Hukum & Kriminal

Brimob Polda Gorontalo Uji Kesamaptaan Jasmani Detasemen Gegana, 26 Agustus 2026

×

Brimob Polda Gorontalo Uji Kesamaptaan Jasmani Detasemen Gegana, 26 Agustus 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Satuan Brimob Polda Gorontalo Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani, Pastikan Kesiapan Fisik Personel

jurnalistik.co.id – Brimob Polda Gorontalo melalui Seksi Kesehatan dan Jasmani (Sikesjas) menggelar Tes Kesamaptaan Jasmani untuk personel Detasemen Gegana.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan Mako Satbrimob Polda Gorontalo pada Rabu, 26/8/2026, dengan start pukul 07.00 WITA.

Pelaksanaan tes diawali dengan pemeriksaan kesehatan serta sesi pemanasan agar kondisi fisik personel siap mengikuti rangkaian latihan berikutnya.

Setelah tahapan awal selesai, agenda tes masuk pada sejumlah materi kesamaptaan jasmani yang disusun untuk menguji kebugaran dan daya tahan.

Materi yang dijalankan meliputi lari 12 menit, pull up, sit up, push up, serta shuttle run.

Dalam prosesnya, seluruh rangkaian tes dilakukan secara bertahap hingga seluruh peserta menyelesaikan tahapan yang telah ditentukan.

Usai tes keseluruhan rampung, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan apel evaluasi.

Menurut laporan pelaksanaan, jalannya kegiatan berjalan sesuai rencana dan berlangsung aman serta lancar.

Tes kesamaptaan ini menjadi bagian dari upaya pemeliharaan kesiapan personel dalam menjalankan tugas kepolisian, khususnya bagi personel Detasemen Gegana.

Penekanan pada kesiapan fisik juga disampaikan Kabid Humas Polda Gorontalo dalam kesempatan tersebut.

Ia menyebut bahwa kesamaptaan jasmani merupakan elemen penting guna mendukung kesiapan personel ketika menghadapi berbagai tantangan tugas.

Menurutnya, kondisi fisik yang prima merupakan salah satu modal utama bagi personel Brimob dalam menghadapi beragam situasi di lapangan.

Melalui tes yang digelar ini, pimpinan menilai bahwa kemampuan fisik dapat diketahui sekaligus dievaluasi.

Hasil evaluasi kemudian menjadi dasar untuk memastikan kesiapan fisik tetap terjaga dan terus ditingkatkan.

Ia juga mengajak seluruh personel agar menjadikan kegiatan kesamaptaan sebagai motivasi dalam menjaga kebugaran.

Ajakan tersebut diarahkan agar personel tidak hanya menjalani agenda secara formalitas, melainkan menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian.

Harapannya, kegiatan yang diselenggarakan tidak berhenti sebagai rutinitas, namun berubah menjadi dorongan agar setiap personel terus memelihara kebugaran.

Dengan fisik yang sehat dan prima, pelaksanaan tugas disebut dapat dilakukan secara optimal dan profesional.

Komitmen tersebut, lanjutnya, menjadi bentuk perhatian berkelanjutan terhadap kesiapan personel agar senantiasa siap menghadapi kebutuhan pelaksanaan tugas kepolisian.

Dalam konteks tersebut, Brimob Polda Gorontalo menegaskan konsistensinya menjaga profesionalisme personel melalui kegiatan-kegiatan yang mendukung penguatan kondisi fisik.

Serangkaian tes yang meliputi lari, latihan kekuatan, serta aktivitas kecepatan dan kelincahan menjadi tolok ukur kebugaran yang diharapkan mampu memperkuat kesiapan operasional.

Pada akhirnya, rangkaian tes hingga apel evaluasi menutup kegiatan dengan penilaian dan tindak lanjut yang tetap berorientasi pada peningkatan kualitas kesiapan fisik personel Detasemen Gegana.

Dari rangkaian yang dijalankan, setiap peserta mengikuti tahapan sesuai urutan yang telah ditetapkan, mulai dari kesiapan awal hingga pengukuran pada beberapa cabang kebugaran. Penjadwalan tes yang sistematis dimaksudkan agar pemeriksaan berlangsung terukur, sekaligus memberi kesempatan yang sama kepada seluruh personel untuk menunjukkan kemampuan fisiknya pada indikator yang telah ditentukan.

Pengujian yang mencakup komponen ketahanan, kekuatan otot, serta kemampuan bergerak cepat dan lincah dipakai sebagai bahan penilaian menyeluruh. Dengan demikian, pihak penyelenggara dapat melihat secara langsung capaian masing-masing peserta dan mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki, sebagai bagian dari pembinaan kebugaran yang diarahkan untuk menjaga kualitas pelaksanaan tugas di lapangan.

Setelah seluruh bagian tes selesai dan dilanjutkan dengan apel evaluasi, hasil yang diperoleh kemudian dipakai untuk penajaman tindak lanjut agar kesiapan fisik tetap berada pada kondisi yang diharapkan. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa kesamaptaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan dorongan untuk membangun disiplin hidup sehat di keseharian, sehingga personel dapat tetap menjalankan tugas secara lebih siap, optimal, dan profesional.