Olahraga

US Open 2026: Francis Tiafoe bangkit dari ketinggalan dua set dan kalahkan Alex Michelsen lewat tie-break

×

US Open 2026: Francis Tiafoe bangkit dari ketinggalan dua set dan kalahkan Alex Michelsen lewat tie-break

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: US Open 2026 results: Francis Tiafoe beats Alex Michelsen after trailing by two sets and break

jurnalistik.co.id – Francis Tiafoe menunjukkan kemampuan bangkit yang jarang terlihat saat ia menundukkan Alex Michelsen dalam laga perempatfinal US Open 2026. Tiafoe tampil lebih dari sekadar bertahan; ia berbalik menguasai pertandingan setelah sempat tertinggal dua set dan satu break.

Petenis unggulan Amerika berperingkat 11 itu harus melewati fase sulit, karena Michelsen—berstatus petenis nomor 46 dunia—lebih dulu mengendalikan tempo sepanjang set-set awal. Namun, saat momentum mulai berbelok, Tiafoe menemukan ritme yang membawanya terus maju hingga momen penentu.

Di set pertama, Michelsen langsung menancap lebih awal. Setelah keduanya saling tukar break pada fase awal, Michelsen mengambil kendali lewat satu break krusial saat kedudukan menjadi 6-5, sekaligus mengakhiri set pembuka dengan kemenangan 7-5. Michelsen juga mencatat 15 winners, jauh melebihi empat winners milik Tiafoe pada set tersebut.

Langkah itu berlanjut ke set kedua. Michelsen tetap unggul dalam momen-momen penting, dengan permainan backhand yang berperan besar saat reli diperpanjang atau saat harus memenangi poin-poin ketat. Tiafoe sempat mencoba mengejar, tetapi Michelsen berhasil menambah keunggulan, lalu membuka jalan ke keunggulan set dengan cara yang membuat Tiafoe semakin tertekan.

Perubahan paling dramatis terjadi pada set ketiga. Tiafoe tertinggal 5-4 ketika Michelsen mendapat kesempatan untuk mengakhiri pertandingan dalam servis—sebuah situasi yang biasanya mematikan. Meski begitu, di sinilah tekanan mulai terasa: Michelsen melakukan dua double faults, dan Tiafoe memanfaatkan peluang itu untuk menyamakan kedudukan. Setelah set terselesaikan dengan kemenangan Tiafoe pada 7-5, ia juga langsung mengambil tiga game pembuka pada set keempat, mengubah arah permainan secara nyata.

Set keempat pun menjadi jembatan menuju set penentuan. Tiafoe mampu menahan usaha Michelsen untuk memulihkan kendali, kemudian memaksa pertarungan berlanjut ke pertandingan kelima. Pada akhirnya, keduanya harus menyelesaikan laga dengan set kelima yang sarat pergantian momentum.

Pada set penentuan, reli dan break datang silih berganti. Penonton di Arthur Ashe Stadium—yang terus merasakan lonjakan energi saat Tiafoe mulai menemukan laju terbaiknya—justru melihat pertandingan berubah menjadi pertarungan mental dan eksekusi di momen krusial. Dalam kondisi set yang rapat dan sering berubah, Tiafoe berhasil tetap tenang ketika peluang datang.

Hasil akhirnya menegaskan bahwa perubahan momentum benar-benar berpihak pada Tiafoe. Ia menang dalam tie-break 10 poin sekaligus mengunci kemenangan 7-6 (10-6), setelah skor lengkap 5-7 3-6 7-5 6-3 7-6 (10-6). Secara keseluruhan, laga ini berlangsung selama empat jam dan 38 menit, sebuah durasi yang menunjukkan betapa besar tuntutan fisik maupun konsentrasi yang harus dijalani kedua petenis.

Kemenangan ini juga menempatkan Tiafoe pada posisi penting di turnamen. Petenis berusia 28 tahun itu mencapai semifinal US Open untuk kali ketiga dalam lima tahun terakhir. Di semifinal, ia akan menghadapi Carlos Alcaraz yang berstatus juara bertahan, atau Ben Shelton yang merupakan unggulan kedelapan.

Bagi Michelsen, ini menjadi perjalanan yang tetap bersejarah meski harus berakhir dengan kekalahan. Petenis berusia 22 tahun tersebut tampil di perempatfinal Grand Slam pertamanya, lalu harus menghadapi kenyataan pahit ketika ia sempat mengantongi kesempatan besar untuk menutup pertandingan. Setelah laga, Michelsen terlihat menahan emosi saat mereka saling berpelukan di akhir pertandingan.

Dalam komentarnya setelah pertandingan, Tiafoe mengakui ia butuh waktu untuk kembali menemukan ritme. Ia berkata, “In the end I slowly started to get my rhythm. Snuck out that third set and got better and better,” sebelum menambahkan pujian untuk lawannya, “He’s a hell of a player and he easily could have won today. Shout out to Alex Michelsen. “Everyone was asleep in the first couple of hours, I was too. As it went along the energy was incredible as it is always. You guys are rooting for me and I appreciate that.””

Tiafoe kini menatap babak berikutnya dengan target yang jelas. Ia berharap bisa mencapai final Flushing Meadows untuk pertama kalinya, setelah sebelumnya dua kali tersendat oleh Alcaraz pada 2022 dan Taylor Fritz pada 2024. Setelah comeback yang penuh tekanan seperti ini, peluangnya untuk mematahkan pola kegagalan tersebut menjadi semakin terbuka.