Hukum & Kriminal

Polisi menahan tersangka atas kematian Tasia Fortune, perempuan kulit hitam ditemukan tergantung di pohon di Mississippi

×

Polisi menahan tersangka atas kematian Tasia Fortune, perempuan kulit hitam ditemukan tergantung di pohon di Mississippi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tasia Fortune: Arrest made over the death of black woman found hanged from tree

jurnalistik.co.id – Petugas di negara bagian Mississippi, Amerika Serikat, telah menetapkan seorang pria sebagai tersangka terkait kematian Tasia Fortune, seorang perempuan kulit hitam yang ditemukan tergantung di sebuah pohon.

Kasus ini mendapatkan respons baru setelah polisi melakukan penangkapan, menyusul penanganan yang sebelumnya hanya menyebut kematian Fortune sebagai kemungkinan peristiwa kriminal.

Tubuh Tasia Fortune ditemukan pada Agustus di pekarangan rumah kosong di Jackson, Mississippi.

Pihak kepolisian baru mengumumkan beberapa waktu terakhir bahwa mereka memperlakukan kematiannya sebagai kemungkinan pembunuhan.

Dalam konferensi pers pada Jumat, Kepala Kepolisian Jackson, RaShall Brackney, menyampaikan bahwa penangkapan yang dilakukan hari itu merupakan perkembangan penting, namun tidak berarti penyelidikan telah selesai.

Brackney mengatakan, “That arrest today is an important development in this investigation, but it is not the conclusion,” dan menegaskan, “This case remains active.”

Ia menyebut pemeriksa medis telah mengonfirmasi penyebab kematian Fortune adalah pembunuhan.

Brackney juga menyatakan bahwa nantinya akan diajukan dakwaan pembunuhan.

Polisi mengidentifikasi tersangka sebagai Jarques Ratliff, 51.

Brackney mengatakan ada “association” antara Ratliff dan Fortune, dengan catatan ia tidak menguraikan lebih lanjut detail keterkaitan tersebut.

Brackney menambahkan bahwa penyelidikannya masih akan berlanjut dan membuka kemungkinan penangkapan lain.

Ia menyatakan, “Additional arrests will be pending as our investigators continue to follow the evidence,” sambil menjelaskan bahwa tim mereka telah mewawancarai 15 orang terkait perkara ini.

Penangkapan tersebut datang di tengah keresahan warga Jackson.

Kota ini mayoritas berpenduduk kulit hitam dan memiliki sejarah kekerasan rasial serta praktik penggantungan massal terhadap warga kulit hitam.

Dalam kesempatan yang sama, ibu Fortune, Christy Spivey, menyampaikan kepada BBC bahwa ia menangis saat polisi memperbarui informasi terkait penangkapan tersebut.

Spivey mengatakan, “I guess I do feel like a little sigh of relief…like a little bit of peace just come over me.”

Meski demikian, ia tetap meminta kepastian bahwa polisi telah menetapkan orang yang tepat.

Spivey menambahkan, “I just hope that they’ve got the right person.”

Penangkapan ini juga muncul setelah beberapa minggu yang oleh Spivey dan sejumlah warga di Jackson digambarkan sebagai adanya jeda informasi dan kurangnya langkah dari pejabat setempat.

Menurut mereka, sifat kematian Fortune yang tragis serta sejarah penggantungan di Mississippi membuat komunitas berada dalam kondisi cemas dan ketakutan.

Spivey sebelumnya menyebut bahwa ia berupaya menghubungi polisi Jackson beberapa kali selama dua pekan terakhir.

Ia mengatakan telah meninggalkan beberapa pesan suara, namun tidak menerima tanggapan.

Brackney menjawab kekesalan keluarga dengan menyatakan adanya komunikasi yang berkesinambungan.

Ia mengatakan, “We have been in constant contact with the mother and the stepfather, as well as the biological father, throughout this case.”

Seorang surat yang ditulis Spivey terkait keterbatasan komunikasi dan kecepatan penyelidikan juga dibacakan dalam pertemuan publik pada hari Selasa.

Menurut laporan, pembacaan surat itu berlangsung beberapa momen sebelum polisi mengumumkan kemungkinan kematian Fortune merupakan pembunuhan.

Spivey mengungkapkan bahwa ia merasa sulit mempercayai perkembangan yang terjadi.

Ia berkata, “I’m kind of like in awe,” lalu menambahkan, “Like, I can’t believe it. That was quick.”

Lebih awal, kematian Fortune juga dikaitkan dengan perbincangan politik di tingkat nasional.

Seorang anggota Kongres AS menggambarkan kematian Fortune sebagai bagian dari pola “possible modern-day lynchings”.

Pada pekan ini, lebih dari 50 anggota Kongres mengirim surat kepada FBI dan Departemen Kehakiman AS.

Dalam surat itu, mereka menyatakan “extremely alarmed by reports of black people found hanging from trees in numerous states” dan meminta penyelidikan independen atas kematian warga kulit hitam di berbagai wilayah.

Surat tersebut juga menyebut, “The series of deaths raise significant suspicion of foul play given the role of lynching in our nation’s history”.

Dalam surat yang sama, mereka menyampaikan bahwa hingga tahun ini setidaknya terdapat 10 kasus penggantungan yang dilaporkan terhadap warga kulit hitam di AS.

Mereka juga menulis bahwa lebih dari 70 penggantungan terdokumentasi terjadi antara 2000 dan 2025.

Dengan adanya penangkapan terhadap Jarques Ratliff, polisi menyatakan penyelidikan akan terus berjalan dan membuka kemungkinan langkah hukum lanjutan.

Brackney menekankan bahwa proses ini masih aktif, sementara keluarga berharap penetapan tersangka membawa jawaban yang tepat bagi kematian Tasia Fortune.