Olahraga

Vozinha Dipantau Colo-Colo, Cape Verde Bidik Klub Chile dengan Status Bebas Transfer

×

Vozinha Dipantau Colo-Colo, Cape Verde Bidik Klub Chile dengan Status Bebas Transfer

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kelanjutan Karier Vozinha, Kejutan Piala Dunia 2026 Diincar Klub Chile

jurnalistik.co.id – Kiper tim nasional Cape Verde, Vozinha, kini menjadi sorotan pasar transfer. Setelah tampil menonjol di Piala Dunia 2026, ia disebut dipantau Colo-Colo dan berpotensi didatangkan dengan status bebas transfer.

Vozinha disebut tampil menarik perhatian sejumlah klub setelah Cape Verde menjalani debutnya di Piala Dunia 2026. Turnamen edisi ini digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Dalam empat pertandingan yang dimainkan Cape Verde, Vozinha berhasil mencatat dua kali nirbobol. Catatan itu mengangkat reputasinya sebagai penjaga gawang yang mampu menjaga stabilitas tim di level turnamen besar.

Performa khusus Vozinha terlihat saat pertandingan-pertandingan Cape Verde di Grup H. Pada laga perdana melawan Spanyol, ia menjadi salah satu faktor penting sebelum kemudian membantu tim menahan imbang Uruguay 2-2.

Di pertandingan ketiga grup, Vozinha juga menjaga gawangnya tetap bersih saat Cape Verde berhadapan dengan Arab Saudi. Keberlanjutan performa tersebut membuat kipernya konsisten jadi tumpuan pertahanan tim.

Langkah Cape Verde berlanjut hingga babak 32 besar. Saat melawan Argentina, Vozinha sempat mengantarkan tim “nyaris saja” menahan imbang pada waktu normal, sebelum akhirnya kalah 2-3.

Usai Piala Dunia 2026, Vozinha belum memiliki klub. Ia sebelumnya mengumumkan hengkang dari Chaves, klub Divisi dua Liga Portugal.

Selama membela Chaves, Vozinha mencatat 51 penampilan. Namun pada musim 2025-2026 jumlah penampilannya menurun menjadi 19, sehingga penjaga gawang berusia 40 tahun itu memutuskan untuk pergi.

Secara pengalaman klub, Vozinha pernah membela AEL Limassol di Liga Siprus. Kini, pencariannya untuk menemukan rumah baru berlanjut, termasuk setelah muncul kabar dari Talksport soal minat Colo-Colo.

Menurut pemberitaan Talksport, Colo-Colo telah melayangkan permohonan awal yang juga disebut mendapat respons dari perwakilan Vozinha. Kendati demikian, klub yang dikapteni eks bintang timnas Chile, Arturo Vidal, masih mengincar kiper lain, yakni Santiago Mele yang bermain untuk timnas Uruguay.

Di luar Colo-Colo, minat juga sempat dikaitkan dengan klub Major League Soccer, Inter Miami. Tim tersebut diperkuat Lionel Messi, mega bintang Argentina, sehingga sorotan terhadap kiper-kiper yang menarik menjadi makin besar.

Vozinha sendiri menyatakan ingin melanjutkan karier sepak bola. Ia mengaku masih memiliki hasrat bermain, sekaligus berharap bisa menemukan tim yang benar-benar menginginkannya sebagai pemain, bukan sekadar kebutuhan promosi.

“Ini adalah salah satu hal pertama yang ingin saya bereskan. Saya mencintai sepak bola. Saya berada di sini, di usia 40 tahun, karena saya benar-benar memiliki hasrat ini,” ujar Vozinha. “Saya ingin bermain setidaknya satu atau dua tahun lagi, atau melihat sampai sejauh mana tubuh saya mampu bertahan; kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari.”

“Saya ingin bermain, dan saya berharap bisa menemukan tim yang benar-benar menginginkan saya sebagai pemain, bukan sebagai orang pemasaran,” imbuhnya. Dengan situasi statusnya yang masih tanpa klub, langkah selanjutnya Vozinha akan sangat menentukan apakah peluang bebas transfer dari sorotan pasar bisa benar-benar terwujud.

Dalam konteks bursa transfer, kondisi tanpa klub memberi Vozinha posisi tawar yang berbeda dibanding kiper yang terikat kontrak. Status bebas transfer sering membuat negosiasi berjalan lebih cepat, terutama bagi tim yang ingin memperkuat kedalaman skuad tanpa biaya transfer.

Menariknya, gambaran performa Vozinha di Piala Dunia 2026 sejalan dengan karakter permainannya yang memberi rasa aman di bawah tekanan pertandingan besar. Setelah catatan dua laga tanpa kebobolan, ia membangun persepsi sebagai penjaga gawang yang bisa menjaga ritme tim, baik saat menghadapi lawan kuat maupun ketika laga memasuki fase krusial.

Di sisi lain, keputusan meninggalkan Chaves muncul setelah penampilannya mengalami penurunan drastis pada musim 2025-2026. Pergantian peran di level klub, dari lebih sering tampil menjadi lebih jarang masuk skuad, membuat rencana berikutnya menjadi kebutuhan penting bagi pemain berusia 40 tahun tersebut.

Dengan situasi ini, proses pencarian rumah baru kemungkinan akan bertumpu pada kecocokan kebutuhan tim dan rencana penggunaan kiper berpengalaman. Baik pembicaraan yang dikaitkan dengan Colo-Colo maupun sorotan dari Inter Miami memperlihatkan bahwa ketertarikan terhadap Vozinha tidak hanya datang dari satu arah, sekaligus menjadi penentu bagi langkah kariernya dalam waktu dekat.