Teknologi

INET Gandeng Perusahaan China, Siapkan Proyek Kabel Laut Antarpulau di RI

×

INET Gandeng Perusahaan China, Siapkan Proyek Kabel Laut Antarpulau di RI

Sebarkan artikel ini
INET Gandeng Perusahaan Raksasa China, Siapkan Proyek Kabel Laut Antarpulau di RI Money 25 Juni 2026
Ilustrasi: INET Gandeng Perusahaan Raksasa China, Siapkan Proyek Kabel Laut Antarpulau di RI

jurnalistik.co.id – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) memperluas ekspansi di tingkat regional melalui kerja sama dengan PT FiberHome Technologies Indonesia. Kolaborasi ini ditujukan untuk menyiapkan proyek pembangunan infrastruktur kabel laut dan memperkuat konektivitas antarpulau di Indonesia.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Melalui kesepakatan itu, kedua perusahaan membentuk kerja sama yang mencakup pembangunan sistem kabel dan pengembangan infrastruktur terkait, baik di laut maupun di darat.

Kemitraan INET dan FiberHome mencakup partisipasi dalam pembangunan ASEAN Fiber Connect System (AFC System). Di dalamnya termasuk pengembangan cabang (branching) kabel laut menuju Pontianak, pembangunan konektivitas domestik antarpulau, hingga pemanfaatan kapal khusus FH-21 untuk instalasi dan pemeliharaan jaringan dalam jangka panjang.

AFC System sendiri merupakan sistem transmisi serat optik bawah laut berkapasitas tinggi yang dirancang untuk menghubungkan pusat-pusat ekonomi di Asia. Dalam uraian kerja sama tersebut, jaringan yang ditargetkan mencakup Hong Kong, Malaysia, Singapura, serta Indonesia.

Dalam proyek strategis itu, INET berperan sebagai landing station partner atau mitra pendaratan di Indonesia. Selain itu, INET juga memperoleh hak akses kapasitas (capacity rights) secara langsung pada jaringan utama AFC System.

Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menilai kolaborasi ini menjadi dorongan penting bagi perusahaan dalam memperkuat portofolio infrastruktur digital. Arif menyebut langkah tersebut memperluas potensi penguatan konektivitas, baik pada level nasional maupun regional.

“Pontianak memiliki posisi geopolitik dan geografis yang sangat strategis sebagai gerbang alternatif konektivitas global Indonesia. Melalui pembangunan cabang ini, INET tidak hanya melipatgandakan kapasitas jaringan internasionalnya, tetapi juga membangun fondasi kuat untuk memangkas kesenjangan digital di dalam negeri,” ujar Arif dalam keterangan resminya, Kamis (25/6/2026).

Secara pembagian peran, FiberHome akan memimpin penyediaan teknologi, termasuk system engineering, serta pelaksanaan pekerjaan teknis di laut. Keterlibatan di tahap teknis tersebut mencakup aspek rekayasa sistem dan pelaksanaan konstruksi di area operasional jaringan bawah laut.

Sementara itu, INET bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pendaratan kabel (landing station) serta pembangunan infrastruktur darat (terrestrial). Perusahaan juga menyiapkan pemenuhan seluruh regulasi dan perizinan di Indonesia untuk memastikan tahapan implementasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, cakupan kerja sama tidak hanya berorientasi pada pembangunan jaringan internasional. Proyek yang disiapkan juga diarahkan untuk mendukung konektivitas domestik antarpulau melalui jaringan transmisi berkapasitas tinggi.

Proyek itu mencakup rangkaian tahapan pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Tahapan yang disebutkan meliputi perancangan sistem, pengadaan perangkat, penggelaran (deployment), hingga pengoperasian jaringan.

Pemanfaatan kapal khusus FH-21 menjadi bagian penting dari rencana kerja jangka panjang, terutama untuk mendukung proses instalasi dan pemeliharaan jaringan. Keberadaan kapal tersebut disebut relevan agar operasional jaringan dapat ditangani dengan kapasitas dan dukungan teknis yang diperlukan sepanjang masa pengembangan.

Kerja sama INET dan FiberHome juga memperlihatkan fokus pada penguatan kapasitas jaringan serta perluasan akses konektivitas. Dengan adanya peran sebagai landing station partner, INET menempatkan diri pada posisi strategis dalam struktur jaringan AFC System di Indonesia.

Adapun pengembangan cabang menuju Pontianak dimaksudkan untuk memperkuat posisi konektivitas sebagai gerbang alternatif. Dari sudut pandang perusahaan, pembangunan cabang itu tidak hanya terkait peningkatan kapasitas, tetapi juga diposisikan sebagai fondasi untuk mendorong pemerataan akses digital di dalam negeri.

Secara keseluruhan, INET menyatakan langkah penguatan ini menjadi bagian dari ekspansi regional yang terstruktur melalui kolaborasi dengan pihak penyedia teknologi dan rekayasa sistem. Dengan cakupan kerja yang mencakup infrastruktur bawah laut dan fasilitas darat, proyek yang disiapkan diharapkan mendukung konektivitas antarpulau sekaligus mengokohkan jaringan transmisi berkapasitas tinggi.

Penyiapan proyek kabel laut dan penguatan konektivitas

MoU yang ditandatangani menjadi landasan awal untuk pelaksanaan kerja sama yang mengarah pada pembangunan dan penguatan sistem kabel laut. Melalui kombinasi peran FiberHome dalam teknologi dan pekerjaan teknis di laut, serta tanggung jawab INET pada landing station, infrastruktur darat, serta regulasi dan perizinan, perusahaan menyiapkan kerangka implementasi yang menyeluruh.

Langkah ini juga sejalan dengan kebutuhan pengembangan infrastruktur telekomunikasi yang dapat menutup jarak antardaerah. Dengan tahapan dari perancangan hingga pengoperasian jaringan, proyek yang dibidik menempatkan aspek kesiapan teknis dan kepatuhan regulasi sebagai bagian dari proses pembangunan.

Dengan rencana tersebut, INET berupaya memperkuat portofolio infrastruktur digital sekaligus memperluas keterhubungan jaringan pada level regional melalui AFC System. Dari sisi jaringan, penguatan yang dilakukan diharapkan berkontribusi pada meningkatnya kapasitas, yang pada akhirnya mendukung konektivitas antarpulau di Indonesia.