Hukum & Kriminal

Golders Green: Empat Tersangka Mengaku Bersalah atas Pembakaran Ambulans Komunitas Yahudi

×

Golders Green: Empat Tersangka Mengaku Bersalah atas Pembakaran Ambulans Komunitas Yahudi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Golders Green: Four admit arson attack on Jewish ambulances

jurnalistik.co.id – Empat pria mengaku bersalah atas pembakaran yang menghancurkan empat ambulans komunitas Yahudi milik lembaga amal di Golders Green, London barat laut, pada Maret lalu. Serangan itu dilaporkan menimbulkan kerusakan senilai sekitar £1 juta.

Pengakuan bersalah tersebut disampaikan di Old Bailey. Mereka didakwa karena merusak atau menghancurkan properti secara sembrono, dengan pertimbangan apakah tindakan itu dapat membahayakan nyawa.

Keempat tersangka adalah Hamza Iqbal (20), Rehan Khan (19), serta Judex Atshatshi (18) dan Saif Ali (18). Dalam persidangan, mereka menyatakan pengakuan bersalah atas perbuatan yang dilakukan pada dini hari tanggal 23 Maret.

Jaksa penuntut menyebut serangan terjadi di Golders Green, sementara ambulans yang menjadi target berasal dari charity Hatzola. Keempat kendaraan tersebut dibakar sehingga mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat digunakan lagi.

Pengadilan mendengar bahwa tiga dari empat pria tersebut membakar ambulans yang kondisinya saat itu penuh dengan perlengkapan. Sementara itu, satu tersangka lainnya disebut menunggu di mobil yang berada di dekat lokasi kejadian.

Setelah kendaraan-kendaraan ambulans dinyalakan, tabung-tabung gas di dalam kendaraan dilaporkan meledak. Kondisi itu membuat api semakin meluas dan memperparah kerusakan pada fasilitas yang terpasang di area ambulans tersebut.

Setiap ambulans yang dihancurkan dinilai sekitar £250.000, sehingga total nilai kerusakan pada kendaraan disebut mencapai angka yang signifikan. Selain ambulans, kebakaran juga merusak empat stasiun pengisian daya listrik serta kabel-kabel yang biayanya kira-kira £5.000 untuk tiap unit.

Pengakuan bersalah dan isi dakwaan

Dalam dakwaan yang dibacakan, para terdakwa mengaku bersalah atas tindakan perusakan atau penghancuran properti yang dilakukan secara sembrono. Prinsip yang ditekankan adalah apakah tindakan tersebut dilakukan dengan cara yang berpotensi membahayakan nyawa.

Jaksa menyampaikan bahwa mereka meyakini peristiwa tersebut merupakan serangan yang ditargetkan terhadap komunitas Yahudi. Keyakinan ini menjadi bagian dari penilaian penuntut terkait aspek penjatuhan pidana di pengadilan.

Sinyal keterkaitan dengan isu terorisme

Di persidangan, Leo Seelig selaku penuntut mengatakan pihak Crown Prosecution Service (CPS) akan mengajukan argumentasi agar hukuman dijatuhkan dengan mempertimbangkan kemungkinan bahwa pembakaran tersebut berkaitan dengan terorisme.

Namun, hakim Mrs Justice Cheema Grubb menyatakan ia belum akan memutuskan pertanyaan keterkaitan terorisme pada tahap ini. Pihak pembela menyampaikan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan hubungan tersebut.

Hakim juga menyampaikan bahwa empat tersangka akan dijatuhi hukuman setelah menunggu hasil persidangan terhadap seorang pria kelima, Subhan Ahmed. Subhan Ahmed diketahui telah membantah perannya dalam membantu pelaku.

Peran Hatzola dan layanan sejak 1979

Hatzola, yang melayani komunitas di wilayah Golders Green, mengoperasikan ambulans yang menjadi sasaran. Lembaga tersebut telah membantu komunitas London utara sejak 1979.

Menurut keterangan di pengadilan, Hatzola dijalankan oleh relawan. Organisasi ini menyediakan respons medis darurat gratis sekaligus pengangkutan menuju rumah sakit, tanpa memandang kepercayaan pasien.

Nama Hatzola berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “save” atau “rescue”. Dalam konteks pelayanan, lembaga tersebut mengandalkan sukarelawan medis untuk memberikan bantuan kepada masyarakat di area tempat ambulans beroperasi.

Status para tersangka

Keempat terdakwa disebut berasal dari wilayah yang berbeda. Iqbal dan Khan berasal dari Leyton, Atshatshi dari Dagenham, dan Ali dari Walthamstow.

Saat proses berjalan, mereka ditahan di dalam tahanan pengadilan. Dengan pengakuan bersalah yang telah disampaikan, fokus perkara bergeser pada proses penjatuhan hukuman setelah persidangan terhadap Subhan Ahmed selesai.

Kasus ini menyoroti dampak langsung dari serangan terhadap layanan ambulans komunitas. Kerusakan terhadap kendaraan senilai ratusan ribu poundsterling masing-masing, ditambah kerusakan pada stasiun pengisian listrik dan kabel, menjadi dasar pengukuran kerugian akibat kebakaran yang terjadi pada dini hari 23 Maret.

Di sisi lain, persidangan juga memperlihatkan bahwa penilaian terkait kemungkinan keterkaitan dengan terorisme masih ditahan pada tahap yang berbeda. Pengadilan akan menilai keseluruhan perkara ketika hasil persidangan Subhan Ahmed telah keluar, sebelum empat tersangka mendapatkan putusan akhir terkait pidana mereka.