jurnalistik.co.id – Rapper asal Inggris, Andres Felipe Valencia Barrientos yang dikenal dengan nama panggung Yung Filly, akan menjalani persidangan ulang terkait tuduhan pemerkosaan di Australia pada pertengahan Juni 2027.
Jadwal tersebut ditetapkan oleh Pengadilan Distrik Perth, setelah juri pada sidang sebelumnya tidak mencapai keputusan untuk sejumlah dakwaan pemerkosaan.
Sidang ulang diperkirakan berlangsung delapan hari, dengan tanggal mulai 15 Juni. Setelah proses ini, pengadilan juga akan melanjutkan tahap penjatuhan hukuman untuk dakwaan lain yang diputus bersalah pada persidangan di bulan Juli.
Pada persidangan di bulan Juli, juri membebaskan Barrientos atas tiga dakwaan pemerkosaan. Pada saat yang sama, juri menyatakan dia bersalah atas dua dakwaan penyerangan (assault), sementara untuk tiga dakwaan pemerkosaan lainnya tidak ada keputusan.
Tuduhan yang diajukan berkaitan dengan peristiwa yang dialami seorang perempuan berusia 20 tahun pada saat kejadian. Ia mengklaim Barrientos berulang kali melakukan pemerkosaan dan penyerangan terhadapnya di kamar hotel di Perth, setelah pertunjukan konser pada 2024.
Di ruang sidang, pengadilan sebelumnya mendengar keterangan bahwa Barrientos dan perempuan tersebut sempat melakukan hubungan seks secara konsensual. Namun, menurut klaim korban, hubungan berubah menjadi situasi kekerasan dan Barrientos tidak berhenti meski diminta.
Sehubungan dengan sidang ulang tersebut, Barrientos tidak diwajibkan hadir di pengadilan. Pihak terkait memahami bahwa dia kembali ke Inggris setelah pengadilan memberi izin untuk meninggalkan Australia sebagai bagian dari syarat-syarat jaminan (bail).
Dalam proses lanjutan, putusan mengenai dua dakwaan penyerangan yang telah dinyatakan bersalah akan diberikan setelah sidang ulang pemerkosaan selesai.
Berita Terkait
- Jaksa Kanada Hentikan Dakwaan terhadap Amit Jalota dan Ali Raza dalam Kasus Perampokan Emas Toronto
- Penembakan di luar sinagoga Kanada dinilai bermotif kebencian, pejabat menyebut Const Jeff Smith terluka kritis dan tetap melawan
- Penembakan di luar sinagoge di Kanada disebut bermotif kebencian, menurut pejabat
Barrientos diketahui lahir di Kolombia dan dibesarkan di Inggris. Ia dikenal melalui keterlibatannya dalam komunitas YouTube Beta Squad, serta pernah tampil di versi selebritas acara Bake Off di Channel 4. Ia juga menjadi pembawa acara untuk beberapa program di BBC Three.
Dengan ditetapkannya tanggal sidang ulang pada 15 Juni 2027, perkara ini memasuki tahapan yang menentukan nasib tiga dakwaan pemerkosaan yang sebelumnya belum mendapat keputusan dari juri.
Persidangan ulang ini menjadi kelanjutan dari perkara yang sempat menemui jalan buntu pada sidang sebelumnya. Pada saat itu, juri tidak mencapai keputusan yang seragam untuk beberapa dakwaan pemerkosaan, sehingga hakim memutuskan agar proses pemeriksaan kembali berjalan melalui tahap yang lebih lengkap dan terarah.
Fokus sidang ulang ditujukan untuk tiga dakwaan pemerkosaan yang sebelumnya belum mendapat putusan dari juri. Dengan adanya jadwal mulai 15 Juni 2027 dan durasi yang diperkirakan mencapai delapan hari, pengadilan menempatkan penentuan atas dakwaan yang menggantung tersebut sebagai bagian krusial dari rangkaian perkara.
Sementara itu, hasil sidang bulan Juli telah menetapkan status tertentu dalam komposisi dakwaan. Barrientos dibebaskan dari tiga tuduhan pemerkosaan, namun dinyatakan bersalah atas dua tuduhan penyerangan. Untuk tiga tuduhan pemerkosaan lainnya, juri memilih tidak memberikan keputusan, yang kemudian membuka ruang bagi sidang ulang seperti yang diputuskan pengadilan.
Dalam uraian perkara, tuduhan yang diajukan terkait dengan peristiwa yang dialami seorang perempuan berusia 20 tahun pada saat kejadian. Korban mengklaim bahwa setelah mereka bertemu usai pertunjukan konser pada 2024, hubungan berkembang di kamar hotel di Perth, namun menurut versinya berubah menjadi situasi kekerasan ketika Barrientos terus melakukan perbuatan meski diminta untuk berhenti.
Di persidangan terdahulu, pengadilan juga mendengar bahwa sempat terjadi hubungan seks yang disebut konsensual. Meski demikian, pihak korban menyampaikan bahwa dinamika berubah menjadi non-konsensual dan terdapat unsur paksaan dalam peristiwa tersebut. Perbedaan pemahaman ini menjadi salah satu poin penting yang akan dinilai kembali pada sidang ulang.
Mengenai status kehadiran, Barrientos tidak diwajibkan hadir langsung di pengadilan dalam rangka persidangan ulang ini. Pihak terkait memahami bahwa ia kembali ke Inggris setelah memperoleh izin meninggalkan Australia sebagai bagian dari syarat-syarat jaminan (bail), sementara proses hukum tetap berjalan untuk menutup bagian dakwaan yang belum diputus.












