Olahraga

Hasil Wimbledon 2026: Flavio Cobolli kalahkan Alex de Minaur ke perempat final

×

Hasil Wimbledon 2026: Flavio Cobolli kalahkan Alex de Minaur ke perempat final

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wimbledon 2026 results: Flavio Cobolli beats Alex de Minaur to reach quarter-finals

jurnalistik.co.id – Flavio Cobolli sukses menembus perempat final Wimbledon 2026 setelah mengalahkan petenis Australia Alex de Minaur dalam laga yang menguras tenaga dan sempat diwarnai momen-momen dramatis.

Atlet unggulan kelima itu mengunci kemenangan untuk membawa dirinya ke babak delapan besar untuk tahun kedua berturut-turut. Kemenangan atas De Minaur juga memperpanjang kunjungan Cobolli di kawasan London barat daya.

Cobolli mengawali hari dengan kabar yang sama menariknya di luar lapangan: sang kakek turut membantu mencari tempat tinggal agar ia bisa tetap berada di Wimbledon. Situasi tersebut muncul setelah ia memastikan diri lolos ke perempat final.

Menjelang Wimbledon, Cobolli tampil dengan lintasan yang tidak terlalu panjang di lapangan rumput. Di bulan Juni, ia mencapai final Prancis Terbuka, lalu hanya memainkan satu pertandingan tunggal di atas rumput sebelum turnamen ini dimulai, dan pada laga itu ia kalah straight set dari Frances Tiafoe.

Namun, ketika Wimbledon memasuki fase penentu, Cobolli justru menunjukkan penampilan yang solid. Ia mampu menjinakkan De Minaur dengan skor 7-5, 7-6 (7-4), 6-3.

Usai laga, ketika ditanya soal rencana pemulihan, Cobolli menjawab dengan nada santai. Ia berkata, “Ice cream and today my dad cooks pasta with tomato and onion.” Ia melanjutkan, “It’s the World Cup so I want to see Spain and Portugal.”

Rangkaian candaan itu kemudian bergeser ke urusan logistik selama turnamen. “I hope I can go early to the house but first of all we have to find one. We have our luggage at the old house and now we have to find [a new] one.”

Terakhir, Cobolli juga melontarkan pertanyaan kepada orang-orang di sekitarnya. “Maybe you guys have a house here in Wimbledon?”

Untuk babak berikutnya, Cobolli akan menunggu pemenang antara Arthur Fery dari Inggris dan Grigor Dimitrov. Pertarungan tersebut memperebutkan satu tempat di semifinal.

Di konferensi pers setelah pertandingan, petenis berusia 24 tahun itu kembali menegaskan bahwa ia sudah menemukan tempat untuk bermalam. Ia menyampaikan, “My grandfather help us to found a solution for tonight. But we found solution for all the week, I hope.”

Ia juga menambahkan rasa terima kasih atas kebaikan pihak sekitar. “An Italian family give us all the house here in Wimbledon, so it’s really cool.” Cobolli berjanji menyampaikan apresiasi ketika bertemu langsung. “I will say thanks to them when I see them.”

Pada pertandingan di Court One, suhu lapangan mencapai 31C pada Senin, dan situasi di tribun sempat memunculkan gangguan medis. Laga bahkan mengalami jeda sebanyak dua kali akibat insiden kesehatan di kerumunan.

Di salah satu sela permainan, Cobolli dan De Minaur memilih untuk saling berbincang. Mereka duduk bersama di area teduh sekaligus berdiskusi dengan penonton selama jeda berlangsung.

Ketika duel memasuki set kedua, De Minaur sempat terlihat lebih nyaman. Ia membuka keunggulan besar hingga 5-2 di set tersebut, namun Cobolli mampu mengubah ritme dan mematahkan laju lawannya, sebelum akhirnya menguasai ujung set lewat tie-break.

Berkat kemenangan itu, De Minaur harus menerima kenyataan pahit. Ia menanggung tekanan karena sebelumnya belum pernah menembus babak perempat final turnamen Grand Slam dalam tujuh penampilan. Kegagalan untuk melangkah lebih jauh terasa sangat personal baginya.

De Minaur mengekspresikan kekecewaannya secara gamblang. Ia mengatakan, “It breaks me inside. That’s the reality of it,” lalu menambahkan, “To not step up to the plate, it’s truly gut wrenching.”

Ia juga menggambarkan bagaimana mimpi dan harapan yang ia bangun sepanjang waktu justru terasa menjauh. “The goals, the beliefs, the dreams you have, they start fading away or they feel a little bit further away than when they once were.”

Sementara itu, dari pertandingan lain, petenis unggulan keenam Taylor Fritz melanjutkan ambisinya untuk meraih gelar Grand Slam pertama. Fritz menang dengan skor 7-6 (7-1), 6-4, 6-4 atas Alexander Bublik yang berstatus unggulan kesepuluh.

Dengan hasil tersebut, Fritz berpeluang menghadapi Alexander Zverev dalam laga berikutnya. Pertemuan Fritz dan Zverev pada tahap berikutnya akan ditentukan oleh undian, namun secara rekor head-to-head, Fritz memenangi tujuh pertemuan terakhir mereka.

Di laga lain pada jadwal yang lebih belakangan, Zverev—sebagai unggulan kedua—akan berhadapan dengan Jiri Lehecka dalam pertandingan terakhir di Centre Court. Dengan posisi ini, Zverev masih memegang peran penting untuk menentukan wajah pertandingan-pertandingan menuju fase semifinal.

Secara keseluruhan, rangkaian hasil pada hari tersebut menegaskan betapa ketatnya kompetisi Wimbledon 2026. Cobolli berhasil memanfaatkan peluang dan ketahanan mentalnya untuk menembus delapan besar, sementara De Minaur—yang sempat memimpin di momen kunci—harus menelan kegagalan yang membuatnya sulit dilupakan.

Di sisi lain, kemenangan Fritz dan prospek laga lanjutan melawan Zverev menambah daya tarik jalannya turnamen, menjelang pertandingan-pertandingan yang akan mengarah ke semifinal dan pertarungan paling menentukan untuk memperebutkan gelar.