jurnalistik.co.id – Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair 2026 menjadi salah satu arena yang membuat konsumen memburu sepeda motor baru. Namun, untuk skutik Suzuki tertentu yang sedang laris, proses pembelian tidak selalu langsung berakhir di tangan konsumen—sejumlah varian dan warna justru harus melalui mekanisme inden, bahkan bisa menembus waktu sekitar satu bulan.
Dengan tingginya permintaan, beberapa unit tidak tersedia dalam jumlah yang sama dengan kebutuhan pasar. Di lapangan, calon pembeli pada akhirnya perlu menyesuaikan pilihan varian dan warna, karena ketersediaan stok sangat memengaruhi durasi tunggu.
Tidak ada promo tambahan yang agresif
Kepala Cabang Suzuki Motor Sunter ISG, Deddy Priambada, menyebutkan bahwa selama Jakarta Fair, pihaknya tidak menjalankan promo tambahan yang terlalu agresif. Alasannya, ketersediaan unit dinilai tidak sebanding dengan besarnya permintaan pasar.
Deddy mengatakan, “Promo masih sama saja. Jadi tidak ada yang spesial karena kami juga merasa nanti kalau diberikan promo, unitnya terbatas. Karena demand cukup banyak,” ujar Deddy kepada Kompas.com (11/6/2026).
Menurut Deddy, konsumen yang membeli selama PRJ tetap bisa mendapatkan unit. Akan tetapi, pembelian tersebut tetap mengharuskan konsumen bersedia menunggu untuk beberapa varian dan warna yang menjadi favorit.
Burgman Street 125EX jadi magnet utama
Salah satu model yang paling banyak dicari saat ini adalah Suzuki Burgman Street 125EX. Skutik bergaya premium tersebut disebut terus menarik perhatian sejak pertama kali hadir di pasar Indonesia, dan minatnya dinilai mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
Deddy mengungkapkan bahwa peminat Burgman Street terus bertambah karena desainnya yang berbeda dibanding skutik kebanyakan, harga yang dinilai kompetitif, serta konsumsi bahan bakar yang dianggap irit oleh konsumen.
“Semenjak kehadiran Burgman memang langsung meningkat. Burgman cukup bagus bisa diterima. Kemudian harga kompetitif, diterima di masyarakat, dan mereka bilang bahan bakarnya cukup irit,” katanya.
Tingginya minat itu kemudian berdampak pada ketersediaan unit di diler. Untuk pembeli Burgman Street, masa inden umumnya berkisar antara satu hingga dua minggu.
Meski begitu, waktu tunggu tidak selalu sama untuk semua pilihan. Deddy menjelaskan bahwa durasi inden bisa berbeda, tergantung warna yang dipilih konsumen.
Dalam kondisi tertentu, warna tertentu justru paling cepat habis. Deddy menyoroti bahwa warna Bronze menjadi favorit konsumen sekaligus yang paling banyak diburu, sehingga stoknya lebih cepat berkurang dibanding warna lainnya.
“Perlu sabar untuk Burgman Street, khususnya warna Bronze, itu favorit. Kalau yang ready warna biru,” ujar Deddy.
Suzuki Access 125 juga antre lebih panjang
Selain Burgman Street, model lain yang juga mengalami antrean pemesanan adalah Suzuki Access 125. Deddy menyampaikan bahwa pola inden untuk Access berbeda dibanding Burgman, karena waktu tunggunya bisa lebih lama.
“Access inden sekitar satu bulan,” kata Deddy.
Dengan demikian, bagi konsumen yang menargetkan Access 125, ketersediaan unit perlu diantisipasi sejak awal. Pilihan varian dan kesiapan stok menjadi penentu utama kapan unit bisa diterima.
Asal pengiriman dan harga OTR
Sebagai informasi, Burgman Street 125EX dan Access 125 merupakan skutik Suzuki yang masih didatangkan CBU dari India. Kedua model tersebut masing-masing dibanderol dengan harga berbeda.
Burgman Street 125EX dijual seharga Rp 26.843.500 OTR Jakarta dan sekitarnya. Sementara itu, Suzuki Access 125 dibanderol Rp 26.050.000 OTR Jakarta dan sekitarnya.
Dengan rangkaian informasi tersebut, gambaran di Jakarta Fair 2026 menunjukkan bahwa pembelian skutik Suzuki tidak semata ditentukan oleh promo. Di tengah permintaan yang tinggi, proses inden—terutama untuk varian dan warna tertentu—menjadi bagian dari kenyataan yang perlu dipersiapkan konsumen.
Pada akhirnya, kesiapan untuk menunggu menjadi syarat yang sama pentingnya dengan ketertarikan pada model yang dituju. Terutama ketika warna favorit dan stok diler tidak secepat pola permintaan yang datang selama ajang berlangsung.











