Olahraga

Wimbledon 2026: Naomi Osaka Mengejutkan Aryna Sabalenka untuk Lolos Perempatfinal

×

Wimbledon 2026: Naomi Osaka Mengejutkan Aryna Sabalenka untuk Lolos Perempatfinal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wimbledon 2026 results: Naomi Osaka stuns Aryna Sabalenka in superb performance to reach quarter-finals

jurnalistik.co.id – Naomi Osaka melaju ke perempatfinal Wimbledon 2026 setelah menumbangkan unggulan teratas Aryna Sabalenka dalam pertandingan yang tampil dominan sejak awal.

Bermain di Centre Court, petenis Jepang itu menang dengan skor 6-2, 7-6 (7-2), sekaligus menjadi pencapaian debutnya untuk babak delapan besar turnamen tersebut.

Ini juga mematahkan catatan Sabalenka sebagai peringkat dunia nomor satu. Bagi Osaka, kemenangan tersebut terasa seperti lonjakan besar dalam performanya di lapangan rumput.

Osaka mengungguli lawan dari berbagai aspek—servis, pola permainan dari baseline, hingga cara mengatur tempo poin. Ia tidak hanya menyerang, tetapi juga membaca momen dengan lebih tenang ketika Sabalenka mulai mencoba menekan.

Selepas memastikan kemenangan pada match point keduanya, Osaka terlihat menahan raket ke arah kepalanya sambil memperlihatkan ekspresi tak percaya.

Hasil ini tercatat sebagai kekalahan Sabalenka dalam dua set langsung yang pertama dalam rentang 122 pertandingan. Dalam konteks Grand Slam, ini juga menjadi keluarnya Sabalenka yang paling awal sejak French Open 2022.

Kemenangan Osaka sekaligus menandai pertemuan keempat kedua pemain dalam tiga bulan terakhir. Sebelumnya, Sabalenka memenangkan tiga pertemuan terakhir, namun kali ini Osaka tampil lebih siap.

Di laga tersebut, Osaka terlihat menjaga ritme permainan yang konsisten. Ia mampu menyamai kecepatan pukulan Sabalenka, sekaligus bergerak lebih leluasa untuk membuka ruang tembak.

Sabalenka kemudian berjalan keluar lapangan dengan cepat setelah kecewa karena pencarian gelarnya di musim ini belum juga menemukan bentuk yang diharapkan.

Osaka mengubah duel jadi kendali beruntun

Osaka memulai set pertama dengan kendali yang langsung terasa. Poin-poinnya lebih terarah, sementara kesalahan dari sisi Sabalenka mulai bermunculan ketika tempo permainan dipercepat.

Sebuah pukulan winner besar—yang menjadi yang kedua dari total 21 winner yang ia buat dalam pertandingan—membawa Osaka mematahkan servis Sabalenka lebih awal.

Ia kemudian bahkan unggul hingga memimpin double break. Dalam fase ini, Sabalenka kesulitan menemukan ritme yang stabil, dan pukulan-pukulan kerasnya tidak selalu menghasilkan tekanan yang sama seperti sebelumnya.

Kedua pemain sama-sama memiliki kemampuan memukul keras, tetapi Osaka terlihat lebih terkontrol. Set pembuka pun ditutup dalam tempo cepat, hanya 32 menit.

Memasuki set kedua, Sabalenka sempat mengalami periode sulit. Pada satu momen, ia bahkan terlihat menyentuh kepala dengan raketnya—sebuah reaksi yang menggambarkan frustrasi saat bola-bola keluar dari rencana permainannya.

Namun, servis menjadi “penyelamat” Sabalenka ketika ia butuh momen untuk meredam tekanan. Meski begitu, Osaka tetap mampu bertahan dan terus mencari ruang untuk mengubah skor.

Sabalenka sebenarnya datang dengan rekor kuat dalam situasi tie-break di level major—ia memenangkan 21 tie-break beruntun. Karena itu, ia tampak berpeluang besar untuk memaksa penentuan set ketiga.

Sayangnya, rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Osaka kembali merebut momentum, melaju dengan cepat hingga memimpin 5-1, dan setelah itu ia tidak lagi memberi ruang bagi Sabalenka untuk kembali mengendalikan jalannya permainan.

Dengan kemenangan itu, Osaka memastikan langkah berikutnya ke semifinal Wimbledon 2026.

Menunggu Muchova di semifinal

Di fase berikutnya, Osaka akan menghadapi petenis putri asal Ceko, Karolina Muchova, yang berstatus unggulan ke-10. Pertarungan tersebut akan menentukan siapa yang berhak melaju ke partai perebutan gelar.

Muchova sendiri melangkah setelah mengalahkan Barbora Krejcikova, yang merupakan juara Wimbledon 2024. Kemenangan Muchova membuat turnamen ini akan memiliki pemenang tunggal putri yang berbeda untuk kesepuluh turnamen berturut-turut.

Setelah laga, Osaka menyampaikan rasa syukurnya. Ia mengatakan, “It’s been a long time since I had so much fun on the court,” lalu menambahkan, “To do it here means a lot.”

Ia menilai keberhasilan itu sebagai hasil dari perjalanan yang panjang, bukan sesuatu yang datang secara instan.

Secara performa, Osaka memang mengalami masa sulit setelah kembali dari cuti melahirkan pada Juli 2023. Ia kesulitan menemukan bentuk terbaiknya, namun perubahan mulai tampak belakangan ini.

Menurut laporan pertandingan, pergantian pelatih di akhir tahun lalu turut berperan dalam kebangkitan Osaka. Ia bekerja dengan Tomasz Wiktorowski, pelatih yang sebelumnya menangani Iga Swiatek.

Bersama Wiktorowski, Osaka mencapai semifinal US Open 2025, lalu meraih hasil terbaik dalam kariernya di Roland Garros. Dari situ, ia melanjutkan momentum tersebut hingga ke Wimbledon.

Ketika ditanya mengenai alasan peningkatannya di lapangan rumput, Osaka merespons dengan menyebut peran timnya secara spesifik: “The big Polish man! Shout out Tomasz! “Shout out to the rest of my team, they are the best. I have so much fun with them and I learn so much from them. “I’m so grateful they are on this journey with me.”

Kemenangan atas Sabalenka juga menggambarkan bagaimana Osaka dapat mengubah gaya permainan menjadi alat untuk mendikte lawan. Ia memperlihatkan pola yang biasanya identik dengan peran pemain unggulan: menekan dari rally dasar, kemudian mengeksekusi kontrol poin melalui servis dan pukulan forehand.

Dengan kemenangan 6-2, 7-6 (7-2) itu, Osaka tidak sekadar lolos ke perempatfinal—ia melakukannya dengan performa yang terstruktur dan meyakinkan di momen-momen penting.

Kini, fokusnya beralih pada laga semifinal melawan Muchova, sementara Sabalenka harus menerima kenyataan bahwa laju pencariannya untuk meraih gelar musim ini kembali terhenti lebih cepat dari target.