jurnalistik.co.id – Kebakaran besar kembali melanda Dalton Mills, kawasan Keighley, yang selama ini dikenal sebagai bekas lokasi syuting. Insiden terjadi sekitar pukul 20:00 BST pada Sabtu, dan api cepat membesar hingga melibatkan respon kebakaran dalam skala besar.
Menurut keterangan West Yorkshire Fire and Rescue Service (WYFRS), pada puncaknya kebakaran membutuhkan 12 unit pemadam untuk mengendalikan situasi. Tingkat keparahan membuat sejumlah warga di lingkungan sekitar harus dievakuasi.
Saat malam memasuki larut waktu, operasi penanganan masih berlangsung. Pada pukul 23:00 BST, masih ada 10 unit pemadam yang bekerja di lokasi untuk memastikan api tidak merambat lebih luas.
WYFRS juga menyampaikan imbauan kepada warga agar menjauh dari area terdampak. Langkah itu dimaksudkan agar petugas bisa bekerja dengan aman dan efektif tanpa gangguan di sekitar lokasi.
Bradford Council menempatkan petugas perencanaan darurat di lokasi untuk memberikan “support and guidance” kepada pihak yang terdampak. Kolaborasi lintas instansi itu dilakukan sejalan dengan kebutuhan penanganan evakuasi dan pengamanan area selama insiden berlangsung.
Gedung Dalton Mills sendiri tercatat sebagai bangunan Victoria yang berstatus Grade II. Kompleks ini pernah dimanfaatkan sebagai lokasi syuting untuk sejumlah drama periode, termasuk Peaky Blinders dan Downton Abbey.
Kebakaran kali ini menjadi kejadian ketiga yang tercatat terjadi pada tahun ini di bangunan tersebut. Sebelumnya, petugas juga dipanggil ke lokasi pada Juli 2025, saat terjadi kebakaran di Dalton Mills.
Lebih jauh ke belakang, pada 2022 terjadi kebakaran besar yang menghancurkan sebagian signifikan dari bekas pabrik tekstil tersebut. Dalam catatan kepolisian, pihaknya sebelumnya meyakini bahwa sebagian besar kebakaran tersebut merupakan tindakan yang disengaja.
Berita Terkait
Terkait insiden 2022, dua remaja kemudian dinyatakan bersalah atas kasus pembakaran dengan sengaja (arson). Putusan itu menambah perhatian publik terhadap keamanan area Dalton Mills yang sejak lama menjadi target kerusakan akibat ulah oknum.
Anggota parlemen untuk Keighley & Ilkley, Robbie Moore, menanggapi kebakaran ini dengan nada yang serius. Ia menyatakan peristiwa tersebut “extremely concerning”, serta menilai situasi yang berulang semestinya tidak terus terjadi tanpa pengamanan yang memadai.
Dalam video yang diunggah Robbie Moore di X, ia menyampaikan: “It is deeply infinfuriating.” Ia melanjutkan, “This situation simply cannot continue. I have been calling on our local authority to secure this site as best as possible for years now.”
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada WYFRS dan polisi, dengan menyebut keduanya “incredibly efficient”. Moore menambahkan bahwa ia sedang berkomunikasi dengan warga setempat yang mengaku khawatir terhadap keberadaan bara api serta masalah lain yang muncul akibat kebakaran.
Imbauan dari WYFRS pun kembali ditegaskan untuk menekan risiko selama operasi masih berjalan. Juru bicara menyatakan, “Please avoid the area while emergency crews work at the scene and residents nearby are advised to keep their windows and doors closed until further notice.”
Seiring berjalannya penanganan, perhatian juga mengarah pada persoalan pengelolaan dan status hukum bangunan yang terbengkalai. Pada 2024, Crown Estate mengambil tanggung jawab hukum atas gedung Dalton Mills berdasarkan aturan kepemilikan kuno (ancient property laws).
Langkah itu terjadi setelah pemilik terakhir melepaskan haknya atas bangunan tersebut, menyusul kebangkrutan yang dialaminya. Setelah itu, proyek restorasi juga dilaporkan tidak berhasil, sehingga bangunan tetap berada dalam kondisi tidak terurus.
Bradford Council sebelumnya menyampaikan bahwa Crown Estate telah mengetahui adanya kekhawatiran keamanan terkait situs yang ditinggalkan, termasuk kejadian masuk tanpa izin yang berulang (trespass). Dalam merespons kondisi tersebut, dewan kota mengatakan mereka bekerja sama dengan Historic England untuk menyiapkan langkah pengamanan tambahan.
Dengan kebakaran yang kembali terjadi di Dalton Mills, otoritas setempat dan aparat keamanan terus memusatkan upaya pada pengendalian api serta keselamatan warga. Dalam fase ini, prioritas tetap sama: menjaga jarak dari area terdampak dan mengikuti instruksi petugas hingga situasi dinyatakan aman.












