jurnalistik.co.id –
Istilah “golden retriever” belakangan ramai dipakai di media sosial untuk menyebut sosok kekasih idaman: hangat, setia, dan penuh kasih sayang. Bahkan, kemiripan karakter ini kerap dikaitkan dengan pesona yang ditunjukkan figur publik seperti Travis Kelce atau Tom Holland, sementara di TikTok banyak video pria dengan label yang sama terlihat gelisah mencari pasangannya di tengah keramaian.
Di balik citra manis itu, penting untuk memahami dua sisi dari tipe yang populer di percakapan tersebut. Real Simple menyoroti bahwa komitmen dalam hubungan sering tampak dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari, dan karakter “golden retriever” memang dikenal membangun suasana seperti itu.
Rasa aman yang konsisten
Salah satu kelebihan utama pria tipe ini adalah kemampuannya memberi rasa aman secara emosional. Dengan pendekatan yang hangat dan responsif, kecemasan serta keraguan tentang posisi pasangan bisa berkurang secara drastis.
Dalam penjelasannya, terapis kesehatan mental Brianna Paruolo, LCMHC, menyebut, “Tidak ada permainan pikiran yang melelahkan dengan tipe kepribadian ini.” Maksudnya, dinamika relasi cenderung terasa lebih tenang karena pasangan tidak perlu terus-menerus menyusun kewaspadaan.
Ketenangan itu tidak hanya terasa saat berbicara atau berdiskusi, tetapi juga bisa berdampak pada keseharian. Sumber yang sama menuliskan bahwa rasa aman yang konsisten bahkan dapat membuat pasangannya tidur lebih nyenyak.
Psikolog klinis Christie Ferrari, PsyD, menambahkan, “Ketika seseorang secara konsisten bersikap hangat, responsif, dan penuh kasih sayang, hubungan cenderung terasa lebih aman, sehingga memudahkan kedua orang untuk merasa puas.” Ujungnya, kedua pihak diberi ruang untuk merasa puas dalam hubungan, karena kebutuhan emosional dasar cenderung lebih terjaga.
Risiko: menjadi terlalu bergantung
Berita Terkait
Meski begitu, sikap hangat yang berulang juga dapat menimbulkan efek samping. Sebagai pasangan, seseorang bisa perlahan menjadi terlalu bergantung pada figur tersebut untuk meredakan stres.
Karena itu, penting untuk tetap melatih kemampuan menenangkan diri sendiri ketika menghadapi tekanan. Contoh yang disebut adalah mengatur napas atau mengucapkan afirmasi positif, sehingga redanya emosi tidak sepenuhnya bergantung pada orang lain.
Sisi positif yang “menular”
Ciri lain yang menonjol dari pria tipe “golden retriever” adalah kecenderungan melihat sisi terbaik dari pasangannya serta situasi yang dihadapi. Ia percaya bahwa pasangan memiliki niat baik walau sempat berbuat salah, dan juga setia membantu untuk bangkit dari kegagalan.
Sifat ini sering membuat suasana hubungan terasa lebih ringan dan penuh dukungan. Namun, sumber yang sama juga mengingatkan bahwa pendekatan yang terlalu santai bisa membuatnya menghindari emosi yang lebih rumit.
Dalam konteks relasi, Romanoff menjelaskan adanya tekanan yang mungkin tidak disadari oleh semua orang. “Sering kali, pasangan mereka mungkin merasakan tekanan kuat untuk mengikuti sikap riang mereka,” ujarnya.
Jika dinamika itu dibiarkan, harmoni yang tampak stabil dapat berubah menjadi sesuatu yang kurang jujur. Sumber tersebut menilai bahwa pada akhirnya kebencian bisa menumpuk, sementara suasana “riang” yang dipertahankan terasa semakin palsu.
Dengan kata lain, tipe yang hangat dan setia bisa menjadi fondasi yang baik, tetapi tetap perlu perhatian pada keseimbangan. Poinnya bukan menghapus sisi manisnya, melainkan memastikan setiap orang tetap punya ruang untuk mengelola tekanan, serta tidak terjebak ritme emosi yang dipaksa selalu positif.
Di saat komitmen itu terlihat lewat respons yang konsisten, hubungan juga cenderung tidak terlalu menyedot tenaga untuk saling menebak. Pasangan bisa merasa percakapan berjalan lebih tenang, lalu dampaknya ikut terasa pada rutinitas—bahkan pada momen istirahat yang menjadi lebih nyaman.
Meski hangat dan optimistisnya sering memberi dukungan, tetap ada kebutuhan agar pendekatan tersebut tidak berubah menjadi tekanan terselubung. Ketika seseorang merasa “harus” mengikuti sikap riang pasangannya, ruang untuk emosi yang lebih kompleks bisa tergerus, dan harmoni yang tampak stabil berisiko bergeser menjadi suasana yang kurang jujur karena kebencian menumpuk.








