Hukum & Kriminal

Blake Lively Dikabulkan $400.000 dari Klaim $8m untuk Biaya Hukum vs Justin Baldoni

×

Blake Lively Dikabulkan $400.000 dari Klaim $8m untuk Biaya Hukum vs Justin Baldoni

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Blake Lively awarded $400,000 of $8m she claimed for legal fees in Justin Baldoni battle

jurnalistik.co.id – Blake Lively memperoleh sebagian dari biaya hukum yang ia tuntut dalam sengketa dengan Justin Baldoni. Pengadilan mengabulkan $400.000 (£340.000) dari klaim total sekitar $8 juta (£6,9 juta) untuk menutup pengeluaran hukum yang timbul saat menghadapi gugatan defamasi.

Dalam putusan terbaru, hakim memutuskan jumlah yang diterima Lively tidak sebesar yang ia minta. Majelis hakim juga menilai ada permintaan yang dianggap melampaui kebutuhan untuk membela bagian defamasi yang diajukan Baldoni.

Lively dan Baldoni sebelumnya terlibat perselisihan hukum yang bermula dari perkara berbeda. Lively lebih dahulu menggugat Baldoni, yang saat itu merupakan rekan main sekaligus sutradara film It Ends With Us (rilis 2004), dengan tuduhan pelecehan seksual dan pembalasan.

Setelah itu, Baldoni mengajukan gugatan balik terkait defamasi. Pada 2025, keluhan defamasi Baldoni diputuskan gugur oleh hakim, sementara Lively tetap mengupayakan penggantian biaya hukum atas pertarungan tersebut.

Gugatan awal Lively menyertakan tuntutan agar ia mendapatkan kompensasi biaya pengacara. Ia mengajukan klaim sekitar $7,5 juta (£6,4 juta) untuk honor pengacara serta $540.000 (£460.000) untuk biaya lain yang ia sebut terkait kebutuhan persidangan.

Namun hakim menyatakan ia seharusnya memperoleh jauh lebih sedikit. Putusan menetapkan total biaya yang dapat diganti sebesar $407.451, dengan pertimbangan bahwa permintaan Lively mencakup lebih banyak pihak dan waktu daripada yang diperlukan untuk menangkis gugatan defamasi.

Dalam pertimbangan tersebut, hakim juga menolak klaim Lively atas biaya lain yang dikategorikan sebagai “intertwined” atau saling terkait dengan dinamika hukum yang lebih luas. Hakim menilai cara perhitungan yang diajukan Lively menggunakan pendekatan yang “blunderbuss”, yakni terlalu melebar saat mengukur jam kerja yang dapat dimintakan penggantian.

Perlindungan di bawah hukum California

Putusan ini dijalankan dengan merujuk pada hukum California tahun 2023. Aturan itu dirancang untuk melindungi para pengadu pelecehan seksual agar tidak menghadapi gugatan defamasi balasan dari pihak yang dituding.

Kedua belah pihak menilai keputusan yang sama sebagai kemenangan dalam cara pandang mereka masing-masing. Pengacara Lively menyebut putusan ini sebagai pencapaian penting karena merupakan bentuk pertama dari pemberian biaya dan ongkos berdasarkan ketentuan tersebut.

Dalam pernyataannya, tim hukum Lively mengatakan, “This first-ever award of fees and costs under this California law is historic, and demonstrates that there are real consequences of bringing retaliatory lawsuits.” Mereka juga menegaskan bahwa sejak awal perkara, fokus Lively bukan semata uang.

Menurut pengacara Lively, “As we have said from day one, Blake Lively’s case was never about money – it was about accountability.” Kalimat itu menekankan bahwa Lively memandang gugatan yang ia ajukan sebagai bentuk pertanggungjawaban, bukan transaksi finansial.

Sementara itu, Baldoni juga membantah tuduhan yang dilontarkan terhadap dirinya. Ia menolak klaim bahwa ia melecehkan Lively atau mengatur kampanye fitnah terhadapnya.

Alur perkara dan penyelesaian di kemudian hari

Di sepanjang prosesnya, hakim sempat menolak sebagian klaim Lively terhadap Baldoni. Pada awal tahun ini, pengadilan mendismiss bagian-bagian gugatan yang diajukan Lively, termasuk unsur pelecehan seksual.

Setelah putusan atas berbagai bagian gugatan itu, kedua pihak kemudian sepakat menyelesaikan perkara melalui mekanisme perdamaian. Kesepakatan tersebut diumumkan pada bulan berikutnya untuk mengakhiri sengketa yang mereka hadapi.

Bagi tim Baldoni, putusan terkait biaya hukum dipandang sebagai sinyal yang kuat. Bryan Freedman, pengacara Baldoni, menyatakan bahwa keputusan tersebut merupakan kemenangan yang signifikan bagi kliennya.

Ia juga menambahkan, “The ruling is a significant victory for my clients and sends a clear message that, no matter how powerful you may be, the courtroom is not a place to take advantage of the law for your own personal gain.” Menurut Freedman, pengadilan tidak memberikan ruang untuk penggunaan proses hukum demi keuntungan pribadi.

Dengan demikian, keputusan hakim atas biaya menjadi bagian dari rangkaian putusan yang membentuk arah sengketa kedua artis tersebut. Dalam konteks defamasi yang diajukan Baldoni, gugatan itu dinyatakan gugur pada 2025, sementara Lively masih menempuh langkah untuk memperoleh penggantian pengeluaran yang timbul.

Walaupun jumlah yang diterima Lively tidak sesuai permintaan awalnya, putusan tetap memberi pengakuan atas sebagian biaya yang dapat ia klaim. Di saat yang sama, pertimbangan hakim memperjelas batas perhitungan biaya yang bisa diganti ketika klaim dianggap terlalu luas.

Putusan ini juga menegaskan bagaimana hukum California tahun 2023 diterapkan pada kasus-kasus yang melibatkan tuduhan pelecehan seksual dan potensi gugatan defamasi balasan. Dengan adanya angka yang diputuskan pengadilan, kasus Lively dan Baldoni kembali menarik perhatian pada bagaimana biaya litigasi diatur ketika perkara berubah arah dari gugatan utama menjadi gugatan balasan.

Ke depan, hasil putusan tersebut tetap menjadi rujukan penting bagi para pihak yang berurusan dengan konsekuensi hukum dari tuduhan pelecehan dan respons balik di pengadilan. Bagi Lively, putusan biaya hukum menjadi penguat bahwa klaimnya tidak dipandang semata persoalan uang, melainkan sebagai bagian dari tuntutan pertanggungjawaban dalam proses hukum yang panjang.