Olahraga

Hasil US Open 2026: Sabalenka bangkit atas Linda Noskova untuk jaga pertahanan gelar, tembus semifinal

×

Hasil US Open 2026: Sabalenka bangkit atas Linda Noskova untuk jaga pertahanan gelar, tembus semifinal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: US Open 2026 results: Aryna Sabalenka fights back against Linda Noskova to keep title defence alive

jurnalistik.co.id – Arnya Sabalenka memastikan langkahnya ke semifinal US Open 2026 setelah menjalani laga dramatis melawan Linda Noskova dan akhirnya menang dalam tiga set. Ia sempat merasakan pertahanan gelarnya seperti sudah lepas, sebelum bangkit dan menutup pertandingan menjelang dua setengah jam.

Dalam turnamen ini, laga tersebut menjadi yang pertama kali menghadirkan set penentuan untuk Noskova dan Sabalenka. Pada set ketiga, Sabalenka tertinggal 4-2 lebih dulu, lalu kembali harus menghadapi ketinggalan 2-0 di tie-break sebelum akhirnya membalik keadaan dan mengunci kemenangan.

Kemenangan ini sekaligus menjadi catatan bersejarah di Flushing Meadows. Sabalenka, yang berusia 28 tahun, meraih kemenangan ke-19 secara beruntun di turnamen tersebut dan tak pernah lagi merasakan kekalahan sejak final 2023.

Selain itu, Sabalenka juga menjadi perempuan pertama sejak Serena Williams pada 2016 yang mampu menembus enam semifinal beruntun di US Open. Dengan hasil tersebut, ia untuk sementara mempertahankan posisi peringkat satu dunia, meski nasibnya tetap bergantung pada pertandingan berikutnya.

Ia tetap berpeluang kehilangan posisi puncak peringkat, karena apa pun hasil Sabalenka pada sisa turnamen, ia akan terlewati bila Elena Rybakina (nomor dua dunia) mengalahkan Zheng Qinwen pada Rabu. Dengan kata lain, pertahanan posisi puncak kini bukan lagi hanya soal kemenangan Sabalenka, tetapi juga hasil di laga lain.

Di semifinal, Sabalenka akan menghadapi pemenang antara petenis Amerika unggulan ketiga Jessica Pegula atau Emma Navarro. Navarro masuk sebagai unggulan ke-26, sehingga ia datang dengan status kuda hitam yang relatif lebih rendah dibanding lawan-lawan yang kemungkinan ia hadapi.

Target Sabalenka berikutnya jelas: menembus final US Open untuk keempat kalinya secara beruntun. Ia juga membawa momentum setelah beberapa pertemuan sebelumnya menunjukkan bahwa kemampuan mengelola emosi dan ritme permainan mulai stabil kembali.

Seusai laga, Sabalenka mengaku tidak menyangka pertandingan bisa berbalik secepat itu. “I’m speechless right now. I was pushing to the limit in this match, especially in the third set,” kata Sabalenka. “I honestly thought that that’s it, the match is over, but probably that’s what helped me to feel loose and go after my shots. [I’m] super happy to get the win.”

Awal pertandingan menunjukkan Sabalenka mampu mengendalikan ritme. Ia mematahkan permainan servis pertama Noskova dan melaju hingga unggul 5-2. Namun, kendali itu tidak bertahan hingga akhir set karena Sabalenka kembali dipecah saat ia melayani untuk mengakhiri set pertama.

Di set awal, Sabalenka sempat tampil dominan pada tie-break. Meski demikian, “double fault” yang ia lakukan di permainan servis terakhir—salah satu dari total empat double fault sepanjang laga—menjadi bagian penting dari fluktuasi permainan. Ia juga gagal memanfaatkan peluang break point yang sempat terbuka pada fase awal set kedua.

Masuk ke set kedua, Sabalenka mengalami kesulitan mengonversi momentum. Ia sempat terbuang tiga peluang break pada fase awal, sebelum akhirnya Noskova berhasil merebut satu break pada permainan keenam. Pada momen tersebut, Sabalenka melakukan double fault pada skor 30-40, sehingga Noskova memaksa pertandingan menuju penentuan.

Di set ketiga, Sabalenka kembali menghadapi tantangan yang serupa. Setelah melakukan dua double fault lagi dan kembali harus kehilangan servis untuk ketiga kalinya, ia sempat terlihat sulit keluar dari tekanan. Noskova kemudian menutup fase awal dengan unggul 4-2, tetapi Sabalenka merespons dengan memenangkan tiga gim berikutnya untuk membalik arah pertandingan.

Kunci comeback itu tersusun rapi pada tie-break. Sabalenka akhirnya meraih kemenangan pada tie-break untuk kesepuluh kalinya secara beruntun di US Open, sebuah rangkaian yang dimulai sejak 2021. Ia menyelesaikan laga dengan sebuah ace servis kedua yang tenang, meski situasi pada tie-break sebelumnya sudah menunjukkan jarak yang sempat tampak terlalu jauh.

Catatan ritme musimnya juga menjadi latar penting di balik hasil ini. Ini baru menjadi kemenangan perempat final kedua Sabalenka sejak bulan Maret, sementara ia belum mampu meniru keberhasilan kerasnya pada awal musim. Ia memang sempat mencatat gelar di Brisbane, Indian Wells, dan Miami, tetapi kegagalan di tanah liat atau rumput menjadi penanda bahwa konsistensi belum sepenuhnya kembali.

Sebelum US Open, Sabalenka juga mengalami kekalahan pada babak 16 besar saat tampil di Toronto dan Cincinnati. Meski begitu, di New York ia menunjukkan sesuatu yang mendekati performa terbaiknya—sebab hingga laga ini ia belum pernah kalah di perempat final dalam enam kesempatan.

Sementara itu, Noskova menampilkan statistik yang menunjukkan bahwa ia tidak sekadar kalah oleh keadaan. Ia lebih banyak mencetak winner, lebih sedikit melakukan unforced error, serta berhasil menyelamatkan tujuh dari sembilan peluang break point yang dihadapi. Namun, rangkaian 11 kemenangan tunggal beruntun Noskova di ajang Grand Slam akhirnya berakhir pada tahap ini.

Bagi Sabalenka, kemenangan atas Noskova juga terasa lebih dari sekadar tiket semifinal. Ia sebelumnya pernah mengalami kesulitan ketika emosi atau ritme permainan tidak berada di jalur terbaik—termasuk pada kekalahan perempat final di Prancis ketika ia memulai dengan keunggulan. Namun, seperti yang terlihat saat ia menaklukkan Noskova, ia mampu menunjukkan kontrol yang lebih matang dan tetap bertahan pada momen-momen paling menentukan.