jurnalistik.co.id – Polresta Balikpapan mengamankan seorang pria berusia 25 tahun yang diduga melepaskan tembakan menggunakan air gun ke arah kerumunan di kawasan Pelabuhan Speedboat, Baru Tengah, Balikpapan Barat.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu sore, 12 Agustus 2026. Dalam penanganan awal, polisi menyebut pelaku bertindak sendirian dan kini menjalani pemeriksaan intensif.
Wakapolresta Balikpapan, AKBP Fauzan Arianto, mengatakan pihaknya telah mengamankan tersangka. Ia menjelaskan bahwa pelaku berstatus mahasiswa.
“Yang bersangkutan sudah kami amankan. Laki-laki, berusia 25 tahun, statusnya mahasiswa,” ujar Fauzan saat ditemui di Balikpapan pada Kamis (13/8/2026).
Meski pelaku telah ditahan, polisi masih terus mendalami rangkaian kejadian dan motif di balik aksi tersebut. Pendalaman dilakukan melalui sejumlah sumber keterangan, termasuk bukti visual yang sempat beredar.
Fauzan menyatakan, tim di lapangan memeriksa rekaman video yang viral, menelusuri kamera CCTV, serta meminta keterangan dari saksi-saksi. “Peristiwa sudah didalami, cek video, CCTV dan memeriksa saksi-saksi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa proses pemeriksaan melibatkan Tim dari Polda Kalimantan Timur bersama Polresta Balikpapan. Hasil penelusuran tersebut, menurut Fauzan, akan digunakan untuk merumuskan kronologi secara lebih utuh.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa air gun yang diduga digunakan dalam insiden. Pemeriksaan tidak berhenti pada penangkapan, karena polisi juga menguji aspek legalitas dan peruntukan senjata tersebut.
“Barang bukti air gun juga sudah kami amankan. Kami dalami legalitas dan peruntukannya seperti apa,” ujar Fauzan. Dengan begitu, polisi dapat memastikan status barang bukti serta konteks kepemilikan dan penggunaannya.
Fauzan belum membeberkan motif maupun kronologi lengkap secara detail. Ia menyebut informasi tersebut belum disampaikan karena proses pendalaman masih berlangsung dan memerlukan verifikasi terhadap keterangan serta bukti yang dikumpulkan.
Berita Terkait
Namun, Wakapolresta menegaskan bahwa perkembangan kasus akan diinformasikan kepada masyarakat. “Kami sampaikan juga kepada masyarakat, kasus ini akan terus kami update,” kata Fauzan.
Di bagian lain, ia mengimbau publik untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Balikpapan. Apabila terjadi gangguan, Fauzan meminta warga segera melapor melalui kanal layanan darurat yang tersedia.
“Apabila ada gangguan kamtibmas, silakan hubungi 110,” ucapnya. Imbauan ini disampaikan agar insiden serupa tidak terulang dan situasi tetap kondusif bagi warga sekitar pelabuhan.
Sejauh ini, fokus penyidik diarahkan pada penelusuran bukti dan klarifikasi dari saksi-saksi terkait peristiwa penembakan yang diduga terjadi di area Pelabuhan Speedboat Baru Tengah. Dengan langkah pemeriksaan tersebut, polisi berupaya memastikan setiap informasi yang beredar memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam tahap pendalaman, penyidik berupaya menyusun kronologi berdasarkan bukti yang telah dihimpun. Pemeriksaan tidak hanya mengacu pada keterangan awal, tetapi juga memadukan penelusuran visual yang sempat menjadi perhatian publik dengan data rekaman di sekitar lokasi kejadian.
Polresta Balikpapan juga menindaklanjuti pengamanan barang bukti, khususnya air gun yang diduga dipakai saat insiden. Pemeriksaan diarahkan untuk memastikan status dan ketentuan terkait penggunaan senjata tersebut, sehingga keberadaan barang bukti dapat dipahami dalam kerangka hukum yang berlaku.
Hingga kini, informasi mengenai motif maupun rincian urutan kejadian secara menyeluruh masih belum disampaikan karena masih menunggu hasil verifikasi terhadap berbagai keterangan dan dokumen pendukung. Sambil proses berjalan, polisi tetap menekankan pentingnya kamtibmas di wilayah Pelabuhan Speedboat Baru Tengah, termasuk dengan mengarahkan warga melapor bila terjadi gangguan melalui layanan darurat 110.
Kasus tersebut saat ini masih berada pada tahap pemeriksaan. Polresta Balikpapan melaporkan bahwa tersangka telah diamankan dan proses klarifikasi dilakukan secara berlapis, termasuk memastikan konteks tindakannya serta memastikan apakah ada keterlibatan pihak lain.
Dalam pengumpulan informasi, penyidik menitikberatkan pada penelusuran jejak bukti yang sempat muncul di ruang publik. Rekaman video yang viral, pengamatan dari CCTV di sekitar lokasi, serta hasil wawancara dengan saksi digunakan untuk menyusun gambaran peristiwa yang lebih runtut sebelum ditarik menjadi kronologi resmi.
Selain mendalami aspek perbuatan, polisi juga melakukan pendalaman terhadap barang bukti yang telah disita, terutama air gun yang diduga digunakan saat kejadian. Pemeriksaan diarahkan untuk memahami aspek legalitas dan peruntukan senjata, sekaligus memastikan hasil verifikasi dapat dipertanggungjawabkan. Fauzan turut menegaskan polisi akan terus memberikan pembaruan kepada masyarakat, sambil mengingatkan warga untuk melapor bila terjadi gangguan kamtibmas melalui layanan darurat 110.












