Internasional

Cyclospora: wabah siklosporiasis terbesar di AS sudah berakhir, menurut pejabat kesehatan

×

Cyclospora: wabah siklosporiasis terbesar di AS sudah berakhir, menurut pejabat kesehatan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Cyclospora: largest US outbreak of explosive diarrhoea parasite is over, health officials say

jurnalistik.co.id – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan bahwa wabah infeksi usus yang menyebar lintas beberapa negara bagian dan berdampak pada lebih dari 12.000 orang telah berakhir. Pengumuman tersebut disampaikan pada hari Jumat melalui pemberitahuan resmi.

Dalam periode beberapa bulan terakhir terkait wabah ini, dua orang meninggal dunia dan 570 lainnya dirawat di rumah sakit. CDC juga menyampaikan bahwa mereka masih melakukan penyelidikan untuk memahami penyebab infeksi tersebut.

Pada pemberitahuan bahwa wabah sudah berakhir, CDC menyatakan kasus telah “significantly declined”. Artinya, jumlah kasus menurun secara jelas, meski proses penelusuran tetap berjalan.

Wabah ini dilaporkan terjadi di 21 negara bagian. Pejabat kesehatan menautkan wabah tersebut dengan selada impor dari Meksiko yang dipasok oleh Taylor Farms, pemasok utama bagi banyak gerai makanan di Amerika Serikat.

Menanggapi temuan tersebut, Taylor Farms mengumumkan penarikan sukarela untuk selada yang bersumber dari Meksiko bagian tengah. Sementara itu, jaringan cepat saji Taco Bell menyatakan telah menghapus selada dari pemasok terkait dari menu mereka.

Parasit penyebabnya adalah Cyclospora, organisme mikroskopis yang dapat memicu diare yang berlangsung hebat hingga berujung pada kondisi yang “eksplosif”. Infeksi akibat Cyclospora dikenal sebagai siklosporiasis (cyclosporiasis).

Menurut CDC, siklosporiasis dapat menular melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Gejala yang dapat muncul mencakup diare berat, sehingga penanganan medis sering diperlukan untuk mencegah komplikasi akibat dehidrasi.

CDC menyebut kematian akibat siklosporiasis termasuk tidak lazim, karena penyakit ini “not usually life-threatening”. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pada umumnya infeksi tidak berujung fatal, meski tidak menutup kemungkinan risiko pada kelompok rentan.

Di Michigan, pejabat kesehatan menjelaskan bahwa kedua kematian yang dilaporkan terjadi di negara bagian tersebut. Keduanya dialami oleh orang yang memiliki “significant underlying health conditions that may have been impacted by cyclosporiasis and dehydration”.

Berdasarkan data CDC, tercatat hampir 20.000 kasus siklosporiasis yang terkonfirmasi sejak 1 Mei. Dari jumlah itu, lebih dari 1.000 orang juga mengalami rawat inap.

Dalam laporan penularan, 49 negara bagian serta Distrik Columbia melaporkan adanya kasus. CDC juga menekankan bahwa angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi dibanding jumlah yang terkonfirmasi.

CDC menyatakan bahwa sebagian besar kasus berkaitan dengan selada yang terkontaminasi. Namun, terdapat “thousands” kasus lain yang tidak terkait langsung dengan selada tersebut.

Selain di Amerika Serikat, otoritas kesehatan di Inggris juga memperingatkan adanya wabah setelah muncul kasus pada pelancong yang baru kembali. Peringatan itu merujuk pada risiko infeksi yang bisa terbawa melalui perjalanan.

Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, CDC menyebut tahun terburuk sebelum wabah terbaru adalah 2019, ketika tercatat sekitar 4.700 kasus di seluruh negara. Dengan demikian, wabah terbaru menunjukkan skala yang jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Meski wabah dinyatakan sudah berakhir, CDC terus memantau situasi dan melanjutkan penyelidikan. Langkah ini dilakukan untuk memperjelas pemicu infeksi serta memastikan penurunan kasus benar-benar stabil hingga mencegah penularan baru.

Dalam laporan penyelidikan, CDC menyoroti bahwa penurunan jumlah kasus sejalan dengan berakhirnya rantai penularan yang sebelumnya terhubung ke sumber makanan tertentu. Kendati demikian, proses verifikasi tetap diperlukan untuk memastikan apakah penurunan itu mencerminkan kondisi yang stabil, bukan sekadar fluktuasi sesaat.

Cyclospora yang menyebabkan siklosporiasis dapat menimbulkan keluhan pencernaan yang berat, terutama pada mereka yang mengalami risiko dehidrasi. Karena itu, CDC mengingatkan pentingnya kewaspadaan gejala dan penanganan medis bila diare berlangsung serius, sambil menunggu hasil pendalaman yang masih dilakukan oleh otoritas kesehatan.

CDC juga menegaskan bahwa meski kaitan terbesar ada pada selada terkontaminasi, tidak semua kasus berdiri sendiri pada sumber yang sama. Dengan adanya ribuan kejadian yang tidak terkait langsung, pemantauan lintas wilayah tetap dilakukan, termasuk perhatian pada situasi di luar AS seperti peringatan yang muncul dari Inggris setelah kasus pada pelancong yang baru kembali.