Hukum & Kriminal

Kawanan Pencuri Mengambil Artefak Zaman Perunggu dari Museum Villena di Alicante, Beraksi 4 Menit

×

Kawanan Pencuri Mengambil Artefak Zaman Perunggu dari Museum Villena di Alicante, Beraksi 4 Menit

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Thieves steal Bronze Age artifacts from Spanish museum in four-minute heist

jurnalistik.co.id – Perampokan kilat terjadi di Museum Villena, di provinsi Alicante, Spanyol, dengan target utama koleksi emas prasejarah. Aksi itu berlangsung sangat singkat sebelum petugas tiba.

Menurut pihak museum, “Treasure of Villena” merupakan salah satu kumpulan emas tertua dan paling penting di kawasan tersebut. Koleksi ini mencakup hampir 10 kilogram emas, termasuk cincin, mangkuk, botol, dan gelang dari Zaman Perunggu.

Hingga kini, polisi masih menilai berapa tepatnya jumlah dan jenis benda yang hilang dari serbuan dini hari tersebut. Museum juga telah mengonfirmasi bahwa cincin, mangkuk, dan gelang termasuk di antara barang yang dibawa pelaku.

Warga setempat menyoroti skala kehilangan karena sebagian besar nilai koleksi berkaitan dengan perhiasan dan artefak emas. Otoritas setempat menyebut aksi itu menargetkan “sebagian besar harta karun” yang tersimpan di museum.

Alur kejadian pada dini hari

Perampokan berlangsung pada Jumat dini hari. Dinas setempat melaporkan bahwa operasi pengalihan dimulai lebih dulu sebelum alarm di museum berbunyi.

Pada pukul 05:15 waktu setempat (03:15 GMT), alarm di pusat olahraga setempat berbunyi sehingga polisi lebih dulu dikirim ke lokasi tersebut. Media Spanyol menyampaikan bahwa langkah ini membuat respons aparat terarah terlebih dahulu ke titik pengalihan.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 05:20 alarm museum ikut aktif. Dari keterangan yang dihimpun, pelaku memanfaatkan jeda waktu itu untuk bergerak di dalam gedung.

Waktu yang dibutuhkan pencuri untuk menyapu area museum dan meninggalkan bangunan disebut hanya empat menit. Setelah itu, petugas baru kemudian tiba di lokasi.

Seorang juru bicara dewan kota Villena mengatakan operasi di Museum Villena berjalan “super fast and super professional”. Pernyataan tersebut menekankan bahwa pelaku bekerja cepat dan terkoordinasi.

Isi koleksi yang hilang

Wali kota Villena, Fulgencio Cerdán, menyebut pencuri “stole a large part of the treasure,” khususnya mengambil seluruh emas. Hal itu diberitakan El Pais dalam laporannya mengenai perampokan tersebut.

Koleksi Museum Villena diperkirakan berasal dari sekitar 1.000 SM. Selain item emas, koleksi tersebut juga memuat benda lain seperti kepingan perak, besi, dan amber.

Secara keseluruhan, museum memiliki lebih dari 60 objek dari Zaman Perunggu. Di dalamnya tercatat 29 gelang, 11 mangkuk, tiga botol, serta sejumlah kepingan lain yang dikategorikan sebagai bagian campuran.

Polisi masih memverifikasi detail pencurian, termasuk apakah seluruh kategori benda yang hilang berasal dari bagian yang sama di koleksi. Penilaian itu penting untuk mengetahui kerugian yang akurat dari insiden tersebut.

Temuan koleksi dan dampaknya bagi Villena

Penemuan koleksi “Treasure of Villena” dilakukan pada 1963 oleh arkeolog Jose María Soler. Koleksi tersebut ditemukan di dalam sebuah bejana yang tenggelam di dasar sungai yang telah kering di wilayah Villena.

Warga Villena menyampaikan kekecewaan mendalam karena koleksi ini dipandang sebagai bagian dari identitas sejarah daerah. Cerdán mengatakan kota tersebut “devastated,” dan menyatakan, “They’ve taken most of the treasure.”

Dalam pernyataannya, Cerdán juga mengatakan, “I’m even trembling. The truth is that for those of us from Villena, this destroys us. It’s part of our heritage, of our wealth,”. Nada emosi dalam kutipan itu memperlihatkan betapa besar dampak perampokan terhadap komunitas setempat.

Penegasan soal keamanan

Juru bicara dewan Villena menegaskan tidak ada kegagalan di pihak museum. Ia menyatakan “no failure” dan menambahkan, “All security systems were activated.”

Dengan penegasan tersebut, pihak setempat berupaya menekankan bahwa sistem keamanan aktif saat kejadian. Namun, polisi tetap melakukan penelusuran untuk memahami bagaimana pelaku mampu masuk dan bergerak dalam waktu yang sangat singkat.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus pencurian bernilai tinggi yang melibatkan museum di Eropa. Tahun lalu, pelaku juga melakukan perampokan berani di Louvre Paris pada siang hari.

Pada Oktober 2025, pencuri membobol Louvre dengan peristiwa yang dilaporkan terjadi pada siang hari. Aksi itu merampas perhiasan bernilai $102m (£75m) dan pelaku melarikan diri dengan skuter, dalam heist yang berlangsung sekitar delapan menit.

Baru-baru ini, sekitar pekan lalu, otoritas budaya Italia melaporkan pencurian empat karya “of extraordinary value” dari seniman Renaisans Antonello da Messina dari sebuah museum di Sisilia. Kasus tersebut juga menjadi perhatian karena menyasar karya bernilai besar.

Awal bulan ini, polisi Italia menyampaikan bahwa mereka telah memulihkan lukisan karya Renoir, Cezanne, dan Matisse senilai lebih dari $10.4m (£7.6m). Lukisan-lukisan itu sebelumnya dicuri dari museum Magnani-Rocca Foundation dekat Parma.

Sementara itu, pihak berwenang di Villena melanjutkan proses penilaian terhadap kerugian dan menyusun investigasi untuk melacak pelaku. Peristiwa Museum Villena kini menjadi sorotan karena kecepatannya yang ekstrem dan skala kehilangan koleksi emas yang selama ini disimpan.