan 12 penampilan yang semuanya terjual habis.

Pencapaian itu membuatnya melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Coldplay dan Taylor Swift, sekaligus menjadikannya pemegang catatan konser terbanyak di Wembley dalam satu tahun untuk seorang artis, atau yang terbanyak dalam satu rangkaian tur untuk kategori artis solo.

Styles, 32 tahun, memulai fase London dari tur “Together, Together” pada 12 Juni, dan penampilan terakhirnya berlangsung pada Sabtu.

Pada konser penutup yang disaksikan sekitar 80.000 orang, sang penyanyi berhenti sejenak untuk memberi penghormatan kepada rekan-rekannya di era One Direction. Ia menyebut mereka sebagai bagian besar dari perjalanan yang membawanya sampai ke panggung Wembley.

Dalam momen itu, Styles mengatakan, “I wouldn’t be on this stage if it wasn’t for four friends of mine that were a massive part of this journey,” sebelum menambahkan ucapan terima kasih untuk Niall, Louis, Zayn, serta Liam.

Ia melanjutkan, “I wanna thank Niall, Louis, Zayn and my dear friend Liam for these nights and everything that I learned in this time, the friendship, everything… none of this would be possible, I wouldn’t be here without you, thank you so much.”

Tur terbaru Styles awalnya dijadwalkan hanya enam malam di Wembley, namun diperpanjang karena permintaan yang tinggi dari penggemar.

Rekor yang ia capai kali ini juga melewati catatan Coldplay, yang sebelumnya menjalani 10 malam berturut-turut pada musim panas tahun lalu, serta melampaui Swift yang tampil delapan malam di stadion tersebut pada 2024.

Di bagian lain konser, Styles juga mengajak penonton untuk sejenak merenungkan perjalanan kariernya. Ia menyampaikan hal itu 16 tahun setelah The X Factor difilmkan di lokasi yang sama.

“16 years ago… just outside of this building, just next door… I was put into a band that changed my life,” ucapnya, menggambarkan bagaimana awal mula masa band itu mengubah arah hidupnya.

Ia menambahkan, “As I drive through this area, I’m flooded with memories from that time.”

Styles kemudian menegaskan arti kembalinya ia ke Wembley bagi dirinya, dengan mengatakan, “And every time I have the privilege of returning to Wembley, it’s meant an incredibly great deal to me. Thank you so much.”

One Direction sendiri terbentuk pada 2010 melalui ajang pencarian bakat The X Factor, sebelum kemudian menjalani masa hiatus yang tidak ditentukan pada 2016. Liam Payne, salah satu anggota grup tersebut, meninggal dunia pada 2024 dalam usia 31 tahun.

Lebih jauh, Styles menuturkan bahwa karier solonya dimulai pada 2017, dan sejak itu ia memperoleh enam Brit Awards, tiga Grammy Awards, serta dua Ivor Novello Awards.

Album studio keempat Styles bertajuk “Kiss All The Time. Disco, Occasionally” dirilis pada Januari, dan menjadi bagian dari rangkaian pembahasan yang mengiringi tur “Together, Together”.

Menjelang konser Sabtu, Stadion Wembley juga menyatakan telah menyiapkan spanduk peringatan untuk menandai rekor yang dicapai Styles. Dalam unggahan di X, Wembley menulis: “12 shows. One record. A place in Wembley history”.

Sementara itu, perjalanan tur Styles masih berlanjut ke Brasil, Meksiko, dan Amerika Serikat. Rangkaian pertunjukan ini akan berakhir di Australia pada bulan Desember.

Bagi Styles, catatan di Wembley kali ini bukan sekadar angka penampilan, melainkan penegasan atas perjalanan panjang dari panggung yang membesarkan dirinya bersama One Direction hingga kembali berdiri sebagai artis solo dengan rekor baru.