jurnalistik.co.id – Sejumlah pejabat Kanada mengecam unggahan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth yang dinilai merendahkan program cadet remaja di negaranya. Kritik itu muncul setelah postingan di media sosial yang mengaitkan unggahan tersebut dengan penampilan para peserta.
Dalam unggahan yang menjadi sorotan, Hegseth membagikan foto yang tampak diambil dari akun media sosial cabang pelatihan setempat. Foto tersebut menampilkan seorang kadet muda yang menerima penghargaan dari instrukturnya.
Hegseth menambahkan emoji bendera Kanada dan menyertakan caption “this is real”. Unggahan itu kemudian dibaca sebagai usaha untuk mengolok pasangan dalam foto, seolah-olah menurunkan martabat program cadet remaja Kanada.
Menteri Pertahanan Kanada David McGuinty menyatakan pada Selasa bahwa unggahan Hegseth “below the dignity of the office”. Ia menempatkan pernyataan tersebut dalam konteks ketegangan retorika yang kerap terjadi antara dua negara.
Hubungan Washington dan Ottawa belakangan berada dalam fase perselisihan perdagangan. Laporan menyebut bahwa sengketa tersebut kerap berubah menjadi saling sindir, dan Pemerintahan Trump lama menuding Kanada bergantung pada kekuatan militer Amerika untuk pertahanan.
Ketika ditanya mengenai unggahan tersebut dan beberapa “jibs” terbaru pejabat dari pemerintahan Trump, Perdana Menteri Mark Carney menegaskan bahwa pembicaraan dagang hanya akan dimulai kembali “when the Americans stop doing memes, stop throwing shade, stop trying to be tough and start being serious about having those discussions”.
Sementara itu, pihak Pentagon menyampaikan bahwa postingan Hegseth “speaks for itself”. Penilaian itu sekaligus menegaskan adanya pandangan bahwa materi yang dibagikan mengandung pesan yang problematik.
Program cadet nasional Kanada berada di bawah pengawasan militer. Skema ini menawarkan pelatihan kepemimpinan dan keterampilan bagi remaja berusia 12 sampai 18 tahun.
Kelompok yang mendukung program tersebut juga ikut merespons. Army Cadet League of Canada, organisasi sipil yang berperan membantu keberlangsungan program, menyatakan mereka sangat mengecam “any online harassment, or mockery of cadets’ achievements”.
Organisasi itu menegaskan, “Directing derogatory commentary toward youth who are actively working to better themselves and serve their communities is unacceptable”. Mereka menempatkan fokus pada ketidakpantasan mengarahkan komentar merendahkan kepada anak muda yang sedang berupaya memperbaiki diri dan melayani komunitas.
Menanggapi situasi yang melibatkan kadet terkait, komandan tertinggi militer Kanada, Jenderal Jennie Carignan, menyebut pihaknya sedang berkomunikasi dengan kadet yang terlibat. “We are consulting with them on how they want to go about doing this,” ujarnya dalam wawancara dengan CBC.
Berita Terkait
Di luar pemerintah, sorotan juga datang dari politisi. Scott Anderson, anggota parlemen dari Partai Konservatif untuk kota Vernon dan seorang mantan anggota cadangan militer, turut menilai tindakan Hegseth tidak selaras dengan peran yang diembannya.
Anderson dalam unggahan kepada Hegseth menyebut bahwa ia tidak memenuhi “responsibility and decorum” yang melekat pada jabatannya. Ia mengungkapkan, “You have chosen to set both aside and insult two female Canadian non-combatants, and to intentionally shame them before millions. You should be ashamed,”
Anderson menambahkan, “Our economies, our continental defence and our cultures are irretrievably intertwined and yet we are two distinct nations. Canadians and Americans should have no problem with each other, but I have a problem with you”. Ia memandang persoalan ini sebagai pelanggaran etika komunikasi di ruang publik, bukan sekadar perbedaan kebijakan.
Ketegangan antara Kanada dan Amerika Serikat di bidang perdagangan disebut mencapai titik sulit pada awal bulan sebelumnya, ketika pembicaraan macet di tengah tuduhan tuntutan mendadak. Kedua pihak saling menyatakan bahwa pihak lain mengajukan persyaratan terakhir yang merusak kesepakatan yang sempat dirundingkan.
Menurut laporan, Amerika Serikat segera memberlakukan tarif 50% untuk sebagian impor Kanada senilai sekitar $20 miliar (C$28 miliar). Kanada, di sisi lain, merencanakan langkah balasan berupa langkah penyeimbang pada minggu depan.
Dalam fase tersebut, keduanya juga saling melontarkan sindiran. Disebutkan bahwa Perdana Menteri Ontario Doug Ford pernah menyebut Trump sebagai “loser”. Pada saat yang sama, Presiden Amerika berupaya mengubah nama Lake Ontario menjadi Lake America, sementara Menteri Perhubungan Sean Duffy menuduh Kanada sebagai negara yang “doesn’t have a military”.
Meskipun demikian, Kanada dan Amerika selama ini disebut tetap menjadi mitra pertahanan dan sekutu. Bahkan ada catatan bahwa Kanada pernah mendukung Amerika saat perang di Afghanistan.
Kanada juga meningkatkan belanja pertahanannya secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir setelah bertahun-tahun tertinggal dari target NATO. Perubahan arah ini membuat isu strategi pertahanan menjadi semakin sensitif di ruang komunikasi kedua negara.
Di Amerika Serikat sendiri, Hegseth disebut tengah menghadapi tekanan. Laporan menyebut ia berada dalam situasi sulit setelah sejumlah pemimpin militer berpangkat tinggi meninggalkan Pentagon dalam rentang waktu yang berdekatan, serta muncul pertanyaan mengenai penanganan Amerika atas perang di Iran.
Dalam beberapa pemberitaan sebelumnya, Hegseth juga dikenal menyoroti penampilan dan kebugaran fisik pasukan Amerika. Ia kerap mengaitkan fokus tersebut dengan konsep “warrior ethos” yang disebutnya sebagai nilai etos keprajuritan.
Dengan demikian, kecaman di Kanada tidak hanya menyinggung isi unggahan, tetapi juga menyasar soal kesesuaian perilaku pejabat tinggi. Di tengah perselisihan perdagangan dan kompetisi narasi, isu yang menyasar kadet remaja mendapat respons cepat dari berbagai pihak, termasuk dari mereka yang bertanggung jawab langsung atas dukungan program.












