Hukum & Kriminal

Penembak Tewaskan 11 Orang di Rumah, Durban, Afrika Selatan

×

Penembak Tewaskan 11 Orang di Rumah, Durban, Afrika Selatan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: South Africa mass shooting: Gunmen kill 11 at house in Durban

jurnalistik.co.id – Kepolisian Afrika Selatan menyelidiki penembakan massal yang menewaskan sedikitnya 11 orang di sebuah bangunan tempat tinggal di dekat Durban. Kejadian itu dilaporkan berlangsung ketika beberapa pria bersenjata mendatangi rumah warga pada malam hari.

Serangan terjadi di kawasan KwaMakhutha, sebuah township dekat kota Durban, pada Selasa malam. Para pelaku kemudian membuka tembakan di dalam maupun di sekitar rumah yang menjadi lokasi peristiwa.

Menurut keterangan kepolisian, penembak menyerang total 14 orang. Dari jumlah tersebut, 10 orang dinyatakan meninggal di lokasi kejadian, sedangkan empat lainnya dibawa ke rumah sakit.

Di rumah sakit, salah satu korban kemudian meninggal akibat luka yang dialaminya. Dengan demikian, total korban jiwa yang dilaporkan mencapai 11 orang.

Pihak kepolisian menyebut terdapat sejumlah korban yang sebelumnya diduga sedang menjalani pengawasan terkait aktivitas ilegal. Meski begitu, otoritas setempat mengatakan mereka belum dapat menjelaskan detailnya saat ini karena penyelidikan sedang berjalan dan investigasi yang diluncurkan memerlukan perlindungan.

Hingga saat laporan dibuat, motif di balik penembakan tersebut belum dipastikan. Namun polisi menyatakan mereka tidak menutup kemungkinan adanya perselisihan antarkelompok yang saling bersaing.

Dalam pernyataan resmi, polisi menjelaskan bahwa informasi yang terkumpul mengarah pada situasi sebelum serangan terjadi. Disebutkan, 13 pria dan satu perempuan—yang diyakini sedang hamil—sedang berada di dalam rumah untuk sebuah pertemuan.

Menurut penjelasan tersebut, tiga pria kemudian datang dan langsung melakukan penembakan terhadap orang-orang yang berada di lokasi. Perempuan yang diyakini hamil itu termasuk di antara korban yang meninggal dalam insiden ini.

Seorang jurnalis televisi lokal dari kanal eNCA yang berada di lokasi melaporkan adanya tindakan lanjutan setelah penembakan. Ia menyebut para pelaku membakar kendaraan milik salah satu korban sebelum melarikan diri.

Dalam laporan visual yang beredar, terlihat mobil yang hangus setelah kebakaran tersebut. Keterangan ini menambah gambaran bahwa pelaku tidak hanya menyerang, tetapi juga berupaya menghilangkan jejak sebelum meninggalkan lokasi.

Kasus ini muncul di tengah situasi keselamatan yang sudah lama menjadi sorotan di Afrika Selatan. Data kepolisian menunjukkan angka pembunuhan setara dengan lebih dari 60 kematian setiap hari.

Dalam beberapa pekan terakhir, temuan mengerikan terhadap setidaknya sembilan perempuan yang menjadi korban pembunuhan juga dilaporkan. Sejumlah jenazah disebut dibuang di pinggir jalan, sehingga menimbulkan kekhawatiran tambahan di tengah masyarakat.

Catatan peristiwa serupa juga pernah terjadi tahun lalu. Pada tahun sebelumnya, sembilan orang dilaporkan tewas dalam penembakan massal di sebuah tempat hiburan (tavern) di Johannesburg.

Dengan bertambahnya korban dan belum jelasnya motif, pihak kepolisian terus melakukan penelusuran di lokasi kejadian. Penyidik akan menelusuri keterangan saksi dan bukti-bukti terkait, termasuk keterkaitan kemungkinan konflik antarkelompok sebagaimana disebutkan dalam pernyataan polisi.

Petugas kepolisian juga menekankan bahwa pihaknya masih memproses informasi awal yang dihimpun dari lokasi kejadian. Seiring penyelidikan berlangsung, otoritas memilih tidak merinci bagian-bagian tertentu agar proses pemeriksaan tetap terlindungi dan bukti tidak terganggu.

Dalam kronologi yang disampaikan polisi, pertemuan di dalam rumah menjadi titik awal sebelum serangan dimulai. Setelah kedatangan tiga pria, tembakan dilaporkan diarahkan kepada orang-orang yang saat itu berada di lokasi, termasuk perempuan yang disebut diyakini sedang hamil.

Selain korban jiwa, laporan dari lokasi menyebut adanya langkah lanjutan yang terlihat jelas di area sekitar rumah, yakni kendaraan milik salah satu korban dibakar sebelum para pelaku meninggalkan tempat. Kondisi ini memberi petunjuk bahwa serangan tidak hanya bertujuan melukai, tetapi juga mengaburkan jejak.

Kasus ini juga memperpanjang rangkaian kekerasan yang belakangan menjadi sorotan. Di tengah pernyataan polisi bahwa motif belum dapat dipastikan, masyarakat tetap dihadapkan pada kekhawatiran lantaran pembunuhan terhadap perempuan dan tingginya angka kekerasan yang tercatat dalam data kepolisian.