Olahraga

Ibrahima Konate: Tak Seorang pun Ingin Berebut Peringkat Ketiga

×

Ibrahima Konate: Tak Seorang pun Ingin Berebut Peringkat Ketiga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ibrahima Konate: Tak ada yang Mau Main di Perebutan Peringkat Ketiga

jurnalistik.co.id – Ibrahima Konate menegaskan laga perebutan peringkat ketiga di Piala Dunia 2026 bukanlah target yang dinantikan pemain Prancis. Namun, ia juga menyatakan tim tetap harus menghadapi pertandingan tersebut karena tidak ada opsi lain.

Prancis dijadwalkan melawan Inggris pada partai perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026. Laga itu akan berlangsung di Stadion Miami, Minggu (19/7/2026) pukul 04.00 WIB.

Konate menilai duel ini sejak awal tidak memiliki daya tarik seperti pertandingan bergengsi lainnya. Ia menyebut laga perebutan tempat ketiga bukan sesuatu yang menjadi impian para pemain, meski mereka tetap berjuang meraih hasil terbaik.

Bek Prancis yang sebelumnya pernah memperkuat Liverpool itu juga menggambarkan situasi tim setelah tersingkir dari persaingan juara. Prancis ditundukkan Spanyol dengan skor 0-2 pada semifinal yang mempertemukan mereka setelah bermain pada Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.

Sementara itu, Inggris juga menanggung hasil yang menyakitkan setelah gagal masuk partai puncak. Dalam laporan yang sama, Inggris disebut kalah dramatis dari Argentina dengan skor 1-2, dan pada bagian lain disebut pula bahwa semifinal berakhir 2-1 untuk kemenangan Argentina di Stadion Atlanta pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.

Menjelang laga vs Inggris, Konate mengutarakan bahwa pertandingan perebutan peringkat ketiga tidak pernah menjadi tujuan yang mereka inginkan. “Tak seorang pun dari kami ingin memainkan permainan ini untuk memperebutkan tempat ketiga, tetapi kami tidak punya pilihan,” ujarnya.

Pernyataan itu tidak lantas membuat Konate dan rekan-rekannya kehilangan fokus pada pekerjaan lapangan. Ia menekankan bahwa yang bisa dilakukan pemain adalah mengatur cara mereka memobilisasi diri, lalu menjaga dorongan untuk tampil maksimal.

Konate kemudian menambahkan, “Memang, itu bukanlah tujuannya. Bagaimana kita memobilisasi dan memotivasi diri kita sendiri? Nah, saya percaya bahwa sebagai pemain Perancis untuk tim ini, banyak pemain yang ingin berkompetisi dan memainkan pertandingan ini,” sambungnya.

Di tengah suasana yang tidak sepenuhnya menggembirakan, Konate juga menggambarkan bagaimana sebagian pemain tetap serius menyongsong pertandingan. Ia menyiratkan bahwa meski turnamen sudah tidak menyisakan kesempatan meraih gelar, laga melawan Inggris tetap memberi ruang untuk menunjukkan sikap kompetitif.

Konate juga menyinggung kesamaan pandangan dengan Thomas Tuchel. Ia menyebut dirinya sepakat dengan pernyataan Tuchel yang juga menilai tidak ada yang bersemangat menghadapi perebutan peringkat ketiga, karena pertandingan itu bukan tujuan utama yang mereka targetkan selama Piala Dunia.

“Saya tidak mengatakan ini mudah. Jauh dari itu. Saya membaca di media bahwa Tuchel mengatakan bahwa tidak ada yang ingin memainkan pertandingan ini. Ya, memang benar mengingat tujuan dan sasaran yang kami miliki,” ujar Konate.

Dengan kondisi tersebut, perebutan peringkat ketiga hadir sebagai kesempatan terakhir untuk memperbaiki penampilan. Bagi Prancis dan Inggris, pertandingan di Stadion Miami menjadi penutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 sekaligus momen untuk menunjukkan bahwa mereka tetap punya alasan tampil dengan niat terbaik.

Konate menutup dengan penekanan bahwa tujuan dan sasaran sejak awal tidak diarahkan pada duel perebutan tempat ketiga. Meski begitu, ia memastikan tim tetap mencari cara agar energi pertandingan tetap terjaga sampai akhir, sesuai dengan pilihan yang tersisa bagi mereka.

Konate menegaskan bahwa keputusan untuk tetap bersaing tidak boleh berhenti di level niat, tetapi harus diterjemahkan ke dalam disiplin di lapangan. Tim diminta merapikan respons selama fase pertandingan, termasuk menjaga ritme permainan dan kekompakan saat situasi berubah.

Ia juga menilai suasana hati yang tidak sepenuhnya berburu euforia tak lantas membuat persiapan kehilangan arah. Menurutnya, setiap pemain perlu menata dorongan dari dalam diri agar tetap tampil sebaik mungkin, sekaligus menjadikan laga ini sebagai penutup yang layak setelah tersingkir dari perebutan gelar.