Hukum & Kriminal

Keluarga Kirandeep Kaur ‘hancur karena kematiannya’, kata sang kakak

×

Keluarga Kirandeep Kaur ‘hancur karena kematiannya’, kata sang kakak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kirandeep Kaur's family 'devastated by her death', sister says

jurnalistik.co.id – Kakak Kirandeep Kaur menggambarkan duka yang dialaminya setelah pembunuhan tragis terhadap adiknya di London. Perempuan berusia 24 tahun itu tewas saat tidur di rumah bersama suami dan bayi mereka di barat London pada Minggu, sebelum beritanya sampai ke keluarga di India.

Kirandeep Kaur, yang berasal dari India, diserang di rumahnya di Hayes. Dalam keterangan kepada BBC London melalui penerjemah dari wilayah Majha di Punjab, India, kakaknya, Gursharan, mengatakan, “She is everything for me, she video calls me and my mum. What are we going to do without her?”

Gursharan juga menyebut sosok adiknya sebagai pusat hidupnya. Ia menyampaikan, “She was my world. My heart hurts.” Pernyataan itu menggambarkan betapa sulitnya menerima kabar yang datang tanpa banyak rincian sejak kejadian.

Dalam penuturannya, Gursharan mengatakan keluarganya “very poor” dan Kirandeep selalu memikirkan mereka terlebih dahulu. Ia menambahkan, “Our family is very poor. She always thinks about us first. She was very supportive to me. She was my world. My heart hurts.”

Kakak Kirandeep menuturkan bahwa adiknya datang ke Inggris untuk mencari pekerjaan yang lebih baik agar dapat membantu keluarga. Ia menyebut, “My sister moved to the UK in September 2024 to study at Buckinghamshire New University. She completed her studies and worked at a grocery store. We spoke to each other on the phone. But she hasn’t been back, so I haven’t seen her. When she reached London – she told me it was beautiful and she was happy.”

Gursharan juga menggambarkan bahwa Kirandeep merupakan sosok yang cerdas dan pekerja keras. Ia mengatakan, “She was very intelligent. She was the top of her class here in India when she was studying, she’s a very hard worker. She loved us all very much.”

Keluarga Kirandeep, menurut keterangan Gursharan, tinggal di Tarn Taran—sebuah kota sekaligus pusat distrik di wilayah Majha, Punjab, India—sekitar 13 mil (22km) selatan Amritsar. Gursharan menyatakan ia mengetahui kematian adiknya dari seseorang di desa mereka, dan hingga saat ini ia masih memiliki informasi yang sangat sedikit mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Gursharan menyampaikan kondisi orang tuanya setelah kabar itu datang. Ia berkata, “I am not coping well, I cannot handle this news. My parents are devastated.” Ia menambahkan bahwa mereka memiliki empat saudara: kakak laki-laki yang lebih tua, Kirandeep, lalu dua adik yang lebih muda; “I am the youngest sister.”

Ia juga menyebut ibunya mengalami keadaan yang tidak baik sejak kabar itu. Gursharan menuturkan, “My mother is not feeling well at all since the news, she is devastated. My father is not in the best of health.” Ia menegaskan bahwa Kirandeep mendukungnya, termasuk dalam pendidikan, dengan mengatakan, “She supported me in my studies, she wanted me to do well.”

Keluarga meminta keadilan dan pemulangan jenazah

Gursharan mengatakan keluarganya tidak pernah membayangkan hal seperti itu bisa terjadi pada Kirandeep di London. Ia menyatakan, “We want justice.” Ia juga menuturkan, “We want her body back for her rightful funeral in our hometown.”

Keluarga menginginkan jenazah Kirandeep dikembalikan ke India. Gursharan berkata, “I haven’t seen her since she left in 2024. I want her to come home so I can see her one last time.” Ia menambahkan, “My parents want to see her one last time. I want the funeral to take place in our village in India.”

Gursharan menyebut bahwa masyarakat Sikh setempat menggelar vigil pada Jumat dan Sabtu bagi Kirandeep. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang-orang di London yang datang ke pertemuan dan vigil: “We are grateful to the people in London who are coming to the gatherings and vigils in London for my sister. We hope this never happens to another family. We want her body back for her rightful funeral in our hometown. We don’t want this to happen to anyone else. We want justice.”

Kirandeep Kaur meninggalkan tiga saudara kandung serta orang tuanya, juga suami yang ia nikahi di Inggris dan seorang bayi. Gursharan juga menyampaikan bahwa Kirandeep membantu keluarga, termasuk dalam mendukung dirinya membayar biaya kuliah.

Sementara itu, seorang pria telah didakwa atas pembunuhan Kirandeep. Daniel Sean James, 46, didakwa melakukan penyerangan terhadap Kirandeep di rumahnya di Uxbridge Road, Hayes, barat London, pada dini hari Minggu 12 Juli. Setelah kejadian itu, James diduga melompat keluar dari sebuah jendela dan mengalami patah kedua pergelangan kaki sebelum ditahan oleh polisi di dekat lokasi.

Pada Kamis, James yang tinggal di Mercer Place, Pinner, barat London, tampil di Old Bailey melalui video link dari Wormwood Scrubs. Ia didakwa dengan pembunuhan Kirandeep, serta percobaan pembunuhan dan kepemilikan sebilah pisau. Hakim Nigel Lickley KC menetapkan sidang pembacaan pengakuan pada 1 Oktober, dan James ditahan.