jurnalistik.co.id – Sweetie, seekor anjing penyelamat asal Makedonia, sempat “grounded” atau terpaksa tidak bisa lepas begitu saja setelah menjalani penyelamatan dari atap rumah dua lantai di Cornwall. Ia akhirnya diturunkan dengan selamat pada 19 Agustus, setelah sebelumnya terjebak di posisi yang membuatnya tak punya cara kembali turun.
Kepala keluarga yang memiliki Sweetie, Emma Seager, mengatakan ia sangat bersyukur kepada pihak yang menolong. Seager menyebut bahwa dirinya “incredibly grateful to those who saved him”.
Menurut Seager, Sweetie memang memiliki kebiasaan untuk selalu ingin “get out and about”. Ia menjelaskan bahwa keluarga sudah mengubah beberapa bagian rumah agar aman, namun tidak pernah membayangkan anjingnya bisa membuka jendela lalu merangkak sampai ke atap. Seager menuturkan hewan peliharaannya “likes to get out and about so we have had to modify the house a lot, but we didn’t ever dream he’d be able to open a window and scramble up the roof”.
Penyelamatan menggunakan tangga 13,5 meter
Pada hari kejadian, Sweetie diselamatkan oleh Falmouth Community Firefighters. Tim menggunakan tangga sepanjang 13,5 meter (44,3ft) untuk mengembalikan Sweetie ke permukaan yang aman. Setelah proses penurunan selesai, keluarga kini harus mengunci jendela dengan lebih rapat sebelum keluar rumah.
Seager mengungkapkan pengalamannya bersama Sweetie selama beberapa tahun terakhir. Ia mengatakan, “He’s kept us on our toes for the three years he’s been with us… we’re only too aware it could have had a very different ending.” Dari kalimat itu, terlihat bahwa perhatian keluarga tidak pernah benar-benar hilang, karena mereka menyadari skenario yang berbeda bisa saja terjadi.
Meski Sweetie sudah kembali berada di tanah yang stabil, Seager menegaskan bahwa ini bukan berarti semua urusan selesai. Ia menyebut, “Sweetie is back on solid ground – for now – but we still expect more shenanigans from him.” Ia juga menambahkan bahwa hewan kesayangan mereka adalah sosok yang sangat disayangi: “charming and full of character, we love him to bits”.
Berita Terkait
Sweetie terjebak di puncak atap
Jon Walker dari Falmouth Community Fire Station menjelaskan detail lokasi terjebaknya Sweetie. Menurutnya, anjing berada di ujung puncak (apex) pada rumah dua lantai, dan ia mencapai posisi tersebut lewat jendela kamar tidur di lantai pertama. Jendela itu dapat terbuka ke area atap miring (pitch of the roof), sehingga Sweetie akhirnya masuk ke ruang yang membuatnya sulit untuk menemukan jalan turun.
Walker juga menyampaikan bahwa tim harus berhati-hati agar tidak menakut-nakuti anjing selama proses penurunan. Ia menjelaskan bahwa tim melakukan pendekatan dengan menjaga agar Sweetie tetap tenang, demi keselamatan hewan dan keberhasilan penanganan. Walker mengatakan tim harus menghindari situasi yang bisa membuat Sweetie panik supaya penurunan dapat dilakukan dengan aman.
Saat kejadian, Sweetie berada di sana selama “an hour or two”. Walker menilai hewan tersebut mengalami trauma, dan tidak memiliki cara untuk turun sendiri. Ia menyebut, “The dog had been up there for an hour or two, but had no way of getting down. It was fairly traumatised.”
Untuk membawa Sweetie turun, tim menggunakan tangga yang membutuhkan empat orang kru untuk mengoperasikannya. Setelah jalur penanganan dibentuk, Sweetie akhirnya melompat ke pelukan salah satu petugas penyelamat. Walker mengatakan bahwa kemudian Sweetie dibawa kembali ke ketinggian tanah dengan aman. Ia menuturkan, “Sweetie jumped into her rescuer’s arms and was brought back to ground level.”
Walker menambahkan catatan lain terkait pola kejadian. Ia menyebut bahwa kasus seperti ini tergolong langka dan, menurut pengalaman mereka, jumlah kucing yang terlibat lebih sedikit daripada yang sering orang bayangkan: “It is a rarity and we get far fewer cats than people would believe.”
Dengan selesainya operasi penurunan pada 19 Agustus, Sweetie kembali berada di lingkungan yang aman. Namun, baik Seager maupun Walker menggambarkan bahwa keberadaan Sweetie tetap membawa karakter dan dinamika tersendiri, sehingga keluarga harus semakin disiplin pada pengamanan jendela sebelum beraktivitas di luar rumah.












