Olahraga

Wimbledon 2026: Arthur Fery Kalahkan Grigor Dimitrov di Lima Set, Jadi Wildcard Inggris Pertama ke Perempat Final

×

Wimbledon 2026: Arthur Fery Kalahkan Grigor Dimitrov di Lima Set, Jadi Wildcard Inggris Pertama ke Perempat Final

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wimbledon 2026 results: Arthur Fery stuns Grigor Dimitrov to reach quarter-finals

jurnalistik.co.id – Arthur Fery terus menorehkan kisah mengejutkan di Wimbledon 2026 dengan melaju ke perempat final setelah menaklukkan Grigor Dimitrov lewat laga lima set yang sarat drama.

Pertandingan itu berakhir dengan skor 7-5, 3-6, 4-6, 6-4, 7-6 (10-7) untuk Fery di Centre Court yang memantulkan antusiasme penonton sepanjang duel.

Bagi Fery, kemenangan ini terasa seperti klimaks dari perjalanan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia adalah petenis peringkat 114 dunia yang menjalani debut di panggung Wimbledon terbesar—tempat yang hanya beberapa langkah dari lokasi ia tumbuh.

Sepanjang pertandingan, Fery menunjukkan ketenangan yang jarang terlihat pada pemain yang datang sebagai wildcard. Ia mampu bertahan ketika situasi berayun, terutama pada momen-momen kunci di set keempat.

Dalam set keempat, Dimitrov sempat mengambil kendali dengan keunggulan, namun Fery dua kali berhasil bangkit menyamakan keadaan setelah sempat berada dalam posisi tertinggal akibat break servis.

Setelah pertarungan panjang dan tarik-menarik tempo, Fery akhirnya memaksa laga berlanjut ke set penentuan. Kuncinya ada pada kemampuan menjaga fokus ketika peluang hampir menghilang.

Di set kelima, Fery mengambil alih momentum menuju tie-break. Ia “memegang kendali saraf” untuk memenangkan tie-break penentuan dengan skor 10-7.

Kemenangan ini juga membawa sejarah baru bagi tenis Inggris. Fery menjadi wildcard Inggris pertama yang mencapai perempat final Grand Slam, sekaligus menjadi petenis dengan peringkat terendah yang mampu menembus babak delapan besar turnamen putra di Wimbledon dalam 12 tahun terakhir.

Usia Fery yang baru menginjak 23 tahun menjadi bagian dari gambaran besarnya: ia tidak sekadar berpartisipasi, tetapi benar-benar memperluas batas performanya sampai jauh melampaui ekspektasi awal.

Saat pertarungan memasuki fase paling panas, suasana Centre Court ikut berubah menjadi panggung tegang yang menuntut satu detik keputusan yang menentukan. Setelah hasil akhirnya memastikan tiket perempat final, Fery berdiri dengan ekspresi tak percaya, sambil menahan keterkejutan saat para penonton berdiri memberi tepuk tangan.

Dimitrov sendiri datang dengan ambisi besar. Mantan petenis peringkat tiga dunia itu mengejar tempat di perempat final setelah pengalaman pahit tahun lalu di tempat yang sama, ketika ia pensiun karena cedera saat memimpin Jannik Sinne—yang akhirnya menjadi juara—dengan skor dua set.

Pada laga kali ini, Dimitrov sempat terlihat mampu mengunci kemenangan. Setelah set pembuka berjalan sesuai awal yang bagus untuk Fery, Dimitrov mampu berbalik dan mengambil keunggulan, termasuk pada set keempat ketika pertarungan kembali menegang.

Namun, seperti yang ia perlihatkan sepanjang minggu, Fery menolak untuk runtuh. Ia tetap bergerak dan menekan, lalu meloncat merayakan saat ia berhasil memaksa pertandingan memasuki decider.

Fery juga menjadi bukti bahwa ia bukan sekadar “bertahan”, melainkan sanggup mengubah ritme pertandingan sesuai kebutuhan. Ia menjadi satu-satunya pemain Inggris yang masih tersisa di undian tunggal sejak babak kedua turnamen berlangsung.

Di tengah sorotan besar, ada pula sosok yang menambah bobot momen tersebut. Roger Federer—yang menyaksikan dari Royal Box—berada di antara ribuan penonton yang menikmati setiap poin hingga penutup yang menentukan.

Dengan kemenangan ini, Fery akan menghadapi Flavio Cobolli pada babak perempat final. Cobolli adalah unggulan kesembilan asal Italia, dan duel tersebut akan menentukan siapa yang melaju ke semifinal pada Rabu mendatang.

Untuk Dimitrov, kekalahan ini menutup kesempatan bertahan di kompetisi kali ini. Tetapi bagi Fery, hasil tersebut membuka babak baru: langkah berikutnya di Wimbledon 2026 akan menguji apakah momentum bersejarah ini bisa terus dipertahankan di level yang lebih tinggi.