Politik & Parlemen

Menteri Kesehatan Wales Gelar Rapat Bahas Jeda Operasi Transgender

×

Menteri Kesehatan Wales Gelar Rapat Bahas Jeda Operasi Transgender

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Health minister calls meeting on Wales transgender surgery pause

jurnalistik.co.id – Menteri Kesehatan Wales, Mabon ap Gwynfor, menggelar pertemuan untuk membahas keputusan penangguhan layanan operasi bagi pasien transgender di Welsh Gender Service. Rapat ini digelar setelah penangguhan diberlakukan segera, menyusul pertimbangan yang disampaikan oleh komite NHS.

Ap Gwynfor akan bertemu anggota NHS Wales Joint Commissioning Committee (NWJCC) pada Kamis. NWJCC sebelumnya memerintahkan Cardiff and Vale University Health Board untuk menghentikan baik rujukan baru maupun operasi yang sudah direncanakan.

Cardiff and Vale University Health Board adalah pihak yang mengelola klinik identitas gender layanan NHS di Wales, tempat perawatan spesialis untuk pasien dewasa. Meski layanan penanganan berlangsung di Wales, semua tindakan bedah NHS untuk kategori ini dijalankan di Inggris.

Alasan penangguhan dan permintaan kajian klinis independen Penangguhan diumumkan pekan lalu setelah muncul kekhawatiran dari sebuah komite NHS mengenai jumlah rujukan dan apakah seluruh rujukan dinilai sesuai. Dalam penjelasan yang disampaikan dewan kesehatan, data menunjukkan adanya “significantly higher rates of referral for gender affirming surgery… compared with English gender services” pada periode 2025-26.

NWJCC kemudian meminta agar dilakukan peninjauan klinis independen. Keputusan tersebut digambarkan sebagai “precautionary and clinically-led”, sekaligus mencerminkan pendekatan kehati-hatian yang dipandu pertimbangan medis.

Rhun ap Iorwerth, yang saat itu menjabat sebagai First Minister, sebelumnya menyatakan menginginkan adanya “quick resolution” dari proses peninjauan tersebut. Sejumlah pihak menilai tenggat dan bentuk kajian menjadi bagian penting karena menyangkut layanan yang memerlukan keputusan lanjutan bagi pasien.

Dampak pada pasien yang sudah menunggu Pada Selasa, Cardiff and Vale University Health Board memastikan sebagian pasien yang sebelumnya menunggu operasi telah berada di rumah sakit untuk prosedur mereka saat diberitahu adanya penangguhan. Informasi ini menegaskan bahwa kebijakan berhenti sementara tersebut tidak hanya memengaruhi rujukan baru, tetapi juga jadwal tindakan yang tengah berjalan.

Operasi pengafirmasian gender mencakup prosedur maskulinisasi maupun feminisasi. Prosedur ini sering kali melibatkan reshaping pada organ genital, dan menurut informasi dari pemberitaan, tindakan tersebut bersifat irreversible.

Respon politik dan pertanyaan yang diajukan menteri Reform UK dan Welsh Conservatives menyambut keputusan penangguhan. Ap Gwynfor menyatakan ia menghormati langkah yang diambil berdasarkan bukti klinis, tetapi menyampaikan masih ada pertanyaan yang perlu dijawab oleh NWJCC.

Ia mengatakan, “I want to understand how long this review will take, what form will it take and to make sure that people out there know that services are there and that they can depend on the NHS in Wales to help them out in their hour of need.” Pernyataan itu menekankan kebutuhan kejelasan mengenai durasi, format kajian, serta kepastian layanan bagi masyarakat.

Di sisi lain, surat telah dikirim pada Senin kepada ketua NWJCC, Ian Green. Surat tersebut ditandatangani oleh 26 dari 28 anggota backbench Plaid Cymru dan menyatakan “profound disappointment” atas keputusan yang diambil.

Surat yang kemudian muncul pada Kamis menyebut kebijakan tersebut telah “caused distress, fear and a deep sense of uncertainty” di kalangan komunitas trans, “at a time when the rights and dignity of trans people across the UK are increasingly under pressure”. Kelompok penandatangan meminta NWJCC menjelaskan secara spesifik hal apa yang menjadi dasar kekhawatiran terhadap jumlah rujukan, sekaligus menanyakan kapan operasi dan rujukan akan kembali berjalan.

Dalam tanggapannya, Dan Thomas selaku pemimpin Reform UK mengatakan bahwa “sensible-minded people in Wales” akan menerima penangguhan tersebut. Ia menambahkan masih ada “more to do to ensure a comprehensive review of the service”.

Sementara itu, Natasha Asghar—juru bicara kesehatan Welsh Conservatives—sebelumnya juga menyerukan peninjauan layanan. Ia menyatakan pembatalan operasi adalah “absolutely the right thing to do”.

Dengan demikian, pertemuan Ap Gwynfor pada Kamis menjadi panggung untuk meminta jawaban yang lebih rinci terkait waktu kajian klinis independen, mekanisme pelaksanaannya, dan cara komunikasi agar pasien tetap memahami layanan kesehatan yang tersedia di Wales. Di tengah pro-kontra, keputusan penangguhan terus memusat pada satu kebutuhan utama: memastikan penilaian klinis dilakukan secara tepat, sekaligus memberi kepastian bagi mereka yang menunggu perawatan.