Peristiwa

Viral Motor Kopdes Merah Putih Angkut Sawit di Musi Rawas, Kades Mataram: Bukan Milik Kami

×

Viral Motor Kopdes Merah Putih Angkut Sawit di Musi Rawas, Kades Mataram: Bukan Milik Kami

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Viral Motor Kopdes Merah Putih Angkut Sawit, Kades Mataram: Bukan Milik Kami

jurnalistik.co.id – Viralnya sebuah motor roda tiga yang terlihat mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Musi Rawas memunculkan dugaan bahwa kendaraan itu berasal dari Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes/KDMP) Mataram. Namun, Pemerintah Desa Mataram akhirnya meluruskan isu tersebut melalui klarifikasi kepala desa setempat.

Kepala Desa Mataram, Hendi Mukhtar, menegaskan bahwa kendaraan yang beredar dalam foto tidak terkait dengan koperasi desanya. Ia menyebut kendaraan itu hanya melintas di wilayah desa saat situasi jalan umum, bukan sedang bekerja mengangkut hasil perkebunan.

“Bukan motor kami, kami bisa jamin. Karena saya sendiri tidak punya kebun kelapa sawit,” kata Hendi saat dikonfirmasi, Kamis (13/8/2026).

Menurut Hendi, informasi viral yang muncul kemudian membuat sebagian orang mengaitkan kendaraan tersebut dengan KDMP Mataram. Anggapan itu, ia nilai, timbul karena bentuk dan warna motor yang terlihat mirip dengan kendaraan yang dibagikan kepada koperasi di sejumlah desa.

Hendi menilai keberadaan motor di Desa Mataram tidak otomatis membuktikan kendaraan itu milik koperasi desa setempat. Ia menyatakan, foto yang viral dapat menimbulkan kesan bahwa kendaraan berasal dari pihak tertentu, padahal konteksnya hanya kendaraan yang sedang berada di area wilayah.

“Hanya kebetulan saja melintas di Desa Mataram, jadi bukan berarti itu motor milik desa kami,” jelas Hendi.

Kades juga memastikan, motor yang merupakan aset KDMP Mataram tidak pernah digunakan untuk mengangkut kelapa sawit. Klarifikasi ini disampaikan untuk menepis narasi bahwa kendaraan koperasi telah beraktivitas di luar kepentingan resminya.

“Motor kami masih ada plastiknya. Kalau yang di foto itu plastiknya sudah dilepas. Motor kami memang belum pernah keluar, apalagi dipakai buat angkut sawit, tidak pernah sama sekali,” tegas Hendi.

Selain menegaskan soal kepemilikan dan penggunaan, Hendi menyebut ada perbedaan kondisi yang menjadi salah satu dasar keyakinan pemerintah desa. Perbedaan itu terlihat dari pembungkus plastik pada unit motor yang dinyatakan milik KDMP Mataram.

Ia menjelaskan bahwa motor yang terlihat dalam foto viral telah dalam kondisi digunakan, ditandai dengan plastik pembungkus yang sudah dilepas. Sementara itu, motor roda tiga milik KDMP Mataram justru disebut masih tersimpan dan belum dipakai menjalankan aktivitas pengangkutan.

Dari penjelasan tersebut, isu yang berkembang menempatkan motor viral sebagai kendaraan pengangkut TBS yang beroperasi di jalan lintas Tugumulyo. Foto yang disebut muncul dalam pemberitaan memperlihatkan motor dengan bak putih dan sandaran pengemudi berwarna merah yang terlihat mengangkut TBS kelapa sawit.

Hendi menempatkan kejadian itu sebagai peristiwa lalu-lalang yang tidak berhubungan langsung dengan koperasi. Dengan demikian, keterhubungan yang dibangun oleh warganet atau pembaca tidak dibenarkan oleh pihak desa.

Jika foto viral itu mengisyaratkan bahwa motor sedang bekerja mengangkut hasil kebun, pemerintah Desa Mataram justru menekankan bahwa kendaraan milik KDMP belum menjalani aktivitas serupa. Ia menegaskan, motor koperasi belum pernah keluar dan tidak pernah digunakan untuk mengangkut sawit.

Dalam klarifikasinya, Hendi juga menyinggung soal kemiripan perangkat kendaraan yang bisa membuat masyarakat mudah salah sangka. Ia menyatakan, bentuk dan warna motor roda tiga yang dibagikan kepada Koperasi Desa Merah Putih memiliki model yang serupa.

Menurut Hendi, unit yang diberikan kepada koperasi itu dibagikan di sejumlah desa, sehingga karakter visual yang sama dapat menimbulkan kesan bahwa motor yang melintas di Desa Mataram merupakan bagian dari armada KDMP setempat. Kendati demikian, ia menilai penilaian berdasarkan tampilan semata tidak cukup kuat untuk menyimpulkan kepemilikan.

Dengan penjelasan ini, pemerintah desa berupaya meredam simpang-siur yang berujung pada penyebutan nama koperasi. Klarifikasi yang disampaikan menempatkan foto viral sebagai peristiwa yang kebetulan terjadi di wilayah administrasi Desa Mataram.

Kades Mataram juga menautkan bantahan itu dengan kondisi prasyarat yang disebutnya nyata, yakni perbedaan pembungkus plastik dan status pemakaian. Dari sudut pandang pemerintah desa, jika motor yang dimaksud benar milik koperasi, maka seharusnya unit tersebut telah keluar dan tidak lagi berada dalam kondisi tersimpan dengan plastik pembungkus.

Ia menegaskan bahwa dirinya sendiri juga menyatakan tidak memiliki kebun kelapa sawit. Pernyataan tersebut sekaligus berfungsi sebagai penegasan posisi bahwa aktivitas pengangkutan sawit di wilayah desa bukan berada dalam praktik yang ia lakukan maupun yang dimiliki keluarganya.

Sejauh ini, klarifikasi dari Hendi Mukhtar menjadi rujukan resmi yang dibawa oleh Pemerintah Desa Mataram untuk menjawab perbincangan publik terkait motor viral tersebut. Intinya, isu kepemilikan dibantah, sementara peristiwa viral dipandang hanya sebagai kendaraan yang melintas tanpa keterkaitan langsung dengan Kopdes/KDMP Mataram.