Hukum & Kriminal

Kolonel Samantha Shepherd Dibebaskan dari Tuduhan Kelalaian Menangani Kasus Kekerasan Jaysley Beck

×

Kolonel Samantha Shepherd Dibebaskan dari Tuduhan Kelalaian Menangani Kasus Kekerasan Jaysley Beck

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Colonel not guilty of mishandling Jaysley Beck abuse allegations

jurnalistik.co.id – Kolonel Samantha Shepherd dinyatakan tidak bersalah karena dianggap gagal menangani aduan pelecehan yang disampaikan oleh seorang prajurit perempuan remaja, sebelum Jaysley Beck mengakhiri hidupnya pada 2021. Keputusan itu keluar setelah persidangan di Military Court Centre, Catterick Garrison, North Yorkshire.

Jaysley Beck, yang berusia 19 tahun dan berasal dari Cumbria, meninggal dunia di Larkhill Camp, Wiltshire, pada 2021. Pada saat itu, ia dilaporkan mengalami serangan seksual yang dilakukan oleh Michael Webber, seorang mantan Battery Sgt, yang menurut pemberitaan “memegangi” Beck dan kemudian melakukan pelecehan seksual.

Dalam sidang, sebuah panel yang terdiri dari Air Commodore, seorang kapten dari Royal Navy, serta seorang kolonel dari Angkatan Darat menyampaikan vonis tidak bersalah bagi Shepherd. Putusan tersebut diberikan mengikuti arahan hakim yang memimpin proses persidangan.

Assistant Judge Advocate General Edward Legard menyampaikan kepada majelis bahwa penuntutan menyimpulkan “bukti yang ada tidak cukup” untuk menyatakan Shepherd bersalah dan menjatuhkan hukuman atas tuduhan yang ia hadapi. Dengan dasar itu, majelis memutuskan bahwa Kolonel Shepherd tidak terbukti melakukan kegagalan menangani aduan sesuai standar yang dituduhkan.

Penasihat Shepherd, Derek Johashen, mengatakan kliennya merasa lega atas putusan tersebut. Namun ia menekankan, keputusan ini bukan semata-mata soal diri Shepherd, melainkan terkait dampak yang dirasakan keluarga korban serta bagaimana Beck diperlakukan sejak awal menyampaikan keluhannya.

Johashen menyatakan “pemikiran” Shepherd tetap tertuju pada keluarga Gunner Beck, dan akan demikian selamanya. Ia juga menegaskan bahwa Shepherd “selalu percaya” pada Gunner Beck, menganggap keluhan itu serius, mendengarkan, serta menunjukkan kepedulian.

Shepherd menjalani persidangan bersama Maj James Hook, yang proses persidangannya masih berlanjut. Keduanya didakwa karena “perilaku yang dinilai merugikan tertib baik serta disiplin dinas” dalam cara mereka menangani kasus tersebut.

Saat sidang berlangsung, pengadilan mendengar klaim bahwa Beck merasa “terabaikan” ketika ia menyampaikan informasi kepada Shepherd dan Hook—cukup untuk memungkinkan pihak terkait memahami bahwa Beck mungkin telah menjadi korban pelecehan seksual—sekitar lima bulan sebelum ia mengakhiri hidupnya. Majelis diberitahu bahwa rantai komando dinilai tidak menindaklanjuti penanganan kasus secara memadai.

Shepherd dan Hook diajukan ke persidangan oleh Service Prosecution Authority atas penanganan perkara tersebut pada awal tahun ini. Sementara itu, pada bulan Oktober, Webber dijatuhi hukuman penjara selama enam bulan karena kasus pelecehan seksual tersebut.

Peristiwa serangan terjadi selama latihan “adventure training” Royal Artillery di Thorney Island, Chichester Harbour, pada Juli 2021. Reaksi publik juga muncul setelah kematian Beck: Louise Sandher-Jones MP, yang saat itu menjabat sebagai Menteri untuk Veterans dan People, menyebut kematian Jaysley sebagai “tragedi” dan menegaskan, “jelas bahwa tidak ada tempat bagi perilaku kriminal atau yang tidak dapat diterima di dalam militer.”

Assistant chief of general staff Maj Gen Jon Swift juga menyampaikan permintaan maaf atas kekurangan respons awal. Ia mengatakan Angkatan Darat “menyesal tidak mendengarkan Jaysley ketika ia pertama kali melaporkan serangan pelecehan itu,” dan menambahkan, “kami bertekad memastikan kesalahan yang sama tidak terulang lagi.”

Sidang tersebut juga menyoroti bagaimana keluhan awal yang disampaikan dalam kerangka layanan seharusnya diproses, termasuk penilaian apakah standar penanganan yang dituduhkan benar-benar dapat dibuktikan di persidangan. Majelis menekankan bahwa tuntutan tidak mampu memenuhi ambang pembuktian untuk menyatakan Shepherd bersalah, sehingga tidak ada hukuman yang dijatuhkan atas dakwaan tersebut.

Selain itu, pengadilan mendengar bahwa jeda waktu yang berlangsung sejak keluhan disampaikan hingga peristiwa kematian menjadi bagian dari perhatian perkara. Dalam pandangan majelis, keterlambatan tindak lanjut oleh pihak terkait membuat penanganan dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya, dan hal itu kemudian mengundang konsekuensi dalam proses persidangan berikutnya untuk pihak-pihak lain yang juga menghadapi tuduhan.

Setelah kematian Jaysley Beck, perhatian publik turut meningkat, bukan hanya karena tragedi yang dialami, tetapi juga karena respon institusi militer terhadap laporan yang sudah muncul sebelumnya. Louise Sandher-Jones MP menyatakan kematian Jaysley sebagai tragedi dan menegaskan tidak dapat diterima adanya perilaku kriminal di lingkungan militer. Di waktu yang sama, pihak pimpinan Angkatan Darat menyampaikan permintaan maaf atas kegagalan merespons pada tahap awal, sekaligus menyatakan tekad agar kesalahan serupa tidak terulang.