jurnalistik.co.id – Sebuah rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan dua pria mendatangi kendaraan yang terparkir di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Dalam video tersebut, salah satunya terlihat berada di dekat bagian bawah mobil seolah memeriksa identitas kendaraan.
Direktur Umum Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) Hadi Sulistia mengatakan, kepolisian menilai aksi yang terekam kamera itu diduga berkaitan dengan penagihan utang atau debt collector. Menurut Hadi, dugaan tersebut disampaikan saat ia dikonfirmasi.
“Dari kepolisian disampaikan bahwa perbuatan tersebut diduga dilakukan oleh debt collector,” ujar Hadi Sulistia saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (21/8/2026).
Diduga menargetkan kendaraan menunggak
Hadi menjelaskan bahwa para debt collector tersebut diduga sedang mencari kendaraan yang menunggak pembayaran angsuran kredit. Untuk memastikan kendaraan yang menjadi target benar-benar sesuai, mereka diduga melakukan pengecekan nomor rangka secara langsung di lokasi.
Ia juga menyebut adanya upaya lain yang diduga dilakukan para pelaku, yakni memasang pelat nomor yang tidak semestinya. Dengan cara itu, identifikasi kendaraan menjadi lebih sulit diverifikasi tanpa memeriksa detail fisik seperti nomor rangka.
“ Debt collector ini mencari kendaraan yang menunggak pembayaran angsuran kredit, lalu memasang pelat nomor tidak semestinya. Untuk memastikannya, mereka mencari identitas kendaraan lain seperti nomor rangka,” jelas Hadi.
Hadi menambahkan bahwa praktik pemeriksaan fisik kendaraan secara diam-diam oleh pihak ketiga sebenarnya tidak hanya mungkin terjadi di GBK. Ia menilai, pola semacam ini berpotensi dilakukan di area parkir lainnya juga.
“Jadi perbuatan semacam itu berpotensi dilakukan di area parkir mana saja,” kata Hadi.
PPK GBK belum menerima laporan resmi
Meski demikian, hingga saat ini PPK GBK memastikan belum menerima laporan resmi dari pengunjung yang merasa dirugikan akibat peristiwa dalam video tersebut. Hadi menyampaikan, pihaknya masih menunggu adanya informasi lanjutan yang dapat diproses sesuai prosedur.
Berita Terkait
Sementara itu, kepolisian disebut masih mengumpulkan bukti dari peristiwa yang viral. Penanganan juga menunggu laporan resmi dari korban agar proses pendalaman dapat memiliki dasar yang lebih jelas.
“Saat ini aparat kepolisian masih melakukan pengumpulan bukti serta menunggu laporan,” jelas Hadi kepada Kompas.com.
Pengamanan diperketat lewat koordinasi
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, PPK GBK terus berkoordinasi dengan Polsek Tanah Abang guna memperketat pengamanan di kawasan GBK. Langkah koordinasi ini diambil sebagai bentuk respons setelah munculnya perhatian publik terhadap rekaman yang beredar.
Hadi menekankan bahwa evaluasi juga dilakukan berdasarkan masukan yang muncul dari situasi tersebut. Ia juga menyampaikan agar publik tidak terjebak kekhawatiran ketika beraktivitas di lingkungan GBK.
“Publik tidak perlu khawatir untuk berkegiatan di GBK seperti biasa. Masukan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi bagi kami,” pungkas Hadi.
Rekaman yang memperlihatkan dugaan pengecekan nomor rangka kendaraan di GBK tersebut viral di media sosial. Dari video itu, perhatian tertuju pada tindakan dua pria yang berada di sekitar mobil terparkir, termasuk perilaku yang terlihat memeriksa bagian kolong kendaraan.
Dengan situasi yang masih dalam proses pengumpulan bukti, kepastian mengenai pelaku dan modus yang digunakan menjadi bagian yang akan terus didalami. Sementara itu, otoritas terkait menunggu adanya laporan resmi dari pihak yang merasa dirugikan agar investigasi dapat berjalan lebih terarah.
Dalam tahapan pengumpulan bukti, kepolisian berupaya menelusuri detail kejadian yang tampak pada rekaman tersebut, sekaligus menguji keterkaitan tindakan dua pria di sekitar kendaraan dengan dugaan penagihan melalui debt collector.
Sementara itu, PPK GBK menegaskan pihaknya masih menunggu adanya informasi lanjutan yang bisa diproses sesuai prosedur, termasuk laporan resmi yang diperlukan agar langkah pendalaman memiliki pijakan yang lebih jelas.
Di sisi lain, pengamanan di kawasan GBK terus diperketat melalui koordinasi dengan Polsek Tanah Abang, dan evaluasi dilakukan berdasarkan situasi yang berkembang serta masukan publik, agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan rasa aman.












